Cari Artikel di Blog Ini

Minggu, 27 April 2014

Membongkar Arsip "Top Secret" Amerika & Australia Terhadap Kedaulatan Indonesia

Saudara-saudara,Ada kejadian menarik saat Prabowo hadir di kantor pusat PEPABRI (22/4/2014) memenuhi undangan seniornya di TNI seperti pak Agum Gumelar dan pak Wismoyo Arismunandar dkk--terjadi kebocoran pembicaraaan disana. Ruangan yang tertutup itu ternyata entah lupa atau disengaja--speaker nya masih menyala dan statement Prabowo terdengar jelas oleh para wartawan yang menunggu di luar.


Prabowo sempat mengucapkan soal krisis moneter 1998 yang dianggapnya "bohong" belaka. Menurut data yang dirangkumnya--memang terbukti tahun 1997-2000 tersebut Indonesia mampu meraih neraca positif export import yang tinggi. Rata-rata $ 25 miliar (Rp. 250 trilyun).

Prabowo menyebut saat itu yang terjadi adalah "perang ekonomi" karena adanya campur tangan pihak asing yang menjatuhkan nilai kurs rupiah yang mencapai penurunan 5000%.


Sungguh saya terkejut dan mencoba mencari perbandingan neraca export import saat ini. Makin terbelalak, tahun 2012 Indonesia defisit -$1,6 miliar (Rp. 16 Trilyun) dan 2013 lebih parah menjadi -$3,3 miliar (Rp. 33 Trilyun). Ini artinya, Indonesia sekarang sudah murni menjadi negara pengimpor dan sedang dalam kondisi krisis moneter sebenarnya.

Namun kita tidak dibuat tidak sadar dengan kondisi ini. Seperti dinina-bobokan.

Nah, kali ini saya tidak ingin panjang lebar membahas hal tersebut diatas. Saya ingin menggaris bawahi soal kata 'PERANG EKONOMI" yang esensinya sangat jelas bahwa kita memang sekarang sedang masuk dalam perang kemerdekaan jilid 2. Perang kedaulatan ekonomi.

Ya, saya tahu jika masih ada yang menganggap keterlibatan dan campur tangan asing khususnya Amerika adalah sekedar pengetahuan umum tanpa bukti kongkrit. Bahkan muncul semacam ledekan jika kita memberikan pertanda agar masyarakat Indonesia waspada terhadap campur tangan Amerika lagi terhadap hajatan Pilpres 2014. Katanya, "Iya, si copras-capres ini emang antek amerika--tuh lihat hidungnya segitiga". Ckckck...!

Coba sekarang mereka kita paksa membaca bocoran dokumen TOP SECRET yang saya unggah di google drive ini dengan link: https://docs.google.com/file/d/0BzmAljPlsjuoVXU1bmxjU09zZ1E/edit

Mungkin kita baru sadar dan terkejut.

Betapa memang Amerika dan sekutunya punya kepentingan yang sangat besar terhadap negara yang sangat kita cintai ini--INDONESIA!

Bahkan sejak negara kita ini berdiri tahun 1945 di zaman Bung Karno, pak Harto dan kini SBY.


Boleh cek documen pertama bernama "Pentagon Pappers: Eisenhower Administration" tahun 1953 yang diberi tanda stabilo kuning --sangat jelas dituliskan jika Presiden Eisenhower saat rapat dengan gubernur-gubernur Amerika mengatakan:

--"Anda benar-benar tidak paham, mengapa kita begitu peduli dengan sebuah sudut di tenggara Asia (Indonesia)."--

--"jika kita kehilangan semua itu, bagaimanakah dunia bebas akan mempertahankan 'empire" Indonesia yang kaya?"--

--Jadi ..., ketika Amerika Serikat memutuskan mengeluarkan $400 juta dolar (tahun 1953) untuk membantu perang itu, kita tidak memilih untuk program "giveaway". Kami memilih cara termurah yang kami bisa untuk mencegah terjadinya sesuatu yang paling mengerikan bagi Amerika Serikat--khususnya keamanan kita, kekuatan dan kemampuan untuk mendapatkan hal-hal tertentu kita butuhkan dari kekayaan di wilayah Indonesia, dan dari Asia tenggara."--

Bagaimana? Mengerikan bukan? Dokumen ini dengan sangat gamblang menjelaskan bahwa kekayaan alam kita memang diburu Amerika dan sekutunya untuk dihisap.

Gayung bersambut pun muncul dari tetangga kita paling selatan--Australia. Dokumen-dokumen tersebut juga menginformasikan tentang pengetahuan Pemerintah Australia akan pergerakan untuk membuat Maluku, Sulawesi Selatan, Aceh, Maluku Utara dan Sumatera Tengah untuk merdeka dari Pemerintah Indonesia.

Walau pun--alhamdulillah sampai kini masih lebih banyak rakyat Indonesia yang memilih bersatu dibawah panji Merah Putih dan Pancasila

Ditambah dokumen lain yang mengkonfirmasi tentang bantuan kemanusiaan Amerika dan Australia sebagai cara menekan pemerintah Indonesia agar tidak menasionalisasi perusahaan minyak Amerika yang beroperasi di Indonesia.

Bahkan kita juga bisa melihat bagaimana tahun 1961--Australia membuat pendataan peralatan perang yang dimiliki oleh Indonesia, lengkap dengan analisa jangkauan pesawat TNI AU, kapasitas kekuatan TNI AD, ketakutan Australia akan kendali Papua Barat oleh Indonesia yang menjadi ancaman nyata untuk Australia yang ingin membentuk "Australian New Guinea" dan Australia Timur.

Belum lagi keinginan Amerika dan Australia agar Indonesia menjadi "ramah" terhadap ekonomi Singapore. Halah, preeeeet!

Makin menjengkelkan tentu berita kabel Kedutaan Australia di jakarta tahun 1965 yang berisi tetantang partisipasi Australia dalam menjatuhkan Pemerintah Soekarno.

Nah, itu fakta dari dokument TOP SECRET yang tersimpan dengan baik dan baru dibuka 30 tahun kemudian karena adanya UU untuk membuka dokumen negara ini.

Dokumen yang jelas menunjukan tujuan utama mereka yang sangat sederhana: Memastikan rejim yang berkuasa, "berkuasa sesuai" dengan kehendak mereka.

Lalu sekarang di tahun 2014 ini - tahun pergantian presiden Indonesia, apakah publik Indonesia akan kembali tunduk pada skenario Amerika, ataukah kita bisa memilih pemimpin kita sendiri?

Apakah 30 tahun dari sekarang, tahun 2044 ketika dokumen-dokumen yang hari ini dicap TOP SECRET oleh pemerintah Amerika dibuka, kita atau mungkin anak dan cucu kita akan menangis karena kalah pada skenario Amerika--atau bangga karena berhasil mengalahkan mesin propaganda media mereka untuk mengangkat presiden 'boneka"?

Saya kembalikan lagi kepada saudara-saudara sekalian sebangsa setanah air, walau saya tetap akan memilih berjuang demi Indonesia yang berdaulat penuh secara ekonomi, dan berdaulat penuh secara politik.

Selamat pagi dan tetap MERDEKA...! 

Sumber : (Kompasnia | by Hazmi Srondol)

9 komentar:

  1. Bukti nyata berumur 30 tahun? Semua orang juga tau lah ini, basi banget buktinya.

    Berdaulat itu pilihan..

    Angkat topi untuk negara spt AS yg mau membuka rahasia atau 'dosa/borok' masa lalu. Kapan yah Indonesia bs seperti itu, mengakui kesalahan2 masa lalu, bukannya menghilangkan atau membantah itu tdk pernah terjadi. Tidak ada negara yg sempurna.

    Yah namanya jg Indonesia negara 'muda' semoga semakin bertambah umur semakin dewasa dan berhati besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya cuma seorang pedagang pinggir jalan jadi ilmu dan wawasannya cetek.
      Tapi menurut saya...dari dokumen itu kita bisa melihat cara berpikir, cara bertindak...atau karakter atau pola pikir negara Amerika.
      Dulu saya ga tahu kenapa Amerika ngotot menjatuhkan Sadam Husain?, Kenapa Amerika mau ngurusin negara antah berantah negara Mali, Afrika Tengah?, Kenapa Amerika ngurusin hal sepele urusan Kesultanan Sulu ??
      Dan ternyata, Di Irak bukan urusan senjata pemusnah massal tapi minyak...Di Mali dan Afrika Tengah urusan energi dikuasai perusahaan China..Di Sabah ada kebijakan meminggirkan Amerika..
      Jadi dari dulu sampai sekarang emang Amerika ga berubah dan itu harus diwaspadai oleh rakyat Indonesia.
      Presiden Irak pilihan Amerika walau mulai melawan. Malaysia mulai sadar setelah kasus Sulu bahwa Amerika tersinggung...
      Masih banyak lagi contohnya...lho

      Hapus
    2. Bro unknown, sy hargai pendapat anda. Tapi jangan menghakimi satu negara karena tindakan segelintir org2 di negara itu, dlm kasus ini AS.

      Silahkan cek berita2 aktual sekarang ini, kalau argumen AS nyerang Irak demi minyak itu tidak terbukti. Buktinya Pertamina kita, China, dan negara2 lain bisa mendapatkan ladang minyak/gas di Irak. Pendapat saya AS menyerang Irak krn keinginan/ 'dendam pribadi' dinasti Bush untuk menumbangkan Sadam dan untuk merangsang ekonomi AS yg sedang lesu saat itu. Perang itu adl bisnis yg bagus untuk industri manufaktur.

      Harus ditanya kenapa AS berbuat spt itu. Jawabannya sederhana, mereka negara besar dgn populasi yg cukup besar dan menguasai perdagangan dunia. Sama seperti Indonesia. Pemerintah AS jg bertanggung jawab untuk menghidupi rakyatnya, membantu bisnis warganya, dan menyediakan energi untuk menjalankan roda ekonomi senilai US$16Triliun (Ekonomi kita itu US$ 0,9Triliun). Pemerintah kita aja mati2an nyari minyak gas untuk listrik dan bbm ekonomi kita, apalagi negara yg ekonominya 16x lbh besar dr kita? Klo ga punya suplai minyak/gas yg aman gimana mau jalan pabrik2nya, gimana mau bekerja penduduknya, gimana mau makan penduduknya?

      Lihat deh berita sekarang, pemerintah kita sudah mulai mirip AS. Cari minyak ke luar negeri, akuisisi perusahan asing di luar negeri, merambah/mencoba menguasai pasar negara tetangga. Hal2 seperti itu dilakukan hampir oleh seluruh negara. Bedanya AS punya militer yg sangat kuat, jd bisa main tekan. Coba kita sekuat AS, sy ga percaya klo militer ga dipakai untuk diplomasi luar negeri hehe. Bukti? Lihat jaman Soekarno, saat kita kuat itu kita kan ga takut sama negara tetangga dan bahkan kirim pasukan diam2 loh. Sejarah selalu terulang.

      Benar dan setuju kita harus waspadai AS.

      Saya ngga ngerti apa hubungannya AS dgn Sulu, Mali, Afteng? Mali dan Afteng itu AS ga urusan, itu wilayahnya Prancis. Sulu sy jg baru denger tuh, kata siapa? Yg sy tau setelah kejadian Sulu, Malaysia skrng ni sedang membangun kekuatan Marinir (dulu ga punya) dengan bantuan AS (US Marines).

      Mohon pencerahannya soal AS di Sulu, Mali dan Afteng..

      Hapus
  2. Makanya pada memilihan Presiden tahun 2014 ini kita segenap rakyat Indonesia harus memilih pemimpin yang tegas,berani yang tidak mudah tunduk dengan interfensi asing ter masuk amerika dan sekutunya, ber arti kita harus merdeka secara ekonomi, berdiri tegak dalam menentukan sikap dan politik,,

    ,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tegas dan berani itu gampang tapi apakah militer kita sudah cukup kuat untuk jadi beking pemerintah supaya tegas dan berani. Ingat jaman Bung Karno sangat berani dan tegas karena militer pada jaman itu sangat luar biasa karena dukungan penuh dari beruang merah. Dan lihat pula komitmen rusia di suriah sehingga basar al assad berani berkata tidak pada AS................!. Memang di haruskan untuk semua rakyat Indonesia untuk mewaspadai amerika.

      Hapus
  3. Gimana cara downloadnya..tolong pencerahan? Mksh

    BalasHapus
  4. dari pada rebutan komentar, bagaimana kalo aku jadi presidennya...

    BalasHapus
  5. ..bertahap kita kuat kan tni kita dgn alutsita yg mumpuni...buat senjata sendiri dgn TOT..klw tdk dapat rebut dgn cara lain ..cina korut iran bisa...belajar rudal dgn iran atw korut klw cina agak susah didapat..beli pesawat dgn rusky ternyata lbh unggul...indonesia hrs buat satelit sendiri lapan...krn klw teknologi barat rawan di sadap...dan jgn lupa stock bbm kita hrs bisa untuk bertahan minimal..3 bulan..klw itu sdh terpenuhi ..pasti ..tni kita kuat brooooo....

    BalasHapus

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters