Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 08 Desember 2012

Prototype Tank Medium Pindad Selesai 2014

PT Pindad mengembangkan tank tempur medium (Medium Battle Tank) untuk kali pertama. Tapi dipastikan tidak akan meniru model tank tempur Medium Marder dari Jerman yang akan dipesan Indonesia.

Tank Marder Inspirasi Pengembangan Tank Medium PINDAD

"Kami tidak akan meniru dari mana. Pengembangan tank tempur Medium ini tentunya dibuat sesuai kebutuhan dan permintaan TNI. Sehingga ketika beroperasi nanti dapat digunakan secara maksimal. Kami akan desain dengan menyesuaikan requirement dari kavaleri TNI,"
ujar Hery Mochtady, kepala divisi Kendaraan Khusus Pindad di PT. Pindad, Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini.

Sejauh ini, lanjut Hery, tahapan yang telah dilalui sampai pada pembuatan desain. Dalam pembuatan desain inilah kavaleri TNI dilibatkan meski tidak sampai ke tahap lebih jauh. "Target kami pada 2014 sudah jadi prototype. Setelah prototype jadi, kami mulai produksi," jelasnya.

Pendidikan Bela Negara untuk Generasi Muda Papua

Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro, terus menyosialisasikan pentingnya pendidikan bela negara kepada generasi muda di Tanah Air, khususnya mereka yang berada di Papua. Masalah pendidikan bela negara ini menjadi salah satu program dari Kementerian Pertahanan.

Pendidikan Bela Negara untuk Generasi Muda Papua

"Pendidikan bela negara untuk generasi muda diharapkan dapat menjadi salah satu cara dalam penjagaan kedaulatan negara karena sistem pertahanan yang dianut adalah sistem pertahanan rakyat semesta," kata Menhan saat menerima kunjungan kepala suku dan tokoh agama dari Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, yang dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pdt Esmon, di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (7/12).

Pertemuan yang difasilitasi oleh Ditjen Strategi Pertahanan Kemhan ini merupakan bagian dari upaya menyosialisasikan pendidikan bela negara bagi generasi muda Papua. Saat menemui 22 perwakilan dari Provinsi Papua tersebut, Menhan didampingi oleh Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Herryanto, dan pejabat Eselon I dan II Kemhan.

Moncong Hiu Yang Melegenda

Sejarah motif ini sangat panjang. Di Indonesia mulai dikenal menjelang akhir Perang Kemerdekaan ketika Belanda membawa armada P-51D Mustang yang saat itu disebut dengan Cocor Merah. Ada juga yang menyebutnya Mustang Gigi.
 

 

Hiasan ini sangat populer hampir di setiap era ada saja pesawat yang dihiasai dengan motif seperti ini. Tampilanya dari zaman ke zaman nyaris tidak jauh berbeda yaitu bentuk gigi yang menyeringai warna putih dengan ekspresi mata yang sedang marah. Dan jika menggunakan baling-baling pada bagian ujung (cone) hidung pesawat biasanya diberi warna merah.

Kalau diperhatikan pesawat yang menggunakan motif ini adalah keluaran pabrikan dari AS. Padahal Luftwaffe adalah yang pertama kali mengunakannya di tahun 1915 pada pesawat Roland C.II yang dipiloti oleh Oberleutnant Ritter von Schlech. Cuma saat itu motifnya masih bernama Walfisch (ikan paus) dengan bentuk gambar yang belum begitu jelas. Tapi inilah yang menjadi cikal baka dari motif moncong hiu.

Indonesia akan Latih Polisi Afghanistan

Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan United Nations Development Program (UNDP), berencana akan memberikan pelatihan kepada 50 anggota Kepolisian Afghanistan.

Polisi Afganistan
foto : guardian.co.uk
 
Rencananya program pelatihan tersebut akan dilaksanakan di Indonesia, 10 hingga 23 Desember 2012. “Pelatihan ini merupakan bagian dari realisasi komitmen Pemerintah RI untuk membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi Afghanistan dengan memberikan bantuan capacity building,” ucap Duta Besar LBBP RI untuk Afghanistan, Mayjen TNI (Purn) Anshory Tadjudin, seperti dilansir oleh situs Kementerian Luar Negeri.

Pelatihan kepolisian difokuskan pada tiga bidang, yaitu lalu lintas, reserse kriminal, dan public police.

Menjelang keberangkatan peserta pelatihan ke Indonesia, Dubes Anshory Tadjudin menerima 6 orang perwakilan dari anggota polisi Afghanistan calon peserta pelatihan dan satu orang perwakilan dari UNDP M. Salim Qayoumi di kantor KBRI Kabul,  Rabu (5/12/2012).
 

Pangkostrad Tinjau Pembangun Garasi Tank Leopard Yonkav 1

Pangkostrad Letnan jenderal TNI M. Munir pada hari Selasa tanggal 4 Desember 2012 mengunjungi pembangunan Garasi Leopard di Yonkav 1 Kostrad Cijantung. Pada kesempatan itu Pangkostrad melihat lihat pembangunan garasi. Dalam kunjungan pangkostrad tersebut didampingi  oleh Komandan Batalyon Kav 1 Kostrad Mayor Kav Eko.

Pangkostrad Tinjau Pembangun Garasi Tank Leopard Yonkav 1

Sebagai salah satu satuan yang berada di bawah komando Divisi Infanteri 1 Kostrad, Batalyon Kavaleri 1/ Tank merupakan salah satu satuan banpur yang menjadi pemukul di jajaran Kostrad pada khususnya dan di jajaran TNI AD pada umumnya.

Jumat, 07 Desember 2012

Indonesia-China Sepakati Empat Bidang Kerja Sama Maritim

Indonesia dan China menyepakati empat bidang dalam kerja sama maritim, sebagai bagian dari nota kesepahaman kerja sama maritim kedua negara pada Maret 2012.

Indonesia-China Sepakati Empat Bidang Kerja Sama Maritim
 

Empat bidang dalam kerja sama maritim kedua negara itu disepakati pada sidang pertama Komisi Kerja Sama Maritim (Maritime Cooperation Commission/MCC) Indonesia-China di Beijing, Kamis.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Wardana kepada ANTARA mengatakan keempat bidang kerja sama itu, adalah penggantian alat bantu navigasi di sepanjang Selat Malaka yang rusak karena tsunami Aceh pada 2006, dan pendirian pusat kelautan dan iklim Indonesia-China.

Selain itu, lanjut dia, Indonesia dan China juga menyepakati peningkatan daya mampu dan pelatihan operator vessel traffic service (VTS) di Selat Lombok dan Selat Sunda serta pembangunan KAMLASAT (satelit keamanan laut).

Ancaman Keamanan Udara Indonesia Oleh Asing

Seringkali kita selalu berbicara tentang ancaman keamanan nasional, maka mainstream pembicaraan mengarah kepada jenis-jenis ancaman yang bersifat politik, ideologi, ekonomi dan hankam, sementara di sisi yang lain kita kurang menyadari bahkan mungkin beberapa petinggi di negara ini atau pengambil kebijakan di negara ini juga kurang mengerti sebenarnya ada ancaman sangat besar yang bisa menerkam Indonesia ke depan yaitu ancaman “pengkaplingan udara” Indonesia oleh asing.

Ancaman Keamanan Udara Indonesia Oleh Asing
Dalam konsep ATFM (Air Traffic Flow Management), wilayah udara dunia akan dibagi menjadi 4 pusat pengendalian penerbangan (ATFM Centre) : Eurocontrol, mengendalikan seluruh penerbangan di Eropa. Berpusat di Brussels dan mulai dibuka tahun 1996. ATCCC, mengendalikan seluruh penerbangan di Amerika. Berpusat di Warrenton, VA. Dibuka mulai 2002 sebagai pemgembangan TRACON. ATNS, menjadi pusat pengendalian penerbangan di seluruh wilayah udara Afrika. Dibuka sejak 2010 dan berpusat di Johannesburg. Sedangkan untuk Asia Pasifik, saat ini ada 3 negara sedang bersaing untuk memperebutkan sebagai ATFM Centre, yaitu : Indonesia, Thailand dan Australia, seperti yang tergambar dalam ATC world map dibawah ini :       

Ancaman Serius

Persoalan keamanan udara Indonesia ini tidak dapat dipandang sebelah mata, karena dapat menimbulkan ancaman serius. Salah satu bentuk ancaman tersebut adalah apabila asing (Thailand atau Australia) berhasil menjadi ATFM Centre di Asia Pasifik, maka seluruh penerbangan di wilayah ini akan dikendalikan dari sana, termasuk Indonesia. Dengan kata lain, apabila pesawat Garuda akan terbang dari Jakarta ke Makassar, maka dia harus ijin dulu ke Thailand atau Australia. Begitu pula apabila pesawat TNI-AU akan berpatroli, maka harus ijin kepada Thailand atau Australia.
 

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters