"Pos Lintas Batas Negara (PLBN) ini bukan mau gagah-gagahan, tapi sebagai jati diri bangsa".
Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan hal tersebut terkait rencana pemerintah melanjutkan pembangunan PLBN saat Rapat Kerja Evaluasi Program 2015 dan Pembahasan Rencana Program Kerja 2016 bersama Komite II DPD RI, di kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Senin (25/1/2016).
Ada tujuh PLBN yang akan dilanjutkan kembali pembangunannya, antara lain PLBN Entikong, Aruk, dan Nanga Badau di Kalimantan Barat.
Kemudian PLBN Wini, Mota'ain, dan Motamasin di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta PLBN Skouw di Papua.
Dibangunnya 7 PLBN itu sebagai bentuk pengamanan Indonesia dari batas terluarnya. Oleh karena itu, Kementerian PUPR melibatkan Kementerian Pertahanan.
Basuki sadar, bukan perkara mudah membangun 7 PLBN dan kawasan perbatasan. Ada banyak tantangan yang dihadapi.
Tantangan pertama adalah biaya pembangunan yang besar. Sebanyak Rp 41,065 triliun dari total anggaran 2016 sebesar Rp 104,8 triliun diberikan untuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga untuk membangun berbagai infrastruktur, termasuk infrastruktur di kawasan perbatasan.
Perlu diketahui, jumlah itu merupakan yang tertinggi di antara Ditjen lainnya di Kementerian PUPR.
Kedua, menurut Basuki adalah terbatasnya sumber daya pekerja, material, dan bahan bakar minyak (BBM) akibat minimnya akses menuju kawasan perbatasan tersebut.
"Untuk ini misalnya kita sering kesulitan membawa eskavator karena harganya cenderung mahal untuk dibawa ke perbatasan," tambah Basuki.
Tantangan berikutnya adalah berkaitan dengan lokasi kawasan perbatasan. Selain sulit, kawasan perbatasan seringkali tak bersahabat dengan alat-alat berat untuk konstruksi.
Kawasan perbatasan ini sebagian besar merupakan daerah pegunungan.
Tantangan keempat, menurut Basuki adalah sulitnya mobilisasi alat dan material akibat keterisolasian yang kerap terjadi di kawasan perbatasan.
Tantangan terakhir adalah sebagian wilayah perbatasan berada atau melewati hutan lindung dan area konservasi sehingga memerlukan izin pinjam pakai atau kolaborasi.
Teras negara
Meski banyak tantangannya, Kementerian PUPR tetap akan membangun wilayah perbatasan yang dianggap sebagai teras dan garda terdepan Republik Indonesia.
Salah satunya adalah dengan melanjutkan pembangunan jalan perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di Kalimantan yang membentang sepanjang 1.744 kilometer.
Kondisinya saat ini telah tersambung 1.094 kilometer dan sisanya 60 kilometer akan terus dikerjakan mulai tahun ini hingga 2018.
Kementerian PUPR juga akan melanjutkan pembangunan 53 kilometer sisa jalan perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste yang baru tersambung 47,6 kilometer dari total 172,99 kilometer.
Berikut infografis megaproyek infrastruktur 2015-2016:
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Selasa, 26 Januari 2016
Pos Lintas Batasa Negara Bukan Untuk Gagah-gagahan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
Seperti kata pepatah “tidak kenal maka tidak sayang”, setelah jilid 1 dan jilid 2 saya menceritakan beberapa kisah-kisah yang pernah terjadi...
-
NKRI sudah dikepung rapat oleh neokolim yang hampir sekarat ini: Darwin Australia, Cocos Island, Diego Garcia, Guam, Filipina sampai Singapu...
-
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...
-
Sekolah Penerbang Lanud Adisucipto tengah menunggu 18 pesawat baru G-120 TP Grob dari Jerman. Kehadiran pesawat ini diharapkan dapat meningk...
-
Beberapa negara sudah memulai proyek penelitian untuk memungkinkan umat manusia menghuni planet tersebut. Selasa sore kemarin, India sudah m...
-
Indonesia Membutuhkan radar canggih, penempatan persenjataan jarak menengah dan jauh serta profesionlisme prjurit yang handal Anggota Kom...
-
Kisah ini sengaja saya tulis berdasarkan catatan-catatan tertulis yang saya punya dan juga cerita-cerita dari para “Silent Warrior” pinisepu...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar