Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 19 November 2016

Pembelian Sukhoi Su-35 belum jelas, Saab Kembali goda TNI AU dengan jet tempur Gripen

Pemerintah telah memilih jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan F-5 Tiger, yang akan dipensiunkan. Keputusan ini diambil setelah TNI Angkatan Udara melakukan penilaian terhadap sejumlah produk yang ditawarkan.
Sayangnya, rencana untuk mendatangkan Sukhoi terbaru ternyata masih menemui hambatan, utamanya soal harga. Negosiasi berlangsung sangat alot, dan penandatanganan perjanjian masih jauh dari realisasi.


Pembelian Sukhoi Su-35 belum jelas, Saab Kembali goda TNI AU dengan jet tempur Gripen

Masalah tersebut membuat produsen pesawat tempur lain mencoba kembali menjajaki kembali negosiasi dengan Indonesia. Setelah sebelumnya Lockheed Martin dengan F-16 Viper, kini Saab mencoba menawarkan lagi JAS 39 Gripen. Tak hanya jet tempur, mereka juga menawarkan pesawat pengintai bernama GlobalEye.

"Kami ingin membuka kesempatan agar Indonesia memiliki pesawat yang modern, pas dengan kebutuhan TNI AU," ujar Campaign Director for Gripen in Indonesia, Magnus Hagman saat berbincang dengan merdeka.com, di Hall D Jakarta International Expo, Jakarta, belum lama ini.


Presiden Direktur dan CEO Saab Asia Pasific, Dan Enstedt merasa optimis untuk bisa memenuhi ambisi Indonesia dalam mengembangkan industri kedirgantaraan dan pertahanan melalui kerja sama internasional. Atas alasan itu pula, mereka bersedia memenuhi kewajiban transfer teknologi.

"Di Saab kami mengerti dan menghormati tujuan ini dan kami siap untuk bekerja sama dengan erat dengan pemerintah, industri, dan Tentara Nasional Indonesia dalam mencapai pengembangan nasional," paparnya.

Saab menyebutkan, Gripen memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia. Salah satunya adalah biaya operasional yang murah dibanding pesaing mereka. Bahkan, perusahaan asal Swedia ini juga berjanji akan melatih langsung teknisi dari Indonesia di negaranya.

"Kami akan bawa teknisi dari sini ke Swedia, dan perlakuan sama akan kami berikan kepada Indonesia," tambah Magnus.

Untuk memenuhi kebutuhan TNI AU, Saab mengaku tengah menimbang versi khusus, yakni C/D. Mereka juga mempersilakan jika ingin melakukan perubahan-perubahan mendasar terhadap komponen sebelum masa produksi dimulai.

"Pengiriman akan dimulai 18 bulan sejak kontrak ditandatangani. Kami percaya pesawat ini akan cocok bagi kekuatan masa depan nasional jika Indonesia menginginkannya."

Bagaimana dengan Indonesia, akankah jet tempur Sukhoi digantikan Gripen? (Merdeka)

9 komentar:

  1. saab gripen atau su 35 kedua nya juga boleh yang terpenting mana yang cepet datang ke indonesia dan langsung di akuisikan digunakan oleh tni au, untuk mengalakan jet tempur amerika ,jepang, spanyol,dan italia f35 lifthning ll

    BalasHapus
  2. kalau f16 dikasih ke tni au lagi walau pun f16 viper atau f16 lainnya , indonesia bakalan runtuh (krisis besar ekonomi nya) sama amerika, jepang, rusia, singapore, india dan sama china juga.. karena f16 pesawat clasik antik yatu besi tua, yang sperpat nya susah

    BalasHapus
  3. kl sambil menunggu, beli aja gripen.. itu patroli yg sangat irit bbm.. su 35 belakangan bisa nyusul. kan cocok utk pencegat. kita butuh pswt gripen bisa menngkoordinasikan serangan terpadu (rudal/radar) di wilayah indonesia. su-35 bisa backup mencegat..

    BalasHapus
  4. plus nya gripen bisa mendarat di mana aja landasan sempit. cocok utk pertempuran darurat dan mudah menyembunyikan di jalan raya tnp diketahui musuh yg selamanya hny menyangka mencari pswt2 sampai landasan panjang

    BalasHapus
  5. beli su35
    anggaran sudah ada ,apa susahnya?tapi emang kok bukan indonesia namanya kalau bisa dipersulit ngapain di permudah.
    buat pertahanan kok berbelit2.
    aq bangga dan cinta NKRI, yang paling penting jangan beli dari AS u.

    BalasHapus
  6. **jngn tergoda..., pesawat tempur Sukhoi 35 yg menakutkan bagi musuh, musuh akan pikir 10 x klu brhadapan dngn su35.

    BalasHapus
  7. haah,,,,,,orang indonesia kan pada jgo,,,cntoh,,,taukan sangkuriang,,nendang prhu bsa jd gnung

    BalasHapus
  8. ke untungkan besar bangsa Indonesia kedatangan raja Arab Saudi yaitu raja Salma bin Abdul Aziz karana presiden RI menargetkan investasi 25 miliar dollar hampir 500 triliun rupiah pas buat beli pesawat Sukhoi 35 BM dan Gripen dengan jumlah 36 triliun rupiah , semogah jah Indonesia jadi dikenal dik daya seluruh dunia, amin

    BalasHapus

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters