Cari Artikel di Blog Ini

Senin, 25 Januari 2016

Mabes Polri Selidiki Dugaan Keterlibatan Freddy dalam ISIS

Bandar narkoba jaringan internasional Freddy Budiman bakal diperiksa Mabes Polri terkait dugaan keterlibatannya dengan jaringan terorisme Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Saat ini polisi sedang melakukan proses penyelidikan.

"Mungkin juga diperiksa. Yang ditangkap di Tangerang terlibat kasus pembunuhan saja. Begitu disatukan dengan mereka (terpidana teroris) jadi grup radikal," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (22/1). 


Mabes Polri Selidiki Dugaan Keterlibatan Freddy dalam ISIS

Anton berpendapat, seharusnya sel jaringan terorisme dipisahkan dengan narapidana lainnya. Hal itu untuk mencegah meluasnya pengaruh paham radikal yang dikembangkan pelaku teror di dalam penjara.

"Makanya harus dipisahkan. Bahaya jika disatukan. Harus sel khusus, sendiri-sendiri," kata Anton. "Perlu diisolasi dan pengawasan khusus sehingga tidak mengontaminasi orang-orang lain."


Namun, ia mengatakan kebijakan untuk mengisolasi tahanan terorisme merupakan kewenangan pihak lembaga pemasyarakatan, bukan otoritas kepolisian.

Anton pesimistis hal itu bisa diterapkan karena Indonesia masih kekurangan ruangan sel.

"Apakah kita mampu, kapasitas 20 saja diisi seratus," kata Anton.

Anton mengatakan, saat ini kepolisian belum bisa memastikan bahwa Freddy terlibat jaringan ISIS.

Dugaan Suplai Dana


Menurut Anton, ada kemungkinan bahwa aliran dana narkoba yang dipegang Freddy ikut disumbangkan untuk mendukung kegiatan ISIS.

"Itu bisa saja, karena mereka menghalalkan segala cara. Semua masih dalam penyelidikan," kata Anton.

Freddy Budiman merupakan terpidana mati bandar narkoba jaringan internasional, yang ditangkap karena ketauan menyelundupkan 1,4 juta pil ekstasi dari Tiongkok.

Dia kemudian mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Satu tahun kemudian, Freddy akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat atas dakwaan menjadi otak penyelundupan.

Freddy kemudian dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Namun, kemudian Freddy ketahuan masih menjalankan bisnis narkotiknya. Bisnis itu dilakukan dari dalam penjara Cipinang.


Menurut keterangan Ditjen PAS Kemenkumham, Akbar Hadi, Freddy saat ini sudah dipindahkan ke Gunung Sindur.

"Sejak 2015 dipinjam Bareskrim namun belum kembali ke Nusakambangan," katanya.

Sumber CNN Indonesia menyebut Freddy telah dibaiat masuk ISIS untuk menyuplai dana sidang Abu Bakar Baasyir. Dia juga disebut dekat dengan Abdullah Sonata, yang ditangkap pada 6 Juli 2005 karena diduga menyembunyikan Noordin M Top. (CNN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters