Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku bingung laut
Indonesia yang begitu luas, hanya dijaga sedikit kapal-kapal patroli
TNI-AL dengan ukuran kapal besar. Kondisi ini membuat pelaku illegal
fishing masih bebas mencuri ikan di laut Indonesia meski ada ancaman
penenggelaman kapal.
"Tolonglah pemerintah belikan TNI-AL 6-8
kapal level LPD (landing platform dock) yang panjangnya 140 meter. Bukti
kapal Silver Sea yang melakukan transipment dengan kapal Indonesia di
Papua malah dapatnya dari foto patroli udara Australia," kata Susi dalam
diskusi "Laut Masa Depan Bangsa" di Gedung Minabahari III, kantor
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (30/9/2015).
LPD
adalah kapal perang amfibi yang mampu meluncurkan, membawa dan
mendaratkan elemen kekuatan darat untuk misi-misi perang gerak cepat.
Kapal-kapal ini umumnya dirancang untuk membawa pasukan ke zona
pertempuran lewat laut dan memiliki kemampuan membawa kekuatan udara
terbatas seperti helikopter.
TNI-AL memiliki 4 kapal LPD yaitu KRI Makassar, KRI Surabaya, KRI Banjarmasin, dan KRI Banda Aceh.
Menurut
Susi, meski mahal, harga kapal kelas LPD masih sangat kecil nilainya
ketimbang kerugian negara akibat pencurian ikan. Menurutnya bila
dibanding dengan kerugian 'kebocoran' BBM bersubsidi yang salah sasaran
akibat illegal fishing, harga kapal besar TNI-AL tak ada artinya.
"Jangan
dilihat harganya. Kalau satu kapal yang canggih kan LPD, itu harganya
Rp 2-3 triliun. Belilah 4 dalam setiap dua tahun, nggak sampai Rp 15
triliun. Dari rugi BBM subsidi dari illegal fishing Rp 30 triliun," ujar
Susi.
Diungkapkan Susi, dirinya sudah bicara dengan presiden
untuk menambah kapal-kapal patroli TNI-AL. Selain kapal laut, dirinya
juga mendorong pemerintah membeli lebih banyak pesawat patroli udara.
"TNI-AL
juga harus bicara ke pemerintah bahwa dengan hilangnya illegal fishing
bisa hemat BBM ratusan triliun. Itu tagihlah ke pemerintah hilang
kerugian buat ditukar jadi kapal LPD," jelas Susi.
"Saya kadang
bingung. Kapal KRI kita yang besar sekarang hanya 4 buah, yang lain yang
kecil dan menengah. Kapal kan juga harus ada maintenance, kalau mau
efektif 70% operasi, 30% maintenance. LPD kalau bisa tambah 12 lagi, itu
baru aman," tegasnya. (Detik)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 01 Oktober 2015
Butuh Tambahan 12 Kapal Landing Platform Dock (LPD) Untuk Jaga Maritim RI dari Ilegal Fishing
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
... mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon ...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Yahudi dan Israel Merasa Disudutkan Indonesia Kelompok pendukung Israel dan Yahudi menilai, Indonesia kerap menyudutkan mereka. Menurut mere...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
Target TNI di Minimum Essential Force (MEF) I untuk mengantisipasi konflik/sengketa wilayah dengan negara tetangga di utara, seperti Kasus A...
-
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan akan mengganti seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang usianya sudah tua . L...
-
Kapal berteknologi tercanggih TNI AL saat ini, KRI Klewang-625, terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur. Hingga berita i...


Seharsnya LPD dpt dijadikan kapal penyerang dg roket darat, spt serangan kapal Rusia menyerang sasaran pembrontak Suria dan dpt mencapai target sasaran serangan musuh. Juga dilengkapi roket anti pesawat, baru di ikuti kapal2 pendamping................
BalasHapus