Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Tito Karnavian menegaskan ada kemungkinan peristiwa ledakan di toilet Mal Alam Sutera, Tangerang, Banten, Kamis (9/7), behubungan dengan seruan Juru Bicara Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk berjihad di Bulan Ramadan.
"Mungkin ada kaitannya dengan pernyataan dari Abu Muhammad Al-Adnani yang mengatakan Bulan Ramadan adalah bulan paling bagus untuk berjihad," kata Tito kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (11/7).
Tito mengatakan, Indonesia diketahui memiliki jaringa-jaringan ISIS. Sehingga, Detasemen Khusus 88 Anti-Teror dilibatkan oleh Polda Metro Jaya untuk mempelajari kemungkinan aksi teror yang terjadi di Mal Alam Sutera berkaitan dengan fatwa tersebut.
Lebih lanjut, Tito mengungkapkan, ada kelompok-kelompok di Indonesia yang berafiliasi dengan ISIS. Kelompok tersebut tersebar di beberapa lokasi, seperti; Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun, Jemaah Al-Islamiyah yang merupakan kelompok Bom Bali diyakini tidak berafiliasi dengan ISIS.
"Jaringan yang ada di sana berhubungan dengan kelompok yang ada di kita, otomatis kita harus waspada. Terutama di wilayah yang disebutkan tadi," ujarnya.
Selain menjelaskan perihal fatwa tersebut, Tito mengatakan, terduga pelaku bom di Mal Alam Sutera memiliki karakteristik, yaitu tidak menjadikan masyarakat umum, khususnya warga Indonesia sebagai targetnya. Ia mencontohkan, kelompok yang jelas menargetkan asing (barat) adalah kelompok Jamaah Al-Islamiyah (JI).
"Kalau kelompok JI agak sedikit jauh. JI dari dulu tidak menargetkan masyarakat umum, targetnya dari dulu barat," katanya.
Tito menuturkan, bahan peledak yang digunakan kelompok JI terbilang canggih, berbeda dengan yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) Mal Alam Sutera. Menurut Tito, terduga pelaku pengeboman di Mal Alam Sutera terbilang masih dalam percobaan. Ia menilai, pelaku masih melakukan eksperimen terhadap lokasi yang diledakkan.
"Ini relatif eksperimen, masih coba-coba. Tergetnya kan Mal, Mal bukan target barat," ujarnya.
Oleh sebab itu, Tito yakin, pelaku bom di toilet Mal Alam Sutera bukan dari kelompok JI. Sebab, ia melihat contoh kasus sebelumnya, seperti kasus bom buku di Kantor Berita Radio (KBR), Utan Kayu, Jakarta, pada Maret 2011, yang di otaki oleh Pepi Fernando.
Hasil penyelidikan kala itu membuktikan, sebelum keluar dan membentuk kelompok sendiri, pada tahun 1998, Pepi diketahui pernah bergabung dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Disana Pepi aktif mendalami kajian yang bekaitan dengan NII, melalui buku-buku yang ia baca.
"Kita tahu ini kelompok lain, kelompok lain itu yang kita atensi," ujarnya.
Sebelumnya, Tito mengatakan polisi telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku peladakan bom di Mal Alam Sutera, Tangerang, Banten, Kamis (9/7). Dugaan tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
"Iya, laki-laki. Ada petunjuk CCTV, tapi tidak mungkin kita publikasi ke publik, ini untuk kepentingan polisi," kata Tito kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (11/7).
Tito menjelaskan, dari pemeriksaan CCTV yang berada dekat toilet menunjukkan, ada seorang pria yang telihat membawa sebuah bungkusan berukuran kecil, yang sementara diduga merupakan bom yang meledak. (CNN)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Minggu, 12 Juli 2015
Polisi Duga Bom Alam Sutera Terkait Seruan ISIS
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
Seperti kata pepatah “tidak kenal maka tidak sayang”, setelah jilid 1 dan jilid 2 saya menceritakan beberapa kisah-kisah yang pernah terjadi...
-
NKRI sudah dikepung rapat oleh neokolim yang hampir sekarat ini: Darwin Australia, Cocos Island, Diego Garcia, Guam, Filipina sampai Singapu...
-
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...
-
Sekolah Penerbang Lanud Adisucipto tengah menunggu 18 pesawat baru G-120 TP Grob dari Jerman. Kehadiran pesawat ini diharapkan dapat meningk...
-
Beberapa negara sudah memulai proyek penelitian untuk memungkinkan umat manusia menghuni planet tersebut. Selasa sore kemarin, India sudah m...
-
Indonesia Membutuhkan radar canggih, penempatan persenjataan jarak menengah dan jauh serta profesionlisme prjurit yang handal Anggota Kom...
-
Kisah ini sengaja saya tulis berdasarkan catatan-catatan tertulis yang saya punya dan juga cerita-cerita dari para “Silent Warrior” pinisepu...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar