Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berpendapat garis batas antara Indonesia dan Malaysia merupakan permasalahan yang harus segera ditangani. Sering konflik terjadi lantaran pergeseran yang dilakukan sepihak.
"Kita sudah berpuluh-puluh ada yang geser-geser tapal batas, ini tidak boleh terjadi lagi dan akan kita siapkan patok yang benar," kata Ryamizard usai Rapim Kemhan 2015 di Kantor Kemhan, Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Ke depan, kata pria yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini, posko-posko perbatasan akan dilengkapi dengan pesawat tanpa awak. "Pesawat tanpa awak itu agar bisa mendeteksi patok-patok tersebut," ujar dia.
Ryamizard juga berencana membuat jalan tidak jauh dari perbatasan Kalimantan dan Malaysia. Jalan tersebut akan dibuat dari ujung Kalimantan Barat hingga ujung Kalimantan Timur. "Untuk perbatasan, kita juga akan membuat jalan dari Kalimantan Barat sampai Kalimantan Timur," terangnya.
Jokowi akan Tempatkan Drone Untuk Awasi Perbatasan RI-Malaysia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan menempatkan pesawat tanpa awak atau drone di Kabupaten Nunukan. Drone dimaksud akan mengawasi perbatasan Republik Indonesia-Malaysia terutama di titik-titik blank.
“Ini dalam proses,” ujarnya menjawab pertanyaan Tribun, Selasa (16/12/2014) di Bandar Udara Nunukan.
Dia mengatakan penggunaan drone untuk mengawasi perbatasan negara di Kabupaten Nunukan sangat memungkinkan.
“Kenapa tidak?” katanya.
Dia tidak tahu persis, kapan drone dimaksud bisa dioperasikan di kawasan perbatasan? “Yah saya nggak tahu. Dalam pengadaan barang. Tetapi saya sudah perintah,” ujarnya.
Dia menekankan, pengggunaan drone sangat penting untuk mengawasi kawasan perbatasan yang begitu luas.
“Karena apapun negara seluas ini, kalau kita awasi langsung dengan patroli, mau butuh berapa ribu kapal kita? Dengan pesawatpun seluas ini,” ujarnya.
Meskipun memastikan menggunakan drone untuk mengawasi perbatasan, pengerahan TNI dan Polri di kawasan perbatasan dianggap masih sangat perlu. (Baca: Jokowi Pergi Hujan Langsung Mengguyur Nunukan)
“Yah perlu dong. Tetapi perlu, tetapi sekali lagi kalau dengan drone menjadi lebih efisien. Karena mana yang dilanggar? Mana yang kapal, yang sudah masuk akan kelihatan di situ,” ujarnya.
Selain menggunakan drone mengawasi kawasan perbatasan, Presiden juga berupaya agar seluruh kawasan perbatasan terlayani telekomunikasi.
“Tadi juga kita sudah anukan (minta-red) dari Telkomsel. Untuk di Sebatik tadi juga kita berikan. Tadi minta delapan baru kita berikan tiga. Nanti di tempat lain BTS yang belum ada juga, drone dalam proses semuanya,” katanya. (Detik | Tribun)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 18 Desember 2014
Jaga Tapal Batas, Menhan Siap Terjunkan Pesawat Tanpa Awak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di perc...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kediaman Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa Penuh Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog, dipadati para pewarta dan undangan pada har...
-
PT Pindad (Persero) telah mengembangkan dan memproduksi panser roda 6 bernama Anoa 6X6. Panser yang laris manis ini telah dipakai oleh TNI u...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Indonesia siap meluncurkan roket tiga digit atau roket berdaya jangkau 100 km-900 km pada 2013 untuk memperkuat sistem persenjataan negara. ...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...
-
Anggaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) memang lebih kecil jika dibandingkan dengan negara Adidaya seperti Amerika Serikat (AS). Lantas, b...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar