Peringatan HUT TNI ke-70 yang berlangsung di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten pada 5 Oktober mendatang akan menjadi ajang unjuk gigi kekuatan TNI di kawasan. Seluruh matra akan menampilakan personel dan alutsista terbaiknya pada perhelatan akbar tesebut, tidak terkecuali matra laut yang akan menampilkan unjuk gigi kekuatannya di selat yang termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma TNI M. Zainudin menjelaskan pada pelaksanaan tersebut, TNI AL akan mendemonstrasikan seluruh kekuatan terbaiknya baik personel maupun material.
“Kita akan menurunkan sebanyak 3.374 personel, 43 KRI dari berbagai tipe termasuk kapal selam, dan 25 Pesawat Udara (Pesud) serta puluhan tank amfibi terbaru dalam peringatan tersebut,” ungkap Kadispenal.
Lebih lanjut, Kadispenal menuturkan demonstrasi yang akan dipentaskan oleh TNI AL antara lain Sailing Pass, Pendaratan pasukan amfibi, dan pertempuran laut.
“Kita bersama-sama dengan TNI AD dan AU akan mendemonstrasikan skema pertempuran laut,” tambahnya.
Secara geopolitik, peringatan tersebut memiliki arti strategis baik kepada kawasan maupun dunia internasional. Pasalnya Selat Sunda merupakan jalur pelayaran internasional yang ramai dilewati oleh kapal-kapal asing pasca disahkannya UNCLOS 1982.
Menurut, Direktur Pengkajian Strategi dan Operasi (Dirjianstraops) Seskoal Kolonel Laut (P) Agus Priyatna ketika dihubungi Jurnal Maritim menerangkan secara geopolitik bahwa pelaksanaan HUT TNI di Selat Sunda kali ini akan memiliki deterance effect yang berdampak pada kedaulatan dan kewibawaan NKRI di mata dunia internasional.
“Sudah otomatis peringatan HUT TNI di Selat Sunda akan memiliki efek gentar yang baik pada jalur pelayaran internasional (ALKI-red) itu. Terutama mungkin Australia yang pernah melintas kapal selam-nya di selat itu,” ujar Agus.
Begitu pun pada operasi yang dipentaskan oleh TNI AD dan AU dalam perhelatan itu tentunya juga semakin membuat gentar negara-negara yang kapalnya melintas di selat tersebut. Sambung Agus, operasi gabungan TNI dalam bentuk latihan dan demonstrasi baru dilaksanakan saat ini setelah terakhir di zaman Presiden Soeharto pada era 1980-an.
“Selat Sunda itu kan memiliki jarak 32 Nm ke kiri dan 25 Nm ke kanan, sudah pasti pelayaran internasional akan diarahkan untuk tidak mendekat pada lokasi demonstrasi. Bukan berarti menutup jalur itu karena tidak boleh menurut ketentuan UNCLOS 1982 tetapi hanya mengalihkan saja,” terangnya.
Peringatan ini juga sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia sebagaimana yang disebutkan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Lomba Lari HUT TNI, Minggu, (27/9) lalu. (JMOL)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Senin, 28 September 2015
HUT TNI ke-70, Saatnya TNI Unjuk Kekuatan di ALKI I
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Dalam pidato perdananya sebagai Presiden, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi berulang kali menegaskan visi pemerintahannya lima tahun ke d...
-
Ketua Payuguban Pelaku Pertempuran Lima Hari di Semarang Soedijono (90) mengaku kecewa pada banyaknya kasus korupsi di negeri ini. ...
-
Hacker Indonesia berhasil mematikan situs http://asis.gov.au hingga status 404 Not Found. Sasaran berikutnya adalah situs http://asio.gov.au...
-
Pengamat militer dari Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperrsi), Rizal Darma Putra, mengatakan Jenderal TNI Moeldok...
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
“‘Apa mungkin orang Indonesia bisa bikin pesawat terbang?’ Orang Indonesia memang gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri,” kata Bac...
-
Kapal berteknologi tercanggih TNI AL saat ini, KRI Klewang-625, terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur. Hingga berita i...
-
Tercium bau tak sedap dari rencana pemerintah untuk mengakuisisi delapan unit helikopter serang AH-64 Apache dari Amerika Serikat (AS). Pas...
-
PT Batan Teknologi (Persero) berencana membangun pabrik yang memproduksi isotop nuklir di Amerika Serikat (AS). Pengadaan isotop tersebut, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar