Cari Artikel di Blog Ini

Kamis, 02 Agustus 2012

”GHARIAL” RAIH 2000 JAM TERBANG

Letkol Pnb Prasetiya ”Gharial” Halim yang kesehariannya menjabat sebagai Kadisops Lanud Roesmin Nurjadin sukses mengukir prestasi dengan meraih 2000 jam terbang menggunakan pesawat tempur Hawk 100/200. 

Letkol Pnb Prasetiya ”Gharial” Halim
Letkol Pnb Prasetiya ”Gharial” Halim

Atas Prestasi gemilang tersebut Letkol Pnb Prasetiya ”Gharial” Halim, berhak atas Badge 2000 jam terbang yang disematkan langsung oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Bowo Budiarto, S.E, sekaligus dilanjutkan dengan acara tradisi penyiraman air kembang oleh Danlanud dan segenap para Pejabat Lanud Roesmin Nurjadin, di Shelter Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (1/8).

Marinir TNI AL Lantik 50 Anggota Baru

Korps Marinir TNI Angkatan Laut melantik sebanyak 50 orang anggota baru dari siswa bintara prajurit karier yang berhasil menyelesaikan pendidikan berat selama sekitar 6,5 bulan. Upacara pelantikan dan penyematan baret ungu dipimpin Komandan Pasukan Marinir 1 Surabaya Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara di Pusat Latihan Tempur Marinir di Pasuruan, Jatim, Rabu (1/8).

Satuan Marinir TNI AL
Satuan Marinir TNI AL

Hadir dalam upacara tersebut antara lain Wakil Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) Brigjen TNI (Mar) Prang Verry Kunto, Komandan Pusat Pendidikan Operasi Laut Laksma TNI Yayat Achmad Hadirat, dan Wakil Bupati Pasuruan Edi Paripurna.

Sebelum resmi dilantik menjadi prajurit Marinir, ke-50 siswa bintara karier tersebut wajib mengikuti pendidikan selama 6,5 bulan, termasuk Pendidikan Komando yang berlangsung tiga bulan.

Rabu, 01 Agustus 2012

Motif Dibalik Janji Transfer Teknologi Peluru Kendali China

Di tengah memanasnya situasi di laut China Selatan, China justru ingin membuktikan diri bahwa mereka adalah saudara tua Indonesia. China tidak mencla-mencle terhadap janji mereka tentang transfer teknologi peluru kendali untuk Indonesia.



Dalam kunjungannya ke Kementerian Pertahanan, tim China yang dipimpin oleh Liu Yunfeng, Deputi Direktur Umum Sains, Teknologi dan Industri Pertahanan China (SASTIND), sepakat melakukan transfer teknologi peluru kendali C-705 secara bertahap. Tahap pertama adalah “Semi Knock Down, Indonesia merakit sedikit/sebagian dari rudal C-705 dan sisanya dikirim langsung dari China.

Tahap Kedua: Complete Knock Down. China mengirim semua komponen rudal secara terurai untuk dirakit Indonesia sepenuhnya. Adapun tahap ketiga adalah riset and development. Di tahapan ini Indonesia boleh memodifikasi peluru kendali sesuai dengan kebutuhan TNI.

Usia 18 Tahun Keatas Siap-siap Ikut Wajib Militer

Warga negara Indonesia laki-laki berusia 18 tahun ke atas akan terkena wajib militer bila Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan, yang sudah  masuk dalam Program Legislasi Nasional (prolegnas) 2012 disahkan.

Ilustrasi Wajib Militer
 
Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brig. Jend. Hartind Asrin  mengatakan pada RUU ini diperkirakan akan selesai dibahas dalam tahun depan.

Dalam pertahanan negara, lanjutnya, Tentara Nasional  Indonesia adalah komponen utama, sementara masyarakat sipil berusia 18 tahun ke  atas adalah komponen cadangan.

Tim COE UNIFIL Inspeksi Ranpur "Anoa"

Komandan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) XXVI D-2/UNIFIL, Mayor Inf Wimoko, didampingi seluruh staf Satgas menerima kedatangan Tim COE (Contingent Owned Equipment) dalam rangka Periodic Inspection yang dipimpin Mr Henry di Markas Indo FPC Sudirman Camp Naqoura Lebanon Selatan, Selasa (31/7/2012).

Panser Anoa UNIFIL
DOKUMEN Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL Tim COE (Contingent Owned Equipment) mengadakan inspeksi dalam rangka Periodic Inspection yang dipimpin Mr Henry di Markas Indo FPC Sudirman Camp Naqoura Lebanon Selatan

Inspeksi berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 15.00, oleh tim yang beranggotakan sepuluh orang Staf UNIFIL baik militer maupun sipil yang bertugas melaksanakan pemeriksaan kesiapan material dan perlengkapan yang dimiliki Satgas Indo FPC.

Wamenhan Resmikan Pembangunan Kapal Perang LST dan BCM

Peresmian Pembangunan Kapal Tanker (BCM) berukuran panjang 122,40 meter, lebar 16,50 meter dengan kecepatan maksimal 18 knots sedangkan untuk kapal LST berukuran panjang 117 meter, lebar 16,40 meter dengan kecepatan maksimal 16 knots

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Irjen Kemhan  Laksdya TNI Sumartono, dan Wakasal Laksdya TNI Marsetyo serta sejumlah Pejabat Mabes TNI dan Angkatan, Selasa (31/7), meresmikan pembangunan tiga kapal perang di Galangan Kapal PT. Dok dan Perkapalan (DKB) Kodja Bahari, di Jakarta, yang ditandai dengan peletakan lunas (keel laying) pembangunan satu unit kapal perang jenis Bantu Cair Minyak (BCM) serta pemotongan baja pertama (first steel cutting) untuk pembangunan dua unit kapal jenis Landing Ship Tank (LST)

Selasa, 31 Juli 2012

Gawat! Cadangan Strategis Minyak Indonesia Nol Besar..!!!

Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia butuh cadangan strategis minyak untuk mewujudkan ketahanan energi nasional. Tapi sayangnya hingga kini, RI belum memiliki cadangan strategis minyak bumi.

Indonesia Belum Miliki Cadangan Strategis Minyak
Indonesia Belum Miliki Cadangan Strategis Minyak


Berbeda halnya dengan Amerika Serikat (AS), dimana sangat menjaga cadangan minyak strategisnya. Negara adidaya ini memiliki cadangan minyak strategis hingga satu tahun. Begitu pula dengna Korea Selatan yang bisa menjaga cadangan minyak strategisnya hingga enam bulan. Sedangkan bagi Indonesia, sungguh sangat ironis, karena bila berperang, stok minyak negara ini, hanya cukup untuk satu hari saja.
Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters