Perjalanan laju poros maritim dunia yang didengungkan oleh presiden Joko Widodo pada masa kampanye dahulu belum menemukan titik terangnya dalam tataran konsep dan strategi yang kemudian melahirkan suatu kebijakan.
Perumusan kebijakan dan strategi maritim itu tentunya memerlukan fungsi intelijen maritim dalam memberikan data yang akurat kepada pemerintah. Keberadaan intelijen maritim baik secara fungsi maupun kelembagaannya perlu menjadi sorotan tajam agar output yang dihasilkan pemerintah menjadi semakin mendekati visi poros maritim.
Mencermati permasalahan tersebut, pengamat intelijen yang mantan anggota BAIS, Laksda TNI (Purn) Robert Mangindaan menyatakan pada prinsipnya, tugas pokok intelijen adalah mencegah terjadinya pendadakan (to avoid surprise), yang secara klasikal dijabarkan dalam tiga spektrum yaitu political surprise, economic surprise, dan military surprise.
“Ketersediaan informasi di era informasi sekarang ini menjadi kebutuhan primer bagi semua pihak, terlebih bagi negara seperti NKRI yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah, dan berada di jalan silang dunia,” terang Bob biasa akrab disapa.
Ketua FKPM, itu menyampaikan secara struktur bahwa penyedia informasi (intelijen-red) untuk penyelenggaraan pemerintahan adalah pihak intelijen nasional dengan semua jajarannya, yang direkayasa sesuai dengan kebutuhan nasional.
“Pada aras stratejik di lingkungan birokrat, sepertinya banyak pihak yang kurang peduli dengan dukungan intelijen stratejik, hal ini barangkali disebabkan oleh beberapa hal, misalnya persepsi mereka yang memandang intelijen sebatas aras kegiatan spionase dan trauma terhadap kinerja intelijen di masa lalu,” bebernya..
Berdasarkan geografisnya, Bob menegaskan bahwa kita harus tahu siapa itu NKRI. Karena dari pengetahuan tersebut dapat dimengerti akan kebutuhan Indonesia khususnya dalam konteks intelijen maritim.
“Memahami pemaknaan sederhana bahwa laut yang luasnya 70% dari wilayah NKRI belum dieksploitasi secara optimal. Ekonomi maritim belum menggeliat, malahan di laut ada significant loss yang jumlahnya kurang lebih 30 milyar USD per tahun,” tandasnya.
Menurutnya, hal itu terjadi karena NKRI miskin dengan intelijen maritim, dan dampaknya adalah perumusan policy and strategy-nya menjadi tidak jelas.
“Bukan suatu kebetulan apabila Information Sharing Center dan Information Fusion Center di bidang keamanan maritim untuk ASEAN bermarkas di Singapura. Atau dengan kata lain supremasi informasi keamanan maritim ada di pihak Singapura, dan mereka pula yang mengendalikan keamanan maritim di seluruh perairan Asia Tenggara,” pungkas pria yang saat ini aktif mengajar di Lemhanas itu.
Komitmen Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia, ujian pertamanya adalah menggeser peranan Singapura khususnya dalam masalah keamanan maritim. Hal tersebut dapat tersebut bilamana Indonesia memiliki baik format maupun SDM intelijen maritim yang mumpuni. (JMOL)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Minggu, 24 Mei 2015
Tanpa Intelijen Maritim, Perumusan Maritime Strategy Tidak Jelas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Dalam pidato perdananya sebagai Presiden, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi berulang kali menegaskan visi pemerintahannya lima tahun ke d...
-
Ketua Payuguban Pelaku Pertempuran Lima Hari di Semarang Soedijono (90) mengaku kecewa pada banyaknya kasus korupsi di negeri ini. ...
-
Hacker Indonesia berhasil mematikan situs http://asis.gov.au hingga status 404 Not Found. Sasaran berikutnya adalah situs http://asio.gov.au...
-
Pengamat militer dari Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperrsi), Rizal Darma Putra, mengatakan Jenderal TNI Moeldok...
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
“‘Apa mungkin orang Indonesia bisa bikin pesawat terbang?’ Orang Indonesia memang gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri,” kata Bac...
-
Kapal berteknologi tercanggih TNI AL saat ini, KRI Klewang-625, terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur. Hingga berita i...
-
Tercium bau tak sedap dari rencana pemerintah untuk mengakuisisi delapan unit helikopter serang AH-64 Apache dari Amerika Serikat (AS). Pas...
-
PT Batan Teknologi (Persero) berencana membangun pabrik yang memproduksi isotop nuklir di Amerika Serikat (AS). Pengadaan isotop tersebut, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...


Kalau intelejen tdk masuk dlm kebijakan pemerintah yg salah adalah para menteri spt mentri Polhukam, Kemenhan, Bin dan saling memberikan masukan ke Presiden shg kebijakan pemerintah akan menjadi satu dr tugas Badan Intelejen Nasional. NKRI kuat kalau Intelejen Indonesia kuat..............
BalasHapusKalau intelejen tdk masuk dlm kebijakan pemerintah yg salah adalah para menteri spt mentri Polhukam, Kemenhan, Bin dan saling memberikan masukan ke Presiden shg kebijakan pemerintah akan menjadi satu dr tugas Badan Intelejen Nasional. NKRI kuat kalau Intelejen Indonesia kuat..............
BalasHapusKunjungi balik http://didhafairus.blogspot.com/
BalasHapus