Cari Artikel di Blog Ini

Senin, 18 Februari 2013

TNI Harus Siap Hadapi Perang Hibrida (Hybrid Warfare)

Beberapa negara maju  telah mengarahkan perhatian secara khusus kepada tren baru ancaman, yaitu Perang Hibrida (hybrid war). Perang Hibrida merupakan sebuah strategi militer yang memadukan antara perang konvensional, perang yang tidak teratur dan ancaman cyber warfare, baik berupa serangan nuklir, senjata biologi dan kimia, alat peledak improvisasi dan perang informasi.  Demikian sepenggal amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., yang dibacakan oleh Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Dedy Achdiat Dasuki, S.p.M pada upacara 17 Februari 2013, bertempat di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (18/2/2013). 

TNI Harus Siap Hadapi Perang Hibrida (Hybrid Warfare)
Ilustrasi, foto moviecodec

Berbagai dinamika dan keriuhan dalam pengadaan alutsista TNI selama tiga tahun belakangan ini, semakin memberikan kedewasaan peran bagi TNI. Kesungguhan pemerintah dalam menata pertahanan dan keamanan negara, tidak hanya diproyeksikan untuk menghadapi musuh dari luar, tetapi juga menyiapkan kemungkinan berkembangnya Perang Hibrida dan masalah terorisme di dalam negeri.

Kapal Perang Iran Akan Ditempatkan di Dekat Indonesia

 Panglima Angkatan Laut Iran Laksamana Habibullah Sayyari menyatakan bahwa dalam waktu dekat kapal perang Iran akan merapat di Selat Malaka dan Cina dalam waktu dekat.

Kapal Perang Iran Akan Ditempatkan di Dekat Indonesia
 
Sesuai instruksi Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei untuk memperluas jangkauan perlayaran perairan internasional, Angkatan Laut Iran akan kembali mengirim armadanya ke laut lepas. Demikian kata Sayyari Ahad (17/2).

Pejabat tinggi Iran ini menambahkan bahwa kehadiran kapal perang Irandi perairan internasional tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara lain, seraya menekankan bahwa berdasarkan ketentuan internasional Republik Islam berhak mengarungi perairan internasional.

Pasukan Katak TNI AL Sergap Gerombolan Bersenjata

 TIM Pasukan Katak dengan Combat Boat dan dua sea reder melaksanakann penyerangan dan penyergapan terhadap gerombolan kekuatan bersenjata yang berhasil mengendalikan satu pulau kecil salah satu Wilayah NKRI

Pasukan Katak TNI AL Sergap Gerombolan Bersenjata
Pangarmabar Laksda TNI Arief Rudianto disematkan Brevet Kehormatan Pasukan Katak TNI AL oleh Dansatkopaska Koarmabar Kolonel laut (P) Ribut Eko Suyatno dalam suatu Upacara di lapangan pangkalan TNI AL pondok Dayung Jakut
foto : pelita Online

Dalam Pendadakan dan penyerangan tersebut mendapat perlawanan dari gerombolan kekuatan bersenjata.

Suara tembakan dan ledakan dari senjata terlihat dalam tembak-menembak di dermaga pulau tersebut.

Dengan kemampuan yang dimiliki tim Pasukan Katak sebagai pasukan elite TNI AL berhasil melumpuhkan para gerombolan bersejata serta menghancurkan markas gerombolan bersenjata.

Penyerbuan tersebut merupakan simulai penyematan Brevet Kehormatan Pasukan Katak kepada Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Arief Rudianto oleh Komandan Komando Pasukan Katak Komando Armabar RI Kawasan Barat (Dansatkopaska Koarmabar) Kolonel Laut (P) Eko Rebut Suyatno dalam upacara di Lapangan Pangkalan Angkatan Laut Pondok Dayung Tanjung Priok Jakarta, Jumat (15/1/2013).

Parlemen - Tak Perlu Bentuk Panja Densus

Rencana DPR membentuk Panitia Kerja Pengawasan Densus 88 Antiteror (Panja Densus) sebaiknya tidak dilakukan, karena itu menjadikan Densus seperti sebagai kesatuan tersendiri. Sebaiknya DPR mengawasi Polri secara keseluruhan dan memercayakan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengawasi kinerja Polri dan Densus.

Parlemen - Tak Perlu Bentuk Panja Densus

"Saya berpendapat tidak perlu dibentuk Panja Pengawasan Densus 88. Lebih baik lakukan pengawasan terhadap Polri secara keseluruhan karena kalau dibentuk Panja Pengawasan Densus secara khusus seperti menjadikan Densus sebagai kesatuan tersendiri," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengki Indarti, saat dihubungi Koran Jakarta, Minggu (17/2).

Menurut Poengki, kalau memang mau mengawasi Densus, berikan kewenangan dan kepercayaan Kompolnas selaku lembaga pengawas Polri. "Kalau Kompolnas diberi ‘gigi’ tentu dia akan mengawasi kerja Densus secara maksimal," kata Poengki.

Minggu, 17 Februari 2013

Satuan Lintas Udara KOSTRAS Miliki Alat Terjun Kusus

Sebagai salah satu satuan andalan Kostrad, satuan Lintas Udara (Linud) sering dihadapkan pada tantangan di medan penugasan. Untuk mendukung hal tersebut, Kostrad bekerjasama dengan PT. DI membekali satuan Lintas Udara dengan alat khusus, yaitu Alat Latih Terjun Statis (ALTS) 500. Alat ini dilengkapi Parasut yang dapat berputar 360° didukung oleh perangkat  komputer dan alat komunikasi jarak jauh.

Satuan Lintas Udara KOSTRAS Miliki Alat Terjun Kusus

Dengan alat khusus ini, prajurit yang diterjunkan ke sasaran dapat beroperasi secara efektif. Selain itu, dengan alat khusus ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan yang dialami penerjun.

TEROR POSO, Operasi Maleo Jilid 2

POLRI terus melanjutkan operasi pemulihan keamanan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dengan menggelar operasi Aman Maleo II yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Operasi Aman Maleo II
Operasi Aman Maleo II
 
"Kami akan segera menggelar operasi Aman Maleo II untuk lebih memantapkan situasi dan keamanan yang sudah cukup kondusif melalui operasi Aman Maleo I di Poso dalam sebulan terakhir," kata Kapolda Sulteng, Brigjen Dewa Parsana, usai memimpin sertijab Wakapolda dan sejumlah pejabat utama Polda Sulteng serta empat Kapolres di Palu, Sabtu (16/02/2013).

Operasi Aman Maleo I di Poso yang dimulai 10 Januari 2013 sudah berlangsung selama sebulan dan akan diperpanjang selama sebulan lagi dengan personel yang jumlahnya masih sama, namun pola operasi yang sedikit berbeda.

Pekan Depan Indonesia Terima Dua Pesawat Tempur Sukhoi dari Rusia

Direktur Jendral Perusahaan “Rosoboronexport” Anatoly Isaikin menyatakan, "Kerja sama Indonesia-Rusia dibidang teknik militer berkembang sudah lama dan terus meningkat," kepada koresponden GATRAnews di Moskow, Svet Zakharov, saat jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Rusia. 

Pekan Depan Rusia Mengirimkan 2 Pesawat Tempur SU-30MK2 Untuk Indonesia
Pekan Depan Rusia Mengirimkan 2 Pesawat Tempur SU-30MK2 Untuk Indonesia

Isaikin menyatakan Indonesia-Rusia telah menandatangani kontrak untuk pasokan enam buah pesawat tempur jenis Sukhoi yaitu SU-30MK2. Pesawat tempur itu akan didatangkan ke Indonesia pada waktunya sesuai dengan kontrak. demikian pernyataan pers yang diterima Sabtu (16/2). Menurut informasi yang diperoleh oleh Gatranews dari Atase partahanan Indonesia di Moskow, Kolonel Andi Kustoro dua buah pesawat tempur Sukhoi akan diberangkatkan tanggal 21 Pebruari mendatang, dari pabrik pembuatannya ke Makasar dengan pesawat raksasa Antonov. "Di sana kemudian pesawat Sukhoinya akan dirakit," tutur Andi.

Lebih lanjut, Isaikin menyebutkan tak hanya Sukhoi, Indonesia-Rusia juga mengadakan kerja sama pasokan persenjataan lainnya. "Dengan Indonesia. seperti dengan negeri-negeri lainnya, kerjasama kita berkembang aktif dewasa ini pada dua jurusan: yaitu layanan setelah penjualan dan transfer teknologi tertentu," kata Isaikin.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters