Cari Artikel di Blog Ini

Selasa, 01 Desember 2015

Menko Polhukam : Jangan Berburuk Sangka soal Pengadaan Helikopter Kepresidenan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan meminta pengadaan helikopter VVIP jenis Agusta Westland AW-101 tidak terus dikritik.

Ia mengatakan bahwa pengadaan helikopter itu baru sekadar wacana.


Menko Polhukam : Jangan Berburuk Sangka soal Pengadaan Helikopter Kepresidenan

"Jangan terus buruk sangka. Itu baru wacana yang dikembangkan. Nanti, jadi atau tidak, kita lihat," kata Luhut di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/11/2015).

Luhut mengatakan, rencana pengadaan helikopter VVIP itu akan dibahas kembali setelah Presiden Joko Widodo kembali dari Paris.

Jokowi ke Paris untuk menghadiri konferensi perubahan iklim dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa (1/11/2015) sore atau Rabu (2/11/2015).


Presiden Joko Widodo pada pertengahan tahun depan direncanakan tidak lagi menggunakan helikopter kepresidenan jenis lama, yakni Super Puma, produksi tahun 1980.

TNI Angkatan Udara akan menggantinya dengan yang baru, yaitu Agusta Westland AW-101.

Helikopter AW-101 tercatat memiliki standar pengamanan modern, seperti perahu karet dan sarana bantalan udara yang mengembang seperti air bag (kantong udara) saat terjadi benturan.

Helikopter tersebut mampu mengangkut 13 penumpang dan memiliki kenyamanan serta ruang kabin yang lebih luas dibandingkan dengan helikopter Super Puma.

Helikopter kepresidenan jenis Agusta Westland AW-101 rencananya akan dioperasikan oleh Skuadron Udara 45 VVIP, yang berpangkalan di Lanud Halim.

Selama ini, Skuadron Udara 45 yang dibentuk sejak tahun 2011 mengoperasikan lima helikopter Super Puma.

Mereka sebelumnya tergabung dalam Skuadron Udara 17 VVIP yang mengoperasikan pesawat fixed wing dan rotary wing (helikopter).

Peremajaan helikopter itu sejalan dengan pengadaan heli serbu AH-64 Apache untuk TNI Angkatan Darat dan helikopter anti-kapal selam untuk TNI Angkatan Laut.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Halim Perdanakusuma Mayor (Sus) Dodo Agusriadi menambahkan, Skuadron Udara 45 selama ini telah mengamankan transportasi presiden, wapres, serta pejabat tinggi negara lainnya di Jawa dan luar Jawa.

3 komentar:

  1. semoga terlaksana dan secepat nya di akhir tahun ini pengadaan helikopter vvip buat presiden indonesia harus banyak jumlah helli nya jenis appapun juga , seperti helikopter aw 101, hellikopter ec 725, mil mi 26 hellikopter raksasa, dan hellikopter bell, ini sebuah kebanggaan seluruh rakyat indonesia

    BalasHapus
  2. semple interior , kabin besar tidak membungkuk, ada tangga turun dan naik ke hellicopter vvip
    http://www.indomiliter.com/agustawestland-aw101-vvip-mengintip-calon-helikopter-kepresidenan-ri-terbaru/#more-8414

    BalasHapus
  3. Ini adalah bentuk mental brengsek dari pembantu jokowi yg mencoba menipu untuk menyuap jokowi dari belakang..agar bapak senang jamn rezim soeharto dikenal ABS..asal bapak senang..pasti dibelakang ini ada motif besar yg menipu...seperti minta saham freeport, pertamina, dan aneka proyek besar lainnya...sudah bisa ditebak bahwa ujung2nya sama yaitu duit...duit...hingga kiamat!!!! Gerakan para mentri jokowi sekarang tidak jauh beda dg sebelumnya...sasarannya hanya duit...duit...jokowi pasti tidak akan berdaya...jadi hanya satu solusinya ganti atau resuffle kabinet...sangat jijik melihat sepak terjang mentri2 jokowi saat ini tidak ada sama sekali yg berprestasi kecuali bu susi dan pak r ramli...

    BalasHapus

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters