Cari Artikel di Blog Ini

Jumat, 01 Juli 2016

Jenderal Marinir ini Bela Guru Yang Dimeja Hijaukan Orang Tua Siswa

Seorang guru SMP di Sidoarjo diseret ke pengadilan gara-gara mencubit muridnya. Hal ini bukan kasus baru. Zaman sekarang, banyak orang tua yang melaporkan guru karena menghukum anak mereka. Padahal si anak dihukum karena melakukan kesalahan.

Aksi para orang tua ini membuat guru takut bertindak. Bagaimana nasibnya pendidikan Indonesia jika guru takut memarahi muridnya karena takut pada orang tua?


Jenderal Marinir ini Bela Guru Yang Dimeja Hijaukan Orang Tua Siswa

Ada kisah menarik dari Letnan Jenderal KKO Ali Sadikin. KKO TNI AL kini dikenal dengan nama Marinir, pasukan elite Angkatan Laut.

Ali Sadikin diangkat jadi gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Soekarno. Dia dikenal tegas dan berani. Bang Ali membereskan semua masalah di Jakarta. Mulai dari calo tanah hingga kontraktor yang merugikan rakyat.

Yang membuat Bang Ali prihatin adalah soal kenakalan siswa di Jakarta. Beberapa anak sekolah sampai berani memukul gurunya. Para guru takut untuk memberikan hukuman karena anak-anak itu membawa senjata milik orangtua mereka yang aparat keamanan. Jika ada apa-apa, orangtua mereka pun sering mengancam guru.


Mendengar laporan ini sang jenderal Marinir marah sekali. Bang Ali menggeleng-gelengkan kepalanya karena sedih dan emosi. Bagaimana bisa murid sekurang ajar ini pada gurunya.




"Saya jadi backing para guru. Karena itu para guru tidak usah takut pada senapan yang ditodongkan kepadanya oleh murid atau orang tuanya. Saya punya 70.000 senapan. Laporkan kepada saya jika ada yang menghalang-halangi tindakan para guru. Saya akan bereskan! Ini sudah merupakan konsesus saya dengan kadapol Metro Jaya Brigjen Widodo," kata Ali Sadikin dalam memoarnya seperti ditulis Ramadhan KH.

Bang Ali berkali-kali mengancam anak-anak yang nakal dan orang tua yang membela. Dia selalu menyampaikan ancaman ini di pertemuan guru dan orang tua.

"Hanya orang tua yang bodoh, yang tak tahu diri yang selalu membela anak-anaknya yang jelas dan tak benar," teriak Bang Ali.

Setelah Bang Ali bersikap tegas, jumlah kenakalan pelajar pun berkurang. Tidak ada lagi laporan ada orang tua yang berani ancam guru.

Semoga ada pejabat setegas Bang Ali yang bisa membela para guru yang benar. (Merdeka)

6 komentar:

  1. Aku setuju bang Ali....anak sekarang udah kelewatan nakalnya, dan orang tua merekapun tak mau tahu knakalan anaknya, main lapor aja...klo begini terus kapan murid2 bs dididik disiplin....

    BalasHapus
  2. yang terpenting tingkat / level kesalahannya kalau memang bandel menyelakan orang lain sampai terluka berdara di lakukan terus menerus oleh anak perlu di cubit, jiwir, juga jerah sampaikan ke orang tua nya, anak ibu / bapk bandel tolong di bina lagi bapak/ ibu jangan menyelakan orang terus menerus , secara sopan dan bersahabat pula menyampai kan nya.

    BalasHapus
  3. Kasihan guru itu.... Wajar aja mutu lulusan skrg banyak kurang bermutu dibandingkan jaman sebelumnya... Orang tuanya begitu.

    BalasHapus
  4. Hanya orangtua yg bodoh yg membela anaknya nakal, dan seorang anak yg merasa terlindungi karna perbuatan salahnya yg mendapat kelegalan dr orang tua maka mereka akan mencoba kenakalan yg lainya! Dan anak2 seperti itulah yg akan menyeret mereka ke neraka

    BalasHapus
  5. INI SEMUA HASIL DARI LIBERALISME YG MELLUNTURKAN AHLAK SISWA HINGGA AHIR NYA AHLAK GENERASI KITA AKAN HILANG. LIBERALIS AKAN MENGHANCURKA TATA KRAMA DAN KESOPANAN DENGAN BERSENJATAKAN HAM, PEJABAT2 NEGRI INI SADAR NGGAK SIH KALAU DI GIRING KE ARAH ITU ?. Dan seharus orang tua murit kudu sadar dan menyerah kan sepenuh nya pada guru bila di lingkungan sekolah kalau hanya sekedar di sentil ato di kepret yg penting tidak luka. Ham senjata ampuh imperialis kapitalis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

      Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

      Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

      Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

      Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

      Hapus

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters