Cari Artikel di Blog Ini

Selasa, 24 Desember 2013

Marty Natalegawa, Persoalan Papua Memerlukan Perhatian di Dalam Negeri

Persoalan Papua yang kerap menjadi duri dalam daging diplomasi Indonesia menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa lebih banyak memerlukan perhatian di dalam negeri ketimbang aspek luar negerinya.

Marty Natalegawa, Persoalan Papua Memerlukan Perhatian di Dalam Negeri


Meski tahun lalu masalah Papua mencuat lantaran pemberitaan kantor gerakan pro-kemerdekaannya dibuka di sejumlah negara sahabat, menurut Marty, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Kenyataannya, perkembangan dalam beberapa tahun terakhir dari dimensi luar negeri jauh lebih terkelola dibandingkan di masa lalu. Pihak yang meragukan tidak ada di tingkat negara, kecuali satu, yaitu Vanuatu. Itu pun karena masalah politik domestik mereka,” kata Marty menjawab pertanyaan Tempo dalam wawancara terbatas di Jakarta, Jumat sore, 20 Desember 2013.


Dia menekankan tidak ada lagi negara lain yang mempermasalahkan Papua. Meskipun ada kelompok lembaga swadaya masyarakat di negara-negara, seperti Eropa, Inggris, Belanda, dan Australia, yang masih menyuarakan upaya kemerdekaan Papua.

Namun, dia menyebutkan, pembukaan kantor-kantor pro-kemerdekaan Papua itu hanya sebatas konferensi pers. Sementara kondisi fisik kantor sebenarnya tidak ada. “Di Inggris, kantornya kosong. Di Belanda lebih kosong lagi. Setelah konferensi pers, sewa gedung, selesai, ditinggalkan,” kata dia.

Meski demikian, ada beberapa dimensi yang bisa memberi celah bagi komunitas internasional untuk mengecam Indonesia. Dimensi-dimensi tersebut antara lain soal hak asasi manusia, akses media asing ke Papua, serta masalah lingkungan.

“Kalau kita membiarkan pelanggaran HAM di Papua, ini celahnya. Bukan saja masyarakat internasional, rakyat Indonesia pun peduli,” kata Marty.

Sementara soal terbatasnya akses media asing ke Papua membuat seolah-olah ada yang ditutupi pemerintah. “Jadi permasalahannya ada di tangan kita, itu yang harus dikelola dengan baik,” dia menegaskan. (Tempo)

5 komentar:

  1. lah solusi paua itu gampang kok cm 1 usir freeport dr tanah papua biarkan rakyat indonesia yg mengolah papua, gampangkan.

    BalasHapus
  2. bangga dengan papua bangga dengan indonesia yg besar dan luas dan sumber daya alam besar. biji besi. emas. tembaga. timah. batubara. minyak bumi. batu bara. tidak ada yang seperti wilayah bagian barat indonesia di seluruh dunia yang mengeruk alam besar besaran sampai terlihat lubang terbesar diseluruh dunia. freepot. krakataw steel dan pertamina bertengger perusahaan no 1 terbesar seluruh dunia. bloomberg tv indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Loe ngomong apa bicara,sumpah gk ada makna nya bgt

      Hapus
  3. papua hrs pake ecatalog pemprov nya biar duitnya ga banyak dicolongin...

    BalasHapus
  4. papua jadi duri dalam daging akaibat ulah antek barat berkuasa , kalau tegas mana ada duri dalam daging . apa susahnya menghadapi segelintir orang megatas namakan ham . padahal mereka emmas dan kekayaan alam yg di incar ini fakta . berkaca ke saman bungkarno dan kawan 2.. perebutan papua rakyat indonesia di ponpa untuk melawan sekutu ahirnya bisa liat sendiri.
    sekutu takluk papua pun milik nkri , beda sekarang sebaliknya demi harta dan mintak dukumgan kukuasaan rakyat di takut takutin supaya kerja sama penjarahan di bumi papua berjalan lancar . tragis kalau nkri sudah di kuasai maling gaku 2... superman .

    BalasHapus

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters