Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 02 Desember 2012

AS Siap Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua

Asing akan tetap melibatkan diri dengan urusan Papua. Itulah yang menjadi perhatian Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai itoday, Senin (20/2).

Asing terlibat karena persoalan Papua tidak pernah selesai, tutur pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia ini.



Bendera Bintang Kejora
Bendera Bintang Kejora
(Foto: Istimewa / itoday.co.id)

Menurutnya, apa yang terjadi di Papua sekarang, jelas mengikuti skenario kemerdekaan Kosovo, yang berhasil memerdekakan dirinya dengan bantuan lembaga internasional. Hal ini terlihat dengan didaftarkannya kemerdekaan Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu lalu.

Jika asing melihat masalah Papua sebagai sebuah isu internasional yang hangat, dan menganggap Indonesia tidak peduli. Maka kesempatan Papua untuk merdeka akan semakin besar, jelasnya.


Hariyadi mengingatkan, keberadaan AS di Darwin, Australia, walau sebenarnya adalah untuk membendung Cina, tetapi jika masalah Papua semakin memanas, dan memperoleh pengakuan lembaga internasional sebagai sebuah negara merdeka, maka pangkalan AS di Darwin akan menjadi pangkalan yang bersifat multifungsi.

AS akan mengerahkan pasukannya di Darwin guna melindungi Papua, jika Indonesia nantinya menolak kemerdekaan Papua yang disahkan PBB secara sepihak, kata Hariyadi.

Apa yang dikatakan Hariyadi mengenai ancaman pangkalan AS di Darwin memang tidak bisa dianggap enteng. Sebab posisi Darwin sangat untuk mendukung posisi AS di ASEAN dan Laut Cina Selatan, atas Cina dan Rusia.

Tidak hanya itu, posisi Darwin juga memudahkan AS untuk mengirimkan pasukannya dengan menggunakan kapal selam dan kapal induk, ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia Pasifik.

Bagi Hariyadi, alasan mengapa masalah Papua tidak pernah selesai, karena pemerintah selalu menggunakan cara represif dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Sedangkan cara pendekatan lainnya kurang maksimal, sebab tim yang dibentuk selalu saja tidak bekerja dengan semestinya.



Sumber : itoday

10 komentar:

  1. akalan as aje tu dia mau mnguasai tanah yang kaya di tanah papua jngan ada yng masuk ke negara indonesia klo mau kita tutp usah


    anya di papua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi bro .... repotnya nantang AS malah dianggap teroris ... jadi DPO aparat negara

      Hapus
  2. ikuti langkah alm. pres. soekarno, hancurkan siapa saja yang merebut sejengkal tanah dari NKRI. pantang mundur dan terus maju hadapi layaknya ksatria. walau gugur di medan perang insyaAlloh syahid dan masuk syurga. siap siaga pasukan di perbatasan dan daerah konflik, karena pihak asing ingin mencari celah2 untuk masuk. dengan jurus kuncinya HAM, AS dan Australia menekan NKRI. jangan takut dan gentar,,, karena mereka lebih bajingan dalam hal HAM. siapkan rudal dan roket untuk menangkis serangan.

    BalasHapus
  3. datang saja kalo berani,biar kita bikin sate pasukan amerika itu,Amerika dan sekutunya datanglah,tanpa alat moderen kalian tak bisa apa apa, Australia si anjing yang suka mengadu domba dan memecah Republik ini,memanfaatkan kelemahan warga papua yang mudah di profokasi, siapa lagi kalo bukan pihak asing yang memberikan senjata kepada para OPM khususnya senjata itu datang dari pihak Anjing AUSTRALIA

    BalasHapus
  4. Yoi bro, USA melanggar HAM suku INDIAN dan AUSTRALIA melanggar HAM suku ABORIGIN, padahal mereka pemilik tanah, mereka yg memerintah di negara USA dan negara AUSTRALIA adalah orang / pendatang dari negara INGGRIS yg sekarang masih menjadi pejajah dinegeri orang INDIAN dan negeri ABORIGIN, sekedar informasi : bahkan sampai sekarang bisa dihitung dari mereka (suku INDIAN dan suku ABORIGIN) yg mnjadi pejabat yg berwenang di tanah kelahiran mereka sendiri. USA adalah negara yg katanya NEGARA DEMOKRASI NO. 1 ( DEMOKRASI PEMBOHONG)

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Amerika masuk papua Biayanya mahal mang Rusia dn Cina apa berdiam diri pasti dua negara ini akan berdiri dibelakang Indonesia Belum lg Iran dan Korea Utara yg musuh babuyutan AS, Perlu berpikir 1000x apa AS mau nambah musuh lagi,, dan ini bisa menyebakan ketdak stabilan Asia tenggara,,

    BalasHapus
  7. mana ANJING ANJING PEMBELA HAM?????
    MANA BUDAK BUDAK PEMBELA HAM????????

    BalasHapus
  8. Ayo anak2 bangsa suku papua jangan anda dijadikan budak orang2 kulit putih, NKRI memberikan kesempatan utk memberikan kemerdekaan berfikir berkarya menjadi seorang pemikir dunia/presiden NKRI yg mendunia menyamai AMIRIKA. Siapkan diri anda utk menjadi presiden, SUKU2 NKRI yg ada di dunia bantulah suku2 kita yg masih perlu dukungannya. MERDEKA NKRI......

    BalasHapus
  9. Lebih baik pindahkan segera pusat pemerintahan ke papua sehingga papua lebih terjaga dan dapat cepat membangun daerahnya. Dengan adanya pusat pemerintahan disana, dijamin pihak asing akan berpikir ulang jika ingin meng-obok2 papua.
    Jika hanya mengandalkan pendekatan saja dijamin tidak akan berhasil, sebab semuanya harus berkoordinasi dgn pusat yang ada dijakarta. Proses koordinasi itu makan waktu loch, paling cepat 1 hari atau malah bisa berhari2, mingguan, bulanan atau malah tahunan. Ingat untuk memerdekakan diri cukup dgn waktu sekejap siapa saja bisa mendeklarasikannya. Jika deklarasi ini sampai keluar negeri maka sudah pasti akan sulit untuk bertindak.

    BalasHapus

Berita Strategi Militer Terbaru

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters