Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta memberikan penyegaran materi perwira pelaut dalam bentuk Latihan Dalam Dinas (LDD) bagi Perwira Korps Pelaut yang berdinas di kapal perang maupun staf di jajaran Satlinlamil Jakarta. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Satlinlamil Jakarta, Mako Kolinlamil, Jakarta Utara, Selasa (10/2).
Komandan Satlinlamil Jakarta, Kolonel Laut (P) Heri Widodo mengatakan, penyegaran kembali materi korps pelaut digelar sebagai bentuk pembinaan personel yang secara kontinu dilakukan untuk menajamkan naluri tempur prajurit matra laut. “Sekaligus meningkatkan profesionalisme perwira Satlinlamil Jakarta, sebagai prajurit pengawak Kapal Republik Indonesia (KRI),” papar Widodo.
Widodo menjelaskan, penyegaran materi dikhususkan bagi korps pelaut dalam penugasan latihan maupun tugas operasi. Diharapkan, mereka mampu menciptakan inovasi dan bermotivasi tinggi dalam penugasan, serta meningkatkan kesiapan operasional TNI Angkatan Laut dalam menegakkan kedaulatan NKRI. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang komunikasi dan kebersamaan para perwira korps pelaut di jajaran Satlinlamil Jakarta.
Penyegaran materi korps pelaut disampaikan oleh Letkol Laut (P) Kunto Wibowo Agung, yang sehari-harinya menjabat sebagai Paban Anglanas di Staf Operasi Kolinlamil. Dia memberikan pembahasan tugas pokok TNI Angkatan Laut, bidang operasi dan latihan yang meliputi menghitung kalkulasi tempur, perhitungan muat, prosedur embarkasi dan debarkasi Operasi Pendaratan Administrasi (Opsratmin).
“Disampaikan pula materi tentang Angkutan Laut Nasional (Anglanas), kemudian dilanjutkan dengan diskusi dua arah. Dengan diskusi dua arah, diharapkan terjadi komunikasi interaktif di antara peserta diskusi di setiap materi,” kata Letkol Kunto Wibowo, kepada Jurnal Maritim, Selasa (10/2).
Pantauan Jurnal Maritim, beberapa hari sebelumnya Satlinlamil Jakarta telah mengadakan lomba cerdas cermat, dalam rangka meningkatkan profesionalisme serta mengasah kecerdasan prajurit matra laut. Kegiata ntersebut diikuti oleh perwakilan personel KRI maupun staf di jajaran Satlinlamil Jakarta.
Sejumlah materi yang diujikan antara lain pengetahuan umum, Peraturan Dinas Dalam (PDD) khas TNI Angkatan Laut, hukum dan profesi prajurit matra laut. Cerdas cermat dibuka oleh Dansatlinlamil Jakarta, Kolonel Laut (P) Heri Widodo, dan bertempat di Gedung Laut Natuna, Mako Kolinlamil Jakarta.
Juara cerdas cermat Satlinlamil Jakarta 2015 diraih oleh Tim KRI Karimata-960, dengan komandan Mayor Laut (P) Zul Fahmi. Juara kedua diraih oleh Tim Staf Satlinlamil Jakarta, sedangkan juara ketiga diraih oleh Tim KRI Teluk Manado-537, yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian. (JMOL)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 12 Februari 2015
Satlinlamil Jakarta Pertajam Naluri Tempur Korps Pelaut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Pesaing utama rudal AIM-120 AMRAAM andalan Amerika Serikat, R-77 kerap dijuluki AMRAAMSKI. Pertanyaan paling mendasar, sehebat apakah rudal ...
-
TNI Angkatan Udara (AU) mengatakan pesawat AU Malaysia sempat melakukan pelanggaran dengan memasuki wilayah Indonesia. TNI AU mengatakan bel...
-
Sistem pertahanan Indonesia diciptakan agar menjamin tegaknya NKRI, dengan konsep Strategi Pertahanan Berlapis. SISTEM Pertahanan Indonesi...
-
Indonesia Tidak Akan Pernah Buat Senjata Nuklir Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan teknologi nuklirnya untuk membuat senjata nu...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pembelian tank Leopard oleh pemerintah setelah ada perubahan beberapa hal yang sempat dikritisi...
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah armada kapal selam untuk mendukung pertahanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), L...
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Modernisasi alutsista terus dilakukan TNI dengan pengadaan: Main Battle Tank Leoprad 2A6, Meriam 155mm Caesar, Peluncur Roket Multi Laras, ...
-
Kalau dihitung sejak Penentuan Pendapat Rakyat 1969, Papua sudah 45 tahun bergabung dengan Indonesia. Sejak itu pula konflik berdarah terus ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar