![]() |
| Pesawat NC-212-400 Jalani Uji Terbang Perdana | foto : Noviarli Wahyudi |
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Selasa, 22 April 2014
Pesawat NC-212-400 Buatan PT.DI Jalani Uji Terbang
Tanpa
banyak publikasi, PT. Dirgantara Indonesia ternyata telah mencetak lagi
sebuah prestasi. Pabrik pesawat asal kota Bandung ini ternyata
menyelesaikan sebuah pesawat NC-212-400, pesanan pemerintah Thailand. Pesawat yang masih bercat dasar ini kini tengah menjalani uji terbang.
Terbang
perdana pesawat jenis angkut ringan ini berlangsung pada pertengahan
april lalu. Bertugas sebagai pilot uji adalah crew Airbus Military yang
sebelumnya membawa C295 ferry flight dari Madrid. Mereka yaitu Pilot
Capt. Alejandro Grande dan Capt.Rafaelde Diego Coppen, serta Flight
Test Engineer Eduardo Mayo Avila. Pesawat Take off pada pukul 10:05 dan
kemudian mendarat dengan selamat pada pukul 13:05 wib. Selama 3 jam
pesawat dibawa terbang ke Pelabuhan Ratu serta area Bandung sekitarnya.
Label:
Industri Pertahanan,
Produk Nasional,
PT DI,
RISET
Senin, 21 April 2014
Indonesia perlu kemandirian satelit untuk pertahanan
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Prof Thomas Djamaluddin, mengatakan, Indonesia memerlukan kemandirian kepemilikan satelit guna kepentingan pertahanan dan keamanan.
"Tentu, dengan memiliki kemandirian satelit ini, keamanan data lebih terjamin ketimbang hanya sebagai negara pemakai teknologi satelit negara lain," katanya, di Bogor, Jawa Barat, Senin.
Dia menegaskan, ada target pembangunan keantariksaan Indonesia dalam 25 tahun ke depan yang hendak diraih.
Sekurangnya, kata dia, ada empat target, yakni membuat dan memiliki sendiri satelit penginderaan jarak jauh, merintis satelit telekomunikasi, merintis pembangunan peluncur roket, dan suatu saat memiliki badan antariksa.
"Tentu, dengan memiliki kemandirian satelit ini, keamanan data lebih terjamin ketimbang hanya sebagai negara pemakai teknologi satelit negara lain," katanya, di Bogor, Jawa Barat, Senin.
Dia menegaskan, ada target pembangunan keantariksaan Indonesia dalam 25 tahun ke depan yang hendak diraih.
Sekurangnya, kata dia, ada empat target, yakni membuat dan memiliki sendiri satelit penginderaan jarak jauh, merintis satelit telekomunikasi, merintis pembangunan peluncur roket, dan suatu saat memiliki badan antariksa.
Dicari Perempuan Tangguh, Untuk Menjadi Pilot Tempur TNI AU
"Selaku pimpinan TNI, saya memiliki keinginan untuk menciptakan wanita prajurit TNI sebagai woman fighter pilot atau bisa menduduki jabatan operasional di lingkungan TNI. Hal itu berkaitan tuntutan global yang terus bergerak dinamis dan dalam konteks tugas TNI yang semakin tidak ringan," kata Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Senin.
Moeldoko menjadi inspektur upacara militer apel besar bersama Korps Wanita TNI 2014, satu tradisi kemiliteran terkait Hari Kartini saban 21 April.
Eksistensi perempuan dalam tubuh militer Indonesia terjadi sejak lama, baik secara formal keorganisasian ataupun tidak. Pada apel bersama itu, turut hadir Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI IB Putu Dunia, Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Budiman, dan sejumlah petinggi lain TNI.
Moeldoko menjadi inspektur upacara militer apel besar bersama Korps Wanita TNI 2014, satu tradisi kemiliteran terkait Hari Kartini saban 21 April.
Eksistensi perempuan dalam tubuh militer Indonesia terjadi sejak lama, baik secara formal keorganisasian ataupun tidak. Pada apel bersama itu, turut hadir Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI IB Putu Dunia, Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Budiman, dan sejumlah petinggi lain TNI.
Label:
Pesawat Tempur,
Propesionalisme TNI,
TNI AU
Mahasiswa ITS Ciptakan Peluru Frangible Bullet Pertama di ASIA
Vicko Gentantyo Anugraha, mahasiswa Jurusan Teknik Material dan Metalurgi memberanikan diri mengikutsertakan hasil risetnya dalam Lomba Karya Tulis Indonesia yang diadakan oleh Tentara Negara Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Bertemakan pertahanan nasional, Vicko mengenalkan peluru frangible yang belum pernah diproduksi di Asia. Tak disangka, dari 134 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, Vicko berhasil menyabet juara pertama. Peluru frangible ini sekaligus merupakan Tugas Akhir yang tengah dikerjakan Vicko sebagai syarat kelulusan.
Bermula dari ajakan senior tiga tahun lalu untuk mengikuti Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM), Vicko dikenalkan tentang peluru frangible yang memiliki berbagai keunggulan. Penasaran, Vicko mengangkat riset tersebut dalam Tugas Akhirnya. Di tengah Vicko melakukan riset, salah seorang temannya memberitahukan lomba yang diadakan TNI AD. “Kebetulan sekali saya sedang melakukan riset mengenai itu. Temanya pun mengenai sistem pertahanan nasional,” ujar Vicko.
![]() |
| Vicko Gentantyo Anugraha, mahasiswa Jurusan Teknik Material dan Metalurgi (photo: its.ac.id) |
Bermula dari ajakan senior tiga tahun lalu untuk mengikuti Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM), Vicko dikenalkan tentang peluru frangible yang memiliki berbagai keunggulan. Penasaran, Vicko mengangkat riset tersebut dalam Tugas Akhirnya. Di tengah Vicko melakukan riset, salah seorang temannya memberitahukan lomba yang diadakan TNI AD. “Kebetulan sekali saya sedang melakukan riset mengenai itu. Temanya pun mengenai sistem pertahanan nasional,” ujar Vicko.
Label:
Industri Pertahanan,
Produk Nasional,
PT DI,
RISET,
TNI AD
Kapal Trimaran Baru di DSA 2014
Pameran produk pertahanan DSA 2014 di Kuala Lumpur Malaysia menghadirkan kejutan dari Perusahaan Galangan Kapal North Sea Boats (PT. Lundin). Bersama SAAB Swedia (16/04/2014), PT Lundin menampilkan desain baru Trimaran FMPV (Fast Missile Patrol Vessel) 63 m, yang dipesan Angkatan laut Indonesia.
Dalam pembicaraan dengan situs Navy Recognition, SAAB Swedia menyatakan akan menginstal radar laut modern Giraffe 1x 3D, yang memiliki jangkauan lebih baik dan mampu meredusir efek lengkung bumi.
![]() |
| Desain baru Trimaran 63 m dari PT Lundin yang muncul dalam booth SAAB di DSA 2014, Kuala Lumpur (navyrecognition.com) |
Dalam pembicaraan dengan situs Navy Recognition, SAAB Swedia menyatakan akan menginstal radar laut modern Giraffe 1x 3D, yang memiliki jangkauan lebih baik dan mampu meredusir efek lengkung bumi.
Label:
Industri Pertahanan,
Kapal Perang,
RISET
KRI Banjarmasin tiba di pelabuhan Qingdao, Tiongkok
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin, tiba di Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, pada Minggu untuk mengikuti latihan maritim multilateral pada 20--15 April 2014.
Kapal bernomor lambung 592 itu tiba di perairan Tiongkok pada pukul 06.00 waktu setempat dan setelah beberapa saat, pandu pelabuhan membawa KRI Banjarmasin merapat ke dermaga 2 Pelabuhan Qingdao.
Sesaat sebelum merapat ke dermaga komando peran muka, belakang dan tengah mengumandang meminta seluruh kru dan awak kapal termasuk 89 taruna Akademi Angkatan Laut peserta Kartika Jala Krida 2014, mengambil posisi di pos masing-masing.
| KRI Banjarmasin |
Sesaat sebelum merapat ke dermaga komando peran muka, belakang dan tengah mengumandang meminta seluruh kru dan awak kapal termasuk 89 taruna Akademi Angkatan Laut peserta Kartika Jala Krida 2014, mengambil posisi di pos masing-masing.
Label:
Kapal Perang,
Latiham Militer,
TNI AL
Singapura ajak RI akhiri polemik Usman Harun
Pemerintah Singapura dan Pemerintah Indonesia harus menemukan cara untuk begerak ke luar dari polemik penamaan kapal perang Indonesia, yakni KRI Usman Harun. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen.
Dia mengajak Indonesia untuk memperbaiki hubungan yang sempat retak akibat polemik penamaan kapal yang diambil dari dua marinir pembom gedung MacDonald, 1965 silam.
Menurutnya, Singapura bingung bagaimana menangani polemik berkepanjangan itu.”Kita hidup di lingkungan ini, kita harus menemukan cara untuk membangun hubungan dengan tetangga kita,” kata Eng, seperti dikutip Today Online, Senin (21/4/2014).
Dia mengajak Indonesia untuk memperbaiki hubungan yang sempat retak akibat polemik penamaan kapal yang diambil dari dua marinir pembom gedung MacDonald, 1965 silam.
Menurutnya, Singapura bingung bagaimana menangani polemik berkepanjangan itu.”Kita hidup di lingkungan ini, kita harus menemukan cara untuk membangun hubungan dengan tetangga kita,” kata Eng, seperti dikutip Today Online, Senin (21/4/2014).
Label:
Internasional,
Kapal Perang,
TNI AL
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...





,+bersama+KRI+John+Lie+358+(tengah)+dan+KRI+Bung+Tomo+357.jpg)
