Kementerian Luar Negeri mengingatkan Warga Negara Indonesia yang berada di Australia untuk berhati-hati serta menjaga keselamatan menyusul teror kecil yang dialami kantor Konsulat Jenderal RI di Sidney, Senin malam.
"Kami mengimbau WNI kita agar berhati-hati dan juga tidak menimbulkan gesekan-gesekan dengan masyarakat setempat," kata Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Siti Sofia di Bengkulu, Kamis.
Meskipun, menurut dia, cairan berwarna merah yang diletakkan di kantor KJRI di Sidney itu tidak berbahaya dan bukan ancaman bagi WNI yang berdomisili di Australia.
"Saya rasa itu bukanlah bentuk ancaman, tetapi lebih kepada bentuk protes, kalau ancaman mungkin lebih (berbahaya)," kata dia.
Terkait, perlindungan khusus WNI menjelang eksekusi mati duo terpidana Bali Nine asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, Siti Sofia mengungkapkan pihak Kedutaan besar Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan petugas keamanan setempat.
"Di sana diberikan pengamanan, namun kita tetap mengimbau untuk saling menjaga," katanya.
WNI yang berdomisili di Australia sesuai data Kementerian Luar Negeri berjumlah sekitar tiga puluh ribu jiwa tersebar di Sidney, Melbourne, Perth, Darwin dan juga Canberra.
Sementara itu, dia menegaskan, eksekusi mati dua warga negara Australia, tidak mengganggu hubungan kerja sama kedua negara.
"Pada prinsipnya Indonesia itu bersahabat dengan negara mana pun di dunia, cuma kita juga harus menjaga integritas dari hukum, politik maupun wilayah kita," ucapnya.
Pernyataan negara asal dari terpidana eksekusi mati Bali nine tersebut, kata Siti Sofia, merupakan hak mereka untuk membela warga negara masing-masing.
"Sama seperti kita membela warga negara kita yang berada di luar negeri," ujarnya. (Antara)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 05 Maret 2015
Kemenlu minta WNI di Australia berhati-hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Pesaing utama rudal AIM-120 AMRAAM andalan Amerika Serikat, R-77 kerap dijuluki AMRAAMSKI. Pertanyaan paling mendasar, sehebat apakah rudal ...
-
TNI Angkatan Udara (AU) mengatakan pesawat AU Malaysia sempat melakukan pelanggaran dengan memasuki wilayah Indonesia. TNI AU mengatakan bel...
-
Sistem pertahanan Indonesia diciptakan agar menjamin tegaknya NKRI, dengan konsep Strategi Pertahanan Berlapis. SISTEM Pertahanan Indonesi...
-
Indonesia Tidak Akan Pernah Buat Senjata Nuklir Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan teknologi nuklirnya untuk membuat senjata nu...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pembelian tank Leopard oleh pemerintah setelah ada perubahan beberapa hal yang sempat dikritisi...
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah armada kapal selam untuk mendukung pertahanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), L...
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Modernisasi alutsista terus dilakukan TNI dengan pengadaan: Main Battle Tank Leoprad 2A6, Meriam 155mm Caesar, Peluncur Roket Multi Laras, ...
-
Keberhasilan Tim Alfa 29 TNI menembak mati pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dan rekannya Muchtar al...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar