Cari Artikel di Blog Ini

Selasa, 31 Juli 2012

PT Lundin Rancang Tiga Varian Kapal Patroli Trimaran 63m

31 Juli 2012, Jakarta: PT. Lundin Industry Invest dalam halaman website resminya memperkenalkan produk terbarunya kapal patroli Trimaran 63m.

PT. Lundin merancang jenis kapal ini dalam tiga varian yaitu Offshore Patrol Vessels, Offshore Patrol and Search And Rescue Vessels, dan Fast Missile Patrol Vessel.



63m Fast Missile Catamaran
Varian Fast Missile dirancang berkarakteristik siluman, dipersenjatai meriam dan rudal, dilengkapi kapal cepat Rigid Hull inflatable boat (RHIB) 11m dan dapat membawa satu unit helikopter. Kapal hanya diawaki 23 personil dan 7 personil pasukan khusus.


63m Fast Missile Catamaran
63m Fast Missile Catamaran

Kemhan telah memesan 4 unit kapal jenis ini, diharapkan seluruh kapal selesai dibangun pada 2014. Satu unit trimaran dibanderol Rp 114 Milyar diambil dari APBN 2011.

TNI AL akan mempersenjatai kapal trimaran dengan rudal berjarak jelajah 120 kilo meter.

ILmuan ITS Ciptakan Teknologi Kapal Perang Siluman

Teknologi siluman, yang memungkinkan kapal perang tak terdeteksi radar musuh, menjadi salah satu keunggulan penting bagi sistem pertahanan di negara maju. Hanya saja, untuk menciptakan teknologi canggih seperti ini membutuhkan anggaran besar. Tak mengherankan jika teknologi semacam ini seperti menjadi monopoli negara maju.

Ilustrasi Teknologi Nano Sebagai Teknologi Sealth untuk Kapal Perang
Ilustrasi Teknologi Nano Sebagai Teknologi Sealth untuk Kapal Perang

 

Benarkah teknologi seperti itu tak bisa dimiliki oleh Indonesia? Jawaban atas pertanyaan inilah yang ingin dipecahkan oleh Mochammad Zainuri, dosen Fisika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, melalui risetnya sejak 2009 lalu. 

Menurut dia, teknologi siluman sebenarnya bisa dikembangkan dengan dua cara. Pertama, membuat kapal dengan struktur dan desain yang tidak bisa dilacak dengan radar. Artinya, saat terkena radar, bagian dari kapal tersebut akan memantulkannya ke arah lain sehingga membuatnya tak terdeteksi. "Untuk membuat kapal sendiri dengan desain dan struktur canggih, butuh biaya sangat besar. Ini tidak mungkin saya lakukan," kata dia saat ditemui Tempo di rumahnya di Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu 29 Juli 2012. Ia menyadari anggaran untuk alat utama sistem persenjataan Indonesia sangat terbatas.

Senin, 30 Juli 2012

Kekuatan Dirgantara TNI - Jadi Tulang Punggung Pembangunan Nasional

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat menyatakan kekuatan dirgantara menjadi tulang punggung pembangunan nasional, karena sekarang ini terjadi pergeseran karakter ancaman yakni perang modern yang mengandalkan teknologi.

Ilustrasi Kekuatan Dirgantara Indonesia
Ilustrasi Kekuatan Dirgantara Indonesia

"AU sangat berperan dalam perang modern karena perang modern bentuknya mengandalkan teknologi tinggi. Karenanya TNI AU membuat perencanaan pengadaan alutsista sesuai MEF yakni dengan mengisinya dengan pesawat-pesawat terbaik dan radar yang berkualitas canggih," demikian dikatakan KSAU pada upacara peringatan HUT ke-65 Hari Bakti TNI AU di Yogyakarta, Minggu (29/7).

Parlemen - RI-China Pastikan Produksi Rudal Bersama

Indonesia telah bekerjasama dengan Republik Rakyat China (RRC) dalam bidang militer. Kerjasama ini nanti bisa berlanjut hingga membangun peralatan perang seperti rudal.

Hal itu diakui oleh Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin. Kerjasama tersebut kini sudah berjalan. "Secara diplomasi Indonesia Menhan Indonesia dengan Menhan China sudah sepakat untuk latihan-latihan dan meningkatkan kerjasama militer," kata politisi PDI Perjuangan ini.  


Indonesia - China Pastikan Produksi Rudal Bersama
Indonesia - China Pastikan Produksi Rudal Bersama
 
Ia menjelaskan kerjasama tersebut sudah berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Hanya saja, untuk latihan perang bersama belum dilakukan. Akan tetapi, keinginan untuk latihan perang bersama memang ada. "Beberapa minggu lala misalnya diadakan latihan teknis, menembak bersama, menggunakan senjata bersama. Taktis dulu baru latihan perang," terang purnawirawan TNI ini.

Ancaman Kapal Selam Kelas Herder Terhadap Pertahanan Laut Indonesia

Singapura meski telah memiliki 6 kapal selam modern, terus memperkuat armada bawah laut mereka dengan memesan 4 kapal selam Scorpene class SSKs dari DCNS Perancis. Menurut kawat rahasia yang disadur oleh Quentin Michaud dalam http://www.infosdefense.com proses pengadaan kapal selam Singapura itu sedang dibahas oleh Departemen Pertahanan Perancis, untuk mengatur penjualannya.

Kapal Selam Scorpene
Kapal Selam Scorpene yang dipesan Singapura

Penjualan 4 kapal selam Scorpene Perancis ini juga mencakup transfer teknologi dan transfer manufaktur. Namun semua ini akan berjalan lancar jika disetujui oleh Komisi ekspor peralatan perang Perancis (CIEEMG), karena pembelian kapal selam ini meliputi peralatan sensitif, antara lain deteksi sonar jarak jauh.

Posisi Perancis cukup terdesak karena mereka juga sedang bersaing dengan produsen kapal selam Jerman yang juga dilirik oleh Singapura. Perancis tergiur dengan uang yang siap dikucurkan Singapura sebesar 2 miliar USD.

Kopassus Mendapat Tambahan Personel Baru

Sebanyak 169 personel Kopassus termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF) berhasil lolos dalam pendidikan Kursus Komando Angkatan 92 di Pantai Permisan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Minggu (29/7/2012). Upacara penutupan dilakukan langsung oleh Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen TNI Agus Sutomo.

Para prajurit Komando Pasukan Khusus Kopassus
Para prajurit Komando Pasukan Khusus yang lulus meluapkan kegembiraannya pada penutupan Pendidikan Kursus Komando angkatan 92 Gelombang -1 TA 2012 di pantai Permisan Cilacap,jawa Tengah, Minggu (29/7). Pada Pendidikan angkatan 92 ini telah berhasil meluluskan 169 personel termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan kamboja (RCAF) Berhasil sebagai peserta pendidikan yang dinyatakan terbaik antara lain Perwira terbaik letnan dua Inf Denny Sopyan, Bintara terbaik Serda bambang SB, Tamtama terbaik Prada Anas Rifai. (FOTO ANTARA/ho)

Dalam amanatnya, Agus mengatakan, tidak semua prajurit didik berhasil menjadi Prajurit Komando. Oleh karena itu, setiap prajurit harus bisa bersyukur dan melihat tantangan ke depan.

KRI Yos Sudarso-353 Patroli ke Pulau Terluar

KRI Yos Sudarso-353 Kapal Markas Guskamlatim meninggalkan Kota Biak menuju Pulau Mapia untuk mendukung kegiatan Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) TNI dalam rangka kegiatan pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik) terhadap pengamanan terbatas dan pulau-pulau terluar di wilayah Papua dan perbatasan laut Republik Indonesia di Pulau Fanildo, Pulau Brass Kabupaten Supiori dan Pulau Fani Kabupaten Raja Ampat.

KRI Yos Sudarso 353 Melaksanakan Patroli Pulau Terluar
KRI Yos Sudarso 353 Melaksanakan Patroli Pulau Terluar
 
KRI Yos Sudarso-353 yang dikomandani Letkol Laut (P) A Wibisono tersebut merupakan Kapal Markas Guskamlatim yang pada saat pelayaran tersebut On Board Komandan Guskamlatim Laksamana Pertama TNI Siwi Sukma Adji dan Asintel Guskamlatim Kolonel Laut (E) Yunus Anis serta Tim Wasrik Itjen TNI. Pada saat pelepasan kapal/ merplug di dermaga Umum Biak Nufor, dihadiri Panglima Kosek Hanudnas IV Biak, Komandan Korem 173/PVB Biak serta para pejabat militer yang berada di Biak Numfor.


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters