Serda Ucok Simbolon, anggota Grup 2 Kandang Menjangan, Kartorsuro, otak pelaku pembunuhan berencana terhadap 4 tahanan Lapas Cebongan, divonis Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta selama 11 tahun penjara dan dipecat sebagai anggota TNI.
Sedangkan untuk terdakwa lainnya, yakni Serda Sugeng, hakim menvonis dengan hukuman penjara selama 8 tahun, dan Koptu Kodik, divonis 6 tahun penjara. Keduanya juga hukuman tambahan dengan dipecat sebagai anggota TNI.
Terkait putusan ini, ketiga terdakwa mengajukan banding. Sementara Oditur Militer, menyatakan pikir-pikir atas vonis ini. Setelah mendengar vonis, kedua terdakwa langsung digiring keluar oleh Provos dari ruang sidang.
Sebelumnya dibacakan oleh hakim bahwa ketiga terdakwa dinilai melecehkan hukum. Sementara yang memberatkan hukuman terdakwa adalah karena perbuatan ini dilakukan di instansi negara, yaitu lembaga pemasayarakatan.
Sebelumnya, Oditur Militer Letkol Sus Budianto menuntut terdakwa Serda Ucok Simbolon dengan hukuman 12 tahun penjara dan hukuman tambahan berupa dipecat sebagai anggota TNI.
Oditur Militer menyatakan, terdakwa telah terbukti melanggar dakwaan kesatu primair yakni melanggar pasal 340 KUHP yo Pasal 55 ayat (1) KUHP, tentang Pembunuhan Berencana.
Terdakwa juga terbukti dakwaan subsidair yakni melanggar pasal 338 KUHP yo pasal 55 (1) ke-1 KUHP tentang merampas nyawa orang lain dan lebih subsidair melanggar pasal 351 (1) yo ayat (3) KUHP yo pasal 55 (1) ke-1 KUHP tentang penganiayaan berat dan mati.
Sedangkan Serda Sugeng, Oditur Militer minta kepada Majelis Hakim untuk menghukum Serda Sugeng dengan hukuman penjara selama 10 tahun dan hukuman tambahan dipecat sebagai anggota TNI. Sementara Koptu Kodik, dituntut penjara selama 8 tahun dan hukuman tambahan dipecat sebagai anggota TNI.
Cebongan yang menewaskan Dicky Cs oleh 12 oknum anggota Grup 2 Kandang Menjangan, Kartosuro dengan agenda utama tuntutan dari Oditur Militer.
Dituntut dalam berkas terpisah, Oditur Militer Letkol Sus Budianto menuntut terdakwa Serda Ucok Simbolon dengan hukuman 12 tahun penjara dan hukuman tambahan berupa dipecat sebagai anggota TNI. (VivaNews)
5 Prajurit Kopassus Divonis 1 Tahun 9 Bulan
Lima terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Sertu Tri Juwanto cs., dijatuhi vonis hukuman penjara satu tahun sembilan bulan. Hakim menilai seluruh terdakwa yang merupakan prajurit Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartosuro, terbukti terlibat dalam serangan itu.
Vonis dibacakan hakim Letkol Chk. Faridah Faisal di Ruang Sidang 2 Pengadilan Militer Yogyakarta, Jalan Ring Road Timur, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Kamis, 5 September 2013. Sebelumnya, mereka dituntut dengan hukuman dua tahun penjara.
Lima terdakwa adalah Sertu Tri Juwanto, Sertu Herman Siswoyo, Sertu Anjar Rahmanto, Sertu Martinus Robert Paulus Benani, dan Sertu Suprapto.
"Menetapkan terdakwa bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana membantu pembunuhan berencana dan secara bersama-sama menggunakan barang untuk melakukan kekerasan. Karenanya terdakwa 1, 2, 3, 4 dan 5 dijatuhi hukuman kurungan satu tahun sembilan bulan dikurangi masa tahanan," kata Letkol Faridah Faisal.
Majelis hakim dalam vonisnya juga memerintahkan barang bukti berupa dua pucuk senjata AK 47 dengan dua magasin serta sepucuk senjata Sig Sauer dikembalikan ke Grup 2 Kopassus. Sementara barang bukti berupa mobil Suzuki APV KH 9943 H dikembalikan kepada pemiliknya, Sertu Tri Juanto.
"Terdakwa juga harus menanggung biaya perkara sebesar Rp15.000," katanya.
Letkol Cyarif Hidayat, penasihat hukum terdakwa menyatakan banding atas vonis hakim. Putusan ini dianggap tidak tepat, karena kelima terdakwa tidak ikut menyerbu masuk LP Cebongan dan hanya berjaga di luar.
"Tidak dalam kategori membantu. Terdakwa tidak tahu apa yang terjadi di dalam," katanya.
Setelah mendengarkan vonis, seluruh terpidana digiring dua personel Provost ke tahanan sementara di pengadilan. Mereka tak berkomentar saat ditanya wartawan tanggapan mereka mengenai vonis ini.
Sementara itu, persidangan terhadap Serda Ucok cs., yang merupakan eksekutor empat tahanan LP Cebongan masih berlangsung, mendengarkan pembacaan vonis.
Sepanjang sidang, aksi unjuk rasa para pendukung terdakwa berlangsung. Mereka melakukan aksi bakar ban di depan gedung pengadilan. (VivaNews)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 05 September 2013
Serda Ucok Divonis 11 Tahun Penjara dan Dipecat dari Kopassus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di perc...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kediaman Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa Penuh Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog, dipadati para pewarta dan undangan pada har...
-
PT Pindad (Persero) telah mengembangkan dan memproduksi panser roda 6 bernama Anoa 6X6. Panser yang laris manis ini telah dipakai oleh TNI u...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Perdebatan kiblat dari pembelian alutsista militer selama ini, menarik untuk dicermati. Kalau ditelaah semenjak kejadian embargo oleh USA da...
-
Indonesia siap meluncurkan roket tiga digit atau roket berdaya jangkau 100 km-900 km pada 2013 untuk memperkuat sistem persenjataan negara. ...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...

BERSABARLAH! TUHAN BERSAMA KALIAN TUHAN TIDAK BUTA TUHAN MAHA TAHU APA YG BENAR. TETAP JAYA KOPASSUS BANG UCOK DKK SEMOGA DIBERI KEKUATAN DAN KETABAHAN.
BalasHapus