Cari Artikel di Blog Ini

Senin, 28 September 2015

HUT TNI ke-70, Saatnya TNI Unjuk Kekuatan di ALKI I

Peringatan HUT TNI ke-70 yang berlangsung di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten pada 5 Oktober mendatang akan menjadi ajang unjuk gigi kekuatan TNI di kawasan. Seluruh matra akan menampilakan personel dan alutsista terbaiknya pada perhelatan akbar tesebut, tidak terkecuali matra laut yang akan menampilkan unjuk gigi kekuatannya di selat yang termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I tersebut.

HUT TNI ke-70, Saatnya TNI Unjuk Kekuatan di ALKI I

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma TNI M. Zainudin menjelaskan pada pelaksanaan tersebut, TNI AL akan mendemonstrasikan seluruh kekuatan terbaiknya baik personel maupun material.

“Kita akan menurunkan sebanyak 3.374 personel, 43 KRI dari berbagai tipe termasuk kapal selam, dan 25 Pesawat Udara (Pesud) serta puluhan tank amfibi terbaru dalam peringatan tersebut,” ungkap Kadispenal.

Lebih lanjut, Kadispenal menuturkan demonstrasi yang akan dipentaskan oleh TNI AL antara lain Sailing Pass, Pendaratan pasukan amfibi, dan pertempuran laut.


“Kita bersama-sama dengan TNI AD dan AU akan mendemonstrasikan skema pertempuran laut,” tambahnya.

Secara geopolitik, peringatan tersebut memiliki arti strategis baik kepada kawasan maupun dunia internasional. Pasalnya Selat Sunda merupakan jalur pelayaran internasional yang ramai dilewati oleh kapal-kapal asing pasca disahkannya UNCLOS 1982.

Menurut, Direktur Pengkajian Strategi dan Operasi (Dirjianstraops) Seskoal Kolonel Laut (P) Agus Priyatna ketika dihubungi Jurnal Maritim menerangkan secara geopolitik bahwa pelaksanaan HUT TNI di Selat Sunda kali ini akan memiliki deterance effect yang berdampak pada kedaulatan dan kewibawaan NKRI di mata dunia internasional.

“Sudah otomatis peringatan HUT TNI di Selat Sunda akan memiliki efek gentar yang baik pada jalur pelayaran internasional (ALKI-red) itu. Terutama mungkin Australia yang pernah melintas kapal selam-nya di selat itu,” ujar Agus.

Begitu pun pada operasi yang dipentaskan oleh TNI AD dan AU dalam perhelatan itu tentunya juga semakin membuat gentar negara-negara yang kapalnya melintas di selat tersebut. Sambung Agus, operasi gabungan TNI dalam bentuk latihan dan demonstrasi baru dilaksanakan saat ini setelah terakhir di zaman Presiden Soeharto pada era 1980-an.

“Selat Sunda itu kan memiliki jarak 32 Nm ke kiri dan 25 Nm ke kanan, sudah pasti pelayaran internasional akan diarahkan untuk tidak mendekat pada lokasi demonstrasi. Bukan berarti menutup jalur itu karena tidak boleh menurut ketentuan UNCLOS 1982 tetapi hanya mengalihkan saja,” terangnya.

Peringatan ini juga sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia sebagaimana yang disebutkan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Lomba Lari HUT TNI, Minggu, (27/9) lalu. (JMOL)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters