Kediaman Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa Penuh Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog, dipadati para pewarta dan undangan pada hari Kamis pagi, 22 Oktober 2015. Kedutaan Besar Swedia dan perusahaan militer Saab AB bersama-sama mengadakan pengumuman kepada media mengenai "Paket Kekuatan Udara Swedia" (Swedish Air Power Package) untuk Indonesia.
Di tengah-tengah persaingan pemilihan pesawat tempur TNI AU terbaru antara Sukhoi Su-35, Lockheed Martin F-16V, Dassault Rafale, dan Saab JAS-39 Gripen, maka Saab menawarkan paket kekuatan udara yang lebih komprehensif dan dinilai akan sangat menghemat biaya pembelian ke depannya.
Peter Carlqvist, Head of Saab Indonesia, menjelaskan aspek Paket Kekuatan Udara Swedia, yang terdiri dari:
1. Pesawat tempur JAS-39 Gripen
2. Erieye AEW&C untuk pengawasan dan kendali wilayah udara dan maritim
3. Command and Control (ground based)
4. Tactical Data Link
5. Kerjasama industri yang mencakup transfer teknologi dan produksi lokal (dengan harapan imbas pembukaan ribuan lapangan kerja baru)
Dalam penjelasannya, Saab mengklaim bahwa sistem Erieye AEW&C memiliki radius deteksi sejauh 900 km, yang artinya dapat mencakup seluruh Laut Jawa, termasuk mendeteksi objek dari mulai kapal kecil hingga periskop kapal selam. Erieye juga dapat terhubung dengan Ground Control dan kapal perang melalui datalink secara simultan.
Terkait teknologi network datalink, Saab mengklaim bahwa teknologi datalink mereka adalah teknologi proprietary yang sukar dideteksi/disadap teknologi Blok Barat ataupun Timur.Saab Tactical Network juga dapat memberikan pasokan data ke fighter dengan mode 1 arah (pasif), sehingga lawan sukar mendeteksi pesawat kawan. Salah satu spinoff pengembangan teknologi Tactical Data Link dari Saab adalah teknologi 3G network yang dipakai khalayak umum saat ini. Saab memberikan kesempatan pengembangan Tactical Data Link khas Indonesia dengan pengembangan bersama Saab, dengan tingkat keamanan yang tinggi.
Dalam hal kerjasama industri yg ditawarkan Saab, akan mencakup pembukaan Indonesian Swedish Innovation Centre dan penggunaan Triple Helix Model, dimana dalam model tersebut akan terjadi kerjasama antara Pemerintah, Industri, dan Akademia (perguruan tinggi). Dalam hal ini Saab sudah menandatangani MoU dg Unhan, BPPT dan ITB utk menawarkan kursus dan workshop di Indonesia dengan partner lokal. Saab dan PTDI juga sudah memulai pembicaraan untuk assembly rudal RBS-15 di PTDI.
Carlqvist menegaskan komitmen Saab untuk akan memberikan 35% direct offset dan 50% indirect offset kepada industri lokal. Dia memberikan contoh kerjasama industri antara Brazil dan Saab yang menarik 150 insinyur dari Brazil untuk mempelajari aspek R&D sampai Produksi di Swedia, untuk kemudian para insinyur itu akan kembali ke Brazil guna membuka production line di negaranya. Pelatihan serupa ini akan ditawarkan Saab pula kepada Indonesia.
Mengenai isu financing, Swedia menawarkan solusi financing yg menarik dengan Kredit Ekspor dan opsi grace period sampai 5 (lima) tahun untuk meringankan beban keuangan negara.
Mengenai varian Gripen yang ditawarkan kepada Indonesia, Saab menekankan bahwa varian yang ditawarkan adalah akan selalu varian terbaru, namun semua kembali pada spesifikasi kebutuhan pelanggan.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Selasa, 24 November 2015
Indonesia Digoda Tawaran Paket Kekuatan Udara Dari Swedia
Label:
Industri Pertahanan,
Pesawat Tempur,
PT DI,
Radar Pertahanan,
TNI AU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
Seperti kata pepatah “tidak kenal maka tidak sayang”, setelah jilid 1 dan jilid 2 saya menceritakan beberapa kisah-kisah yang pernah terjadi...
-
NKRI sudah dikepung rapat oleh neokolim yang hampir sekarat ini: Darwin Australia, Cocos Island, Diego Garcia, Guam, Filipina sampai Singapu...
-
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...
-
Sekolah Penerbang Lanud Adisucipto tengah menunggu 18 pesawat baru G-120 TP Grob dari Jerman. Kehadiran pesawat ini diharapkan dapat meningk...
-
Beberapa negara sudah memulai proyek penelitian untuk memungkinkan umat manusia menghuni planet tersebut. Selasa sore kemarin, India sudah m...
-
Indonesia Membutuhkan radar canggih, penempatan persenjataan jarak menengah dan jauh serta profesionlisme prjurit yang handal Anggota Kom...
-
Kisah ini sengaja saya tulis berdasarkan catatan-catatan tertulis yang saya punya dan juga cerita-cerita dari para “Silent Warrior” pinisepu...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...



jas gripen ok, sukhoi 35 juga harus ok, tidak boleh gagal, karena hampir menuju tegnologi generasi 5
BalasHapushebat jet su 24 rusia di jatuhkan dengan jet turky f16 & f35 , karena melanggar wilayah udara yang di tentukan turky
BalasHapussemakin seru aja , rudal topol rusia akan meluncur ke turky , waduh kalau begini indonesia tidak boleh ikutan, bisa kris besar nanti, netral aja belaga gak tahu ap ap.
BalasHapusdihajar rudal darat Bung.Pa de Putin bakal balas dendam nih gaswat.
BalasHapusdihajar rudal darat Bung.Pa de Putin bakal balas dendam nih gaswat.
BalasHapustapi Indonesia harus ingat bahwa swidia pernah melindungi anggota GAM di nmegaranya oleh karena itu TNI jangan lupa hal itu, saya sebagai rakyat Indonesia masih memendam rasa,...
BalasHapusAmbil saja...!!!1
BalasHapus