Kapal layar tiang tinggi yang juga kapal latih bagi kadet Akademi TNI AL, pengganti KRI Dewaruci, telah mulai dibangun, di galangan kapal Contruccio Navale Freire, di kota Vigo, Spanyol.
Tiga blok lunasnya telah digabung dalam proses pembangunan kapal layar besar itu.
Dalam dunia perkapalan, proses pembangunan kapal dimulai dari pembangunan lunas kapal alias peletakan lunas kapal.
Upacara peletakan lunas kapal layar tiang tinggi ini dihadiri Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Leonardi, Komandan Satuan Tugas Pengadaan Kapal Layar Latih TNI AL, Laksamana Pertama TNI Didin Z Abidin, dan lain-lain.
Upacara peletakan lunas pertama kapal itu dilakukan pada 27 Januari lalu itu juga dihadiri Presiden Pemerintahan Galicia, Spanyol, Nunez Fejoo, Wali Kota Vigo, Abel Caballero, dan lain-lain.
Rancangan teknis kapal layar tiang tinggi itu menyebutkan, ukuran panjang totalnya 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas.
Kapal kelas Bark (Barque, bahasa Inggris) tiga tiang itu akan memiliki 26 layar dengan luas keseluruhan layar 3.352 meter persegi. Ketinggian dek utamanya 9,20 meter dari permukaan laut.
"Tiga blok lunasnya telah dirakit dari seluruh bagian yang akan disambung dan dilas satu demi satu. Pembangunan ini memakai sistem modul sehingga bisa relatif cepat dilakukan," kata Abidin, dari Vigo, Selasa.
Dia bersama beberapa perwira dan bintara TNI AL telah ada di Vigo, Pontevedra —550 kilometer arah barat laut Madrid— sejak beberapa pekan lalu.
Yang istimewa dari kapal layar tiang tinggi baru ini nanti, kata dia, pada instrumen navigasi pelayarannya yang lebih canggih, instrumen pemurnian air laut menjadi air tawar, hingga alat komunikasi dan data digitalnya.
"Akomodasinya juga lebih baik dan lebih representatif ketimbang kapal layar yang telah kita punya," katanya. Direncanakan, kapal layar tiang tinggi baru TNI AL ini akan berlayar perdana pada Mei 2017 untuk kemudian dilayarkan ke Tanah Air pada Juli 2017 nanti.
Dengan ukurannya yang besar itu, kapal layar tiang tinggi baru TNI AL yang belum diberi nama itu akan ditempatkan di dermaga tersendiri di dalam lingkungan Markas Komando Armada Kawasan Timur TNI AL, di Surabaya.
Kapal layar tiang tinggi baru TNI AL ini akan masuk klub elit kapal layar tiang tinggi ukuran di atas 100 meter. Mereka termasuk Esmeralda (Angkatan Laut Chile, kelas Barkentin tiga tiang, 113 meter), dan Kruzenshtern (Angkatan Laut Rusia, kelas Bark tiga tiang, 114,5 meter)
Juga setara dengan Juan Sebastian de Elcano (Angkatan Laut Spanyol, kelas Skuner layar atas empat tiang, 113 meter), dan Sedov (Angkatan Laur Rusia, kelas Bark tiga tiang, 117 meter).
Kapal layar tiang tinggi baru TNI AL ini bahkan lebih besar dari Mir (Angkatan Laut Rusia, kelas Full Rigged tiga tiang, 110 meter), dan Cuauhtemoc (Angkatan Laut Meksiko, kelas Bark tiga tiang, 96,5 meter) yang ketenarannya membayang-bayangi KRI Dewaruci di berbagai fora maritim internasional.
Juga Dar Mlodziezy (Angkatan Laut Polandia, kelas Full Rigged tiga tiang, 108,8 meter), USCG Eagle (Penjaga Pantai Amerika Serikat, kelas Bark tiga tiang, 89,9 meter).
Kapal layar tiang tinggi baru TNI AL ini akan menggantikan KRI Dewaruci yang telah dioperasikan sejak 1953. Dari lambung kapal layar tiang tinggi legendaris TNI AL inilah lahir semua pemimpin TNI AL dari dulu hingga kini.
KRI Dewaruci telah dua kali berlayar keliling dunia, yaitu pada 1964 dan 2010. Berbagai trofi, penghargaan, pengakuan, dan penghormatan layar internasional telah diraih KRI Dewaruci.
Di antaranya adalah Trofi Cutty Sark, sebagai kapal tercepat dan paling tepat dalam berlayar dalam turnamen layar internasional di Amerika Serikat. Ini adalah salah satu trofi layar tiang tinggi paling bergengsi di dunia.
Sebelum Tentera Laut Diraja Malaysia memiliki kapal layar Tunas Samudera, KRI Dewaruci menjadi satu-satunya kapal layar tiang tinggi dan kapal latih di ASEAN.
Sekalipun telah ada beberapa kapal layar tiang tinggi dan kapal latih di ASEAN, namun reputasi dan kharisma KRI Dewaruci yang secara resmi difungsikan Akademi TNI AL dan Komando Armada Kawasan Timur Indonesia TNI AL itu belum tergantikan. (Antara)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 04 Februari 2016
Kapal Pengganti KRI Dewaruci Mulai Dibangun
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
Seperti kata pepatah “tidak kenal maka tidak sayang”, setelah jilid 1 dan jilid 2 saya menceritakan beberapa kisah-kisah yang pernah terjadi...
-
NKRI sudah dikepung rapat oleh neokolim yang hampir sekarat ini: Darwin Australia, Cocos Island, Diego Garcia, Guam, Filipina sampai Singapu...
-
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...
-
Sekolah Penerbang Lanud Adisucipto tengah menunggu 18 pesawat baru G-120 TP Grob dari Jerman. Kehadiran pesawat ini diharapkan dapat meningk...
-
Beberapa negara sudah memulai proyek penelitian untuk memungkinkan umat manusia menghuni planet tersebut. Selasa sore kemarin, India sudah m...
-
Indonesia Membutuhkan radar canggih, penempatan persenjataan jarak menengah dan jauh serta profesionlisme prjurit yang handal Anggota Kom...
-
Kisah ini sengaja saya tulis berdasarkan catatan-catatan tertulis yang saya punya dan juga cerita-cerita dari para “Silent Warrior” pinisepu...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar