Kapal selam pertama pesanan Indonesia yang dibuat oleh galangan kapal selam Korea Selatan DSME konstruksinya telah selesai dan kapal siap diluncurkan.
Kapal selam dengan nomor lambung 403 ini akan dinamakan KRI Nagabanda, urutan nama masih menyesuaikan dengan era tahun 1960-an ketika TNI AL masih mengoperasikan 12 kapal selam Whiskey class buatan Rusia.
Indonesia menanda-tangani kontrak pengadaan tiga kapal selam dengan DSME pada 20 Desember 2011, keseluruhan kapal akan diselesaikan pada semester pertama 2018. Sebanyak 2 kapal selam dibuat di Korea Selatan, sedangkan 1 kapal selam dibuat di galangan kapal PT PAL Surabaya.
Mengingat design kapal selam ini bersifat custom dan menyesuaikan dengan kebutuhan TNI AL maka pada bulan April 2013 barulah basic design dinyatakan komplet dan konstruksi dapat dimulai. Desain kapal selam berangkat dari Type 209/1200 dan spesifikasi yang disepakati menghasilkan kapal selam dengan bobot di permukaan 1.442 ton dan bobot ketika menyelam 1.572 ton.
Setelah diluncurkan kapal selam ini harus menjalani serangkaian uji coba sebelum dikirimkan, dan uji kapal selam memerlukan waktu yang lama, sebagai contoh adalah kapal selam Kilo Vietnam yang dipesan dari Rusia, untuk kapal selam kelima waktu untuk uji coba yaitu dari semenjak diluncurkan hingga berangkat pengiriman memerlukan waktu hingga 8 bulan.
Sepertinya penyelesaian kapal selam ketiga akan mengalami keterlambatan karena fasilitas galangan kapal selam di PT PAL baru akan selesai paling cepat pada triwulan ketiga tahun ini. Kemungkinan produksi kapal selam ketiga di PT PAL baru dapat menyerahkan kapal selam pada tahun 2019.
Dua unit kapal selam baru DSME 209/1400 diharapkan pada tahun 2017 sudah dapat beroperasi di perairan indonesia. Ketiga kapal selam ini menurut rencana akan menempati dermaga kapal selam baru milik TNI AL di Watusampu, Palu, Sulawesi. (defense-studies)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Minggu, 20 Maret 2016
Kapal Selam KRI 403 Nagabanda Pesanan TNI AL Siap Diluncurkan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
by Narayana ( JKGR ) Jakarta, Medio Maret 2014….Pukul 23.45 wib Malam telah beranjak larut, ketika saya merapihkan setumpuk dokumen yan...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Komando Pasukan Katak (Kopaska) adalah pasukan elite TNI Angkatan Laut yang memiliki kemampuan operasi militer di darat, laut dan udara. Tu...
-
Target TNI di Minimum Essential Force (MEF) I untuk mengantisipasi konflik/sengketa wilayah dengan negara tetangga di utara, seperti Kasus A...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan akan mengganti seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang usianya sudah tua . L...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar