Cari Artikel di Blog Ini

Jumat, 30 Mei 2014

Personel TNI Siaga Penuh Amankan Pilpres 2014

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan akan memberikan kesiapan penuh dalam rangka pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Terkait jumlah personel, Moeldoko menilai tidak perlu memaparkan atau membatasi jumlahnya. Pihaknya memastikan kekuatan TNi siap pada posisi siaga penuh untuk pengamanan pilpres.


Personel TNI Siaga Penuh Amankan Pilpres 2014
Panglima TNI Jenderal Moeldoko (kanan) memeriksa pasukan pada Upacara Pembukaan Latihan Gabungan TNI Tahun 2014 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (19/5/2014). (Antara/Widodo S Jusuf)

"Saya tidak mau menjelaskan berapa besar tapi yang perlu ditanyakan apakah TNI siap atau tidak. TNI pasti siap. Seluruh prajurit akan berdiri di belakang saya untuk memastikan semua kondisi tetap berlangsung dengan baik," kata dia  di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/5/2014).

Dia mengaku TNI cukup lama tidak bermain di area seperti ini. Sehingga, imbuh dia, kemampuan teknis, daya tangkal, dan kesabaran TNI perlu dilatih.


"Mereka di lapangan pasti akan menghadapi persoalan yang nonteknis, seperti diludahi, dicaci maki, dilempar dan sebagainya. Kalau prajurit saya tidak punya daya tahan, cenderung mereka berbuat seenaknya di luar kendali komandannya dan pada akhirnya akan melakukan pelanggaran yang tidak semestinya. Maka itu kami latih terus menerus dan kini cukup meningkat dari waktu ke waktu. Pada prinsipnya memberikan kesiapan penuh untuk memberikan dalam rangka pengamanan pilpres," paparnya.

Disampaikan pula oleh Moeldoko, sikap TNI di Pilpres 2014 mendatang adalah netral. Hal tersebut, kata dia, juga diperkuat sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan TNI/Polri dinyatakan tidak dapat menggunakan hak pilih pada Pilpres 2014.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan hingga saat ini TNI telah membuat peta atas berbagai kemungkinan yang terjadi pada titik rawan ricuh saat pemilu.

Kalau dulu ada 9 daerah rawan, sambung dia, sekarang TNI tidak mengenal hal tersebut. Menurut Moeldoko, TNI harus selalu mewaspadai kerawanan tersebut di manapun.

"Pasti dalam pengalaman dari peta data intelijen, kami akan membaca kemungkinannya. Skenario planning apa yang akan terjadi dalam kondisi itu kami akan buat strategi. Dan strategi itu akan menjawab persoalan yang muncul di lapangan," pungkasnya. (MetroNews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters