Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengatakan pendidikan gabungan taruna tingkat satu Akademi TNI-Akademi Kepolisian direncanakan mulai 2015. Dia katakan untuk dapat membangun kesamaan karakter dan kesamaan persepsi terhadap keamanan dan pertahanan negara.
Sebelum masa pendidikan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian Indonesia menjadi tiga tahun pada 1988, para taruna kedua akademi itu menempuh pendidikan empat tahun, dimana tahun pertama adalah masa pendidikan bersama dengan mengambil tempat di Kampus Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.
Pada masa-masa itu, para alumni kedua akademi itu saling mengenal satu sama lain, walau jumlahnya menjadi lebih banyak -- sekitar 700-800 orang-- sebelum di-"kirim" pada tahun kedua pendidikan ke akademi-akademi tujuan sesuai hasil tes.
Keempat akademi itu adalah Akademi TNI AL (Surabaya), Akademi TNI AU (Yogyakarta), Akademi Militer (Magelang), dan Akademi Kepolisian (Kawasan Candi, Semarang).
Para taruna itu kemudian bertemu lagi pada tahun terakhir pendidikan mereka, pada masa pendidikan Latsitarda, yang mirip dengan konsep Kuliah Kerja Nyata, bersama-sama dengan rekan-rekan sipil, yaitu para mahasiswa perguruan tinggi umum.
Kini, para taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian kembali mengecap pendidikan selama empat tahun yang setara dengan pendidikan strata satu; ketimbang dulu yang setara diploma tiga.
Moeldoko menyatakan hal itu saat memimpin upacara serah-terima jabatan komandan jenderal Akademi TNI dari Marsekal Muda TNI Bambang Samudro kepada Mayor Jenderal TNI Harry Purdianto, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Selasa.
Berbagai terobosan, kata Moeldoko, perlu dilakukan mulai dari perubahan struktural, aspek keterampilan internal dengan unit kerja di bawah kepemimpinannya maupun kerja sama eksternal dalam perluasan kapasitas akademis dan wawasan para taruna, sebagai generasi penerus TNI yang dipastikan tantangannya akan lebih berat.
Di sisi lain, Moeldoko mengharap komandan jenderal Akademi TNI dapat memahami dan mewujudkan Budaya Terintegrasi (Integrative Culture), baik terkait kultur integratif TNI yang mampu merangkum budaya keprajuritan di masing-masing matra TNI menuju reformasi budaya TNI pada era demokrasi.
Juga Budaya Terintegrasi dalam konteks berbagai transformasi nilai, yang harus dilakukan bagi pengembangan organisasi, serta mengantisipasi kecenderungan lingkungan nasional dan internasional yang berkembang. (Antara)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Rabu, 03 Desember 2014
Pendirikan bersama taruna TNI-Kepolisian Indonesia mulai 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
Seperti kata pepatah “tidak kenal maka tidak sayang”, setelah jilid 1 dan jilid 2 saya menceritakan beberapa kisah-kisah yang pernah terjadi...
-
NKRI sudah dikepung rapat oleh neokolim yang hampir sekarat ini: Darwin Australia, Cocos Island, Diego Garcia, Guam, Filipina sampai Singapu...
-
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...
-
Sekolah Penerbang Lanud Adisucipto tengah menunggu 18 pesawat baru G-120 TP Grob dari Jerman. Kehadiran pesawat ini diharapkan dapat meningk...
-
Beberapa negara sudah memulai proyek penelitian untuk memungkinkan umat manusia menghuni planet tersebut. Selasa sore kemarin, India sudah m...
-
Indonesia Membutuhkan radar canggih, penempatan persenjataan jarak menengah dan jauh serta profesionlisme prjurit yang handal Anggota Kom...
-
Kisah ini sengaja saya tulis berdasarkan catatan-catatan tertulis yang saya punya dan juga cerita-cerita dari para “Silent Warrior” pinisepu...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar