Cari Artikel di Blog Ini

Kamis, 30 Oktober 2014

Di Perbatasan, TNI Dapat 1.000 Botol Miras Ilegal Asal Malaysia

Satgas Pamtas Yonif Linud 433/JS Kostrad Kabupaten Nunukan menyerahkan lebih dari 1.000 botol miras ilegal asal Malaysia kepada aparat bea cukai di Nunukan. Ribuan miras tersebut merupakan hasil tangkapan di pos pos satgas pamtas wilayah perbatasan.

Di Perbatasan, TNI Dapat 1.000 Botol Miras Ilegal Asal Malaysia
Seribu lebih botol miras hasil tangkapan Satgas Pamtas Yonif Linud 433/JS Kostrad di wilayah perbatasan Nunukan diserahkan ke Bea Cukai.

"Jumlahnya 1.068 botol dan kaleng miras ilegal dari Malaysia. Kebanyakan hasil tangkapan dari pos pos di wilayah perbatasan seperti dari Pos Sei Ular, Pos Tanjung Ar dan Pos Sebuku. Ini tangkapan sebulan terakhir, karena kita sudah tahu pergerakan dari penyelundup miras itu. Kalau bulan kemarin yang kita serahkan ke bea cukai baru 400 botol, karena kita belum mengenal pergerakan para penyelundup ini,” ujar Dan Satgas Yonif Linud 433/JS Kostrad Letkol Inf Agus Tatius Sipepu, Kamis (30/10/2014).

Selasa, 28 Oktober 2014

Kasal Respons Positif Kemenko Kemaritiman Kabinet Kerja Jokowi-JK

Kementerian Koordinator Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) dalam kabinet kerja pemerintahan Jokowi-JK yang dipimpin Indroyono Soesilo mendapat respons positif dari Kasal, Laksamana TNI Marsetio.

Kasal Respons Positif Kemenko Kemaritiman Kabinet Kerja Jokowi-JK
Kasal Laksamana (TNI) Marsetio. (Foto: Dispenal)


Ditemui sehabis upacara peringatan HUT ke-50 Rumah Sakit Gigi dan Mulut Ladokgi RE. Maartadinata, Bendungan Hilir, Senin (27/10/2014), Marsetio mengungkapkan adanya Kemenko merupakan upaya penguatan pembangunan kemaritiman di Indonesia.

“Baru diumumkan tadi malam adanya Kemenko Kemaritiman. Ini merupakan upaya penguatan-penguatan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi untuk membangun Poros Maritim,” ujar Marsetio.

Lebih lanjut, Kasal menambahkan, ke depan, rencana-rencana strategis yang akan dilakukan oleh Kemenko ini harus mendapat dukungan dari semua pihak.

Allan Nairn Sebut Hendropriyono Mengaku Terlibat Pembunuhan Munir

Mantan Penasehat Tim Transisi Joko Widodo - Jusuf Kalla, Hendropriyono disebut sudah mengakui jika dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Pengakuan Hendro itu terucap dalam wawancara dengan Jurnalis Investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn.

Allan Nairn Sebut Hendropriyono Mengaku Terlibat Pembunuhan Munir
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono

Dalam sebuah tulisan di website pribadi Allan, www.allannairn.org, dia menuliskan jika dirinya wawancara Hendro atas undangan, 16 Oktober kemarin. Allan menjelaskan jika kasus pembunuhan Munir terungkap, maka itu akan memberikan masalah ke CIA, TNI dan Presiden Jokowi.

"Hendropriyono, salah satu tokoh yang paling kuat di Indonesia, mengakui 'tanggung jawab komando' dalam pembunuhan aktivis hak asasi terkemuka di negara itu. Dalam dua wawancara malam hari di rumah Hendro di Jakarta pada 16 Oktober, Hendropriyono membuat pernyataan yang muncul untuk membuka dia untuk penuntutan dan dapat menciptakan masalah bagi CIA, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan untuk Joko Widodo, presiden baru Indonesia," begitu petikan tulisan.

Paskhas Latihan Anti-Teror di Tiongkok

Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara menggelar latihan bersama dengan mitranya dari Angkatan Udara Tiongkok, untuk mempererat hubungan dan kerja sama kedua pihak, selain meningkatkan kemampuan serta ketrampilan tempur.

Paskhas Latihan Anti-Teror di Tiongkok

Dalam latihan bersama yang digelar di Pusat Latihan Terpadu Divisi 43 Airbone Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (Peoples Liberation Army/PLA), itu pasukan baret jingga TNI AU mengerahkan sekitar 80 personelnya, disambut Asisten Atase Pertahanan RI Mayor Sus Adi Triady.

Dalam latihan bersama bersandikan "Sharp Knife Airbone" 2014 itu kontingen Tiongkok menurunkan sekitar 80 personelnya, berikut senjata dan sistem pendukungnya.

Direktur Latihan Kontingen Indonesia Kolonel Psk Bambang Hariyono mengatakan materi yang dilatihkan adalah menembak senjata dasar, menembak senjata khusus, bela diri militer, pembebasan sandera dan operasi antiteror.

Insiden Kebakaran KRI Teluk Bintuni

PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung masih tertutup soal insiden kebakaran pada KRI Teluk Bintuni yang terjadi tadi malam. Pantauan langsung Saibumi.com di lokasi PT DRU Lampung di Jl Alamsyah Ratu Prawiranegara KM 12 Srengsem, Panjang, Bandar Lampung, Senin 27 Oktober 2014.

Insiden Kebakaran KRI Teluk Bintuni

"Maaf, tidak boleh masuk yah. Soalnya para pimpinan lagi keluar," langsung kata salah satu security begitu Saibumi.com parkir di depan pintu pagar utama. Waktu ditanya siapa saja para pimpinan PT DRU yang keluar, pemuda bertubuh gemuk itu terdiam sambil menghubungi seseorang via HT. "Maaf tetap nggak bisa masuk. Soalnya para pimpinannya lagi meeting!," katanya kembali memberi alasan berbeda.

Masih di areal depan pagar pintu masuk PT DRU, kembali Saibumi.com menghubungi para petinggi PT DRU lewat ponsel. Tapi hasil masih nihil. "Aduh, belum bisa omong apa-apa yah. Soalnya masih dalam investigasi secara internal dan eksternal. Jadi, tidak ada yang bisa diberi tahu. Tapi tadi perwira tinggi dari Kemenhan (Kementerian Pertahanan) sudah datang kok," kata Kepala Bagian Umum PT DRU Lampung Yahya singkat saat kebetulan bertemu di areal parkir PT DRU.

Senin, 27 Oktober 2014

Pesawat Asing Beechcraft BE55 VH-RLS Melanjutkan Perjalanan

Pilot dan co pilot pesawat asing Beechcraft Type BE55 Nomor VH-RLS yang di paksa landing di bandara Sam Ratulangi Manado akhirnya dibebaskan dan diizinkan kembali melanjutkan penerbangan mereka, Sabtu (25/10) pagi. Kedua warga Australia tersebut, yakni pilot Graeme Jacklyn dan kopilot Richard MacLean, telah membayar denda berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor Kep/195/IX/2008 tanggal 10 September 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Persetujuan Terbang (Flight Approval) pasal 6 sebesar Rp 60 juta rupiah dan kepada pihak PT. Angkasa Pura I menyerahkan uang sebesar 110,08 USD guna pembayaran jasa pendaratan/penempatan dan penyimpanan pesawat serta melengkapi persyaratan semua dokumen lainnya.

Pesawat Asing Beechcraft BE55 VH-RLS Melanjutkan Perjalanan

Setelah mendapatkan pengecekan kesehatan dari tim rumah sakit Lanud Sam Ratulangi, kemudian keduanya melakukan loading dan pengecekan pesawat dengan pengawalan dari anggota satpom Lanud Sam Ratulangi.

Komandan Lanud Sam Ratulangi Kolonel Pnb Hesly Paat mengatakan, semua dokumen yang diperlukan, seperti Security Cleareance, Diplomat Clearance, dan Flight Approved, telah terpenuhi, jadi sudah tidak ada masalah dan mereka bisa melanjutkan perjalanan. Mereka semua dalam kondisi baik dan sehat.

Connnie: TNI AL Negara Poros Maritim Harus Outward Looking dan Tingkatkan Diplomasi

Pemerintahan Joko Widodo yang telah diumumkan dituntut memiliki angkatan laut yang lebih outward looking dan meningkatkan peran diplomasi. Hal itu diungkapkan pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie.

Connnie: TNI AL Negara Poros Maritim Harus Outward Looking dan Tingkatkan Diplomasi

“(Terjadi) Perubahan paradigma Presiden Jokowi dengan Ocean Leadership-nya. Dengan paradigma Poros Maritim Dunia, TNI yang tadinya lebih inward looking, otomatis akan menjadi TNI yang lebih outward looking,” ujar Connie.

Maksud dari outward looking ialah TNI secara sederhana memiliki postur, deployment, dan kesiapan Alutsista serta personel TNI yang tidak lagi akan terkonsentrasi semata dari 200 NM zona ekonomi eksklusif ke perairan dalam, tetapi melampaui jauh ke luar zona tersebut. Hal itu ditambah dengan adanya ASEAN Political Security Community 2015 nanti.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters