Cari Artikel di Blog Ini

Minggu, 22 Maret 2015

Korps Marinir TNI AL Latihan Bersama USMC

Asisten Operasi Komandan Pasmar-1 (Asops Danpasmar-1) Kolonel Marinir I Made Sukada mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington secara resmi membuka latihan bersama Korps Marinir TNI AL dengan United States Marine Corps (USMC) di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jatim, Kamis (19/3/2015).

Foto Bersama - Korps Marinir TNI AL dan USMC. (Foto: Dispen Kormar)

Latihan bersama dengan nama Lantern Iron 15-5524 yang diikuti oleh prajurit Taifib Korps Marinir dan US MARSOC tersebut berlangsung mulai 19 Maret 2015 hingga 10 April 2015.

Dalam amanatnya yang dibacakan Asops Danpasmar-1, Komandan Korps Marinir mengatakan bahwa situasi global khususnya keamanan maritim menuntut kesiapan Korps Marinir secara optimal. Untuk mencapai tingkat kesiapan yang optimal tersebut, prajurit Korps Marinir yang profesional dituntut untuk memiliki standar tertinggi dalam hal teknik dan taktik guna menangani berbagai situasi yang berkembang, sehingga dengan pelaksanaan latihan Lantern Iron 15-5524 semua tuntutan dapat terpenuhi.


Latihan kali ini, lanjutnya, memfokuskan pada permasalahan pertempuran di darat dan laut mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya. Kedua belah pihak akan saling bertukar pengetahuan, khususnya materi kemampuan Intai Amfibi, perang hutan dan sniper melalui metode teori hingga praktek di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Korps Marinir berharap melalui latihan ini penguasaan materi dapat lebih meningkat, meskipun materi-materi tersebut bukan hal yang baru.


Peserta Latihan bersama. (Foto: Dispen Kormar)

Sementara itu, Mayor Marinir Freddy Ardianzah selaku Komandan Satgas Latihan mengatakan tujuan latihan Lantern Iron 15-5524 yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib serta menjalin kerjasama/persahabatan dengan prajurit US MARSOC dalam bidang militer.

Materi yang dilatihkan, lanjutnya, meliputi teori di kelas dan praktek di lapangan, untuk teori di kelas meliputi pertolongan pertama korban perang (Medical/Tactical Combat Casualty Care), Patroli Tempur (Combat Patrol) dan identifikasi serta tindakan terhadap bahan peledak (Demolition Identification dan reaction), sedangkan untuk praktek dilapangan, materinya meliputi menembak sniper, operasi perang kota (military operation in urban terrain), Close Quarter Batle (CQB), Patroli Hutan Rawa (Swamp Forest Patrol), latihan renang rintis (scout swimmer practice), raid amfibi, pengintaian pantai lanjutan (advanced beach reconnaissance), jungle and sea survival dan berganda (full mission profile).

“Latihan dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Korps Marinir Baluran untuk materi teori dan menembak, sedangkan untuk materi lainnya dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur Lampon Banyuwangi,” pungkas. (JMOL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters