Cari Artikel di Blog Ini

Kamis, 31 Maret 2016

Ditembak Teroris Tahun 2012, Anggota Polsek Surakarta Akhirnya Meninggal Dunia

Seorang anggota kepolisian di Kepolisan Sektor Serengan, Surakarta, Jawa Tengah, Aipda Endro Margiyanto meninggal setelah dirawat di rumah sakit lantaran luka yang tak kunjung sembuh.

Luka itu berasal dari tembakan dari orang yang diduga teroris saat dia berjaga di pos pengamanan lebaran pada 2012.


Ditembak Teroris Tahun 2012, Anggota Polsek Surakarta Akhirnya Meninggal Dunia.jpg

Juru bicara Kepolisian Resor Kota Surakarta Ajun Komisaris Yuliantara mengatakan, saat itu Endro terkena luka tembak di bagian pinggang. "Saat itu proyektil telah dikeluarkan melalui sebuah operasi," katanya saat ditemui di rumah duka, Kamis 31 Maret 2016.

Masalahnya, Endro ternyata mengidap diabetes sehingga luka itu tak kunjung sembuh. "Dia tidak bisa lagi bekerja setelah kejadian tersebut," katanya. Bahkan, ujar Yuliantara, Endro juga harus beberapa kali dirawat di rumah sakit lantaran luka itu. Polisi berusia 51 tahun itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit, Rabu 30 Maret 2016.


Pada insiden yang terjadi empat tahun lalu itu, Endro serta ketiga rekannya tengah berjaga di Pos Pengamanan 05 Gemblekan menjelang hari raya Idulfitri. Tiba-tiba, dua orang yang mengenderai sepeda motor menembaki pos itu. Akibatnya, dua anggota polisi terluka. Endro terkena tembakan di bagian pinggang kiri dan peluru bersarang di tulang pinggul kanannya. “Kalau tidak terkena tulang, mungkin peluru langsung keluar,” kata dia di rumahnya, kompleks Asrama Polisi Panularan blok 1, Surakarta pada 16 September 2012. Sedangkan rekannya, Briptu Kukuh Budiyanto hanya menderita luka tembak di ibu jari kaki.

Endro mengatakan, pada saat kejadian dia hanya mendengar suara tembakan. Kemudian saat akan berdiri dari kursi, tubuhnya terasa berat. “Refleks saya memegang pinggang kiri yang terasa sakit. Ternyata mengeluarkan darah, dan saya baru sadar kalau saya tertembak,” katanya.

Detasemen Khusus 88 Antiteror kemudian menyergap dua orang yang diduga pelaku serangan. Dua terduga teroris bernama Farhan Mujahid dan Muchsin Tsani itu tewas dalam penyergapan di Jalan Veteran Surakarta.

Sejumlah penyerangan terjadi pada saat itu dengan target polisi di Surakarta. Penyerangan di pos pengamanan lebaran di Gemblekan terjadi  pada 17 Agustus 2012. Sehari kemudian pos pengamanan di Gladag dilempar granat. Terakhir pada 30 Agustus, pos polisi Singosaren dihujani tembakan dan menyebabkan Bripka Dwi Data meninggal. (Tempo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters