Pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya ke Singapura dinyatakan hilang kontak sejak pukul 06.17 WIB. Adapun pesawat jenis Airbus A320-200 ini dikabarkan sudah menghilang di antara Tanjung Pandan dan Pontianak.
Djoko Murjatmodjo, Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara dalam konferensi pers, Minggu 28 Desember 2014, menyatakan bahwa terakhir pihak pesawat memberikan laporannya pada pukul 06.12 WIB. Saat itu, katanya, sang pilot meminta pesawat bergeser ke kiri dan untuk naik ke ketinggian 38 ribu kaki untuk menghindari awan.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Minggu, 28 Desember 2014
Pesawat Amfibi Be-200 Vs ShinMaywa US-2 Manakah Yang Cocok Untuk Perairan Indonesia
Rencana menggebu-gebu dari TNI AU yang menawarkan akuisisi pesawat amfibi Be-200 kepada Presiden Jokowi untuk menangkap kapal penangkap ikan ilegal perlu disikapi dengan bijak dari segala sisi. Hal ini wajar, karena sudah lama TNI AU tidak lagi mengoperasikan pesawat amfibi. Banyak hal sudah berubah, baik dari spesifikasi alutsista yang mau dibeli, maupun dari sisi operasi penegakan hukum di laut, yang saat ini baru mulai dibenahi dengan pembentukan Bakamla.
ARC sendiri tidak hendak berpolemik, tapi cukup mengajukan satu pertanyaan yang menggelitik: Benarkah Be-200 Altair adalah pesawat amfibi terbaik? Ini mengingat pesawat amfibi belum pernah terdengar dalam rencana pengembangan jangka menengah maupun panjang TNI AU.
![]() |
| Pesawat Amfibi Be-200 |
ARC sendiri tidak hendak berpolemik, tapi cukup mengajukan satu pertanyaan yang menggelitik: Benarkah Be-200 Altair adalah pesawat amfibi terbaik? Ini mengingat pesawat amfibi belum pernah terdengar dalam rencana pengembangan jangka menengah maupun panjang TNI AU.
Polisi Tangkap Otak Pendanaan 6 Simpatisan ISIS
Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menangkap otak di balik pemberangkatan 6 orang simpatisan ISIS asal Makasar ke Suriah.
Tersangka berinisial MA alias AM yang ditangkap penyidik Jatanras saat melakukan penggrebekan disebuah kompleks perumahan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (27/12) pagi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, AM ditangkap setelah petugas memperoleh keterangan dari enam terduga anggota ISIS yang diamankan dini hari tadi di bandara Soekarno-Hatta.
"AM ditangkap saat melakukan pemeriksaan di rumah penampungan di Cibubur," kata Rikwanto di Polda Metro Jaya, Sabtu (27/12).
Tersangka berinisial MA alias AM yang ditangkap penyidik Jatanras saat melakukan penggrebekan disebuah kompleks perumahan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (27/12) pagi.
![]() |
| Kombes (Pol) Rikwanto (Jaringnews/Nandang Permana Sidik) |
"AM ditangkap saat melakukan pemeriksaan di rumah penampungan di Cibubur," kata Rikwanto di Polda Metro Jaya, Sabtu (27/12).
TNI Butuh Senjata dan SDM untuk Amankan Perbatasan RI - RDTL
Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Achmad Yuliarto yang ditemui di Lanud El Tari usai mengantar Menhan RI, mengatakan, ada 14 pos perbatasan yang sudah roboh dan segera membutuhkan perbaikan terutama di tiga titik wilayah perbatasan yakni perbatasan dengan Oekusi, Bijaesunan dan Humaniana.
Pos pemantau perbatasan di Pulau Batek juga membutuhkan perhatian selain masalah persenjataan untuk pengamanan wilayah perbatasan dan kekuatan personil.
Sementara untuk pengamanan perbatasan di wilayah laut, Danlantamal VII Kupang, Laksma Teddy Muhibah Pribadi yang ditemui di tempat yang sama, mengatakan, pada intinya untuk pengamanan wilayah laut, yang dibutuhkan adalah masalah SDM personil TNI AL dan kelengkapan peralatan.
Pos pemantau perbatasan di Pulau Batek juga membutuhkan perhatian selain masalah persenjataan untuk pengamanan wilayah perbatasan dan kekuatan personil.
Sementara untuk pengamanan perbatasan di wilayah laut, Danlantamal VII Kupang, Laksma Teddy Muhibah Pribadi yang ditemui di tempat yang sama, mengatakan, pada intinya untuk pengamanan wilayah laut, yang dibutuhkan adalah masalah SDM personil TNI AL dan kelengkapan peralatan.
Label:
Kedaulatan Bangsa,
Perbatasan NKRI
Kisah Tentara Jepang 30 Tahun Sembunyi di Hutan Morotai
CERITA perang selalu bicara tentang penderitaan dan kepahlawanan. Cerita Teruo Nakamura, tentara Jepang yang bertugas di Kepulauan Morotai, Kepulauan Maluku Utara, Indonesia, mungkin masuk dalam keduanya.
Bagaimana kisah tentara Jepang itu? Cerita Pagi akan mengulasnya. Kisah kepahlawanan itu dimulai saat masa pendudukan Jepang di Indonesia, yang disusul dengan menyerahnya Pemerintah Kolonial Hindia Belanda kepada Jepang, pada 8 Maret 1942.
Nakamaru yang lahir di Taiwan (saat itu Taiwan merupakan wilayah jajahan Jepang), pada 8 Oktober 1919, terkena wajib militer dan menjadi bagian dari Unit Sukarela Takasago Angkatan Darat Kekaisaran Jepang tahun 1943.
![]() |
Nakamura saat ditangkap tentara TNI AU |
Nakamaru yang lahir di Taiwan (saat itu Taiwan merupakan wilayah jajahan Jepang), pada 8 Oktober 1919, terkena wajib militer dan menjadi bagian dari Unit Sukarela Takasago Angkatan Darat Kekaisaran Jepang tahun 1943.
Perlu Kekuatan Laut untuk Stabilitas dan Integritas NKRI
Kekuatan laut (sea power) atau dapat disebut juga kekuatan maritim (maritime power) sangat berguna dalam menjaga stabilitas dan integritas NKRI di tengah tingginya ancaman baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Kasum TNI, Laksdya TNI Ade Supandi kepada JMOL beberapa waktu lalu menyampaikan pentingnya hal tersebut untuk menjaga kesinambungan NKRI.
“Indonesia harus memiliki kesiagaan dan kemampuan untuk dapat mengendalikan lautnya serta memproyeksikan kekuatannya melalui laut dalam rangka memelihara stabilitas dan integritas NKRI” ujar Ade.
Menurutnya, kekuatan laut atau kekuatan maritim itu sangat berkorelasi dengan strategi maritim dalam design kepentingan nasional sesuai dengan undang-undang. Dari penjabaran itu akan menghasilkan suatu output yaitu keamanan maritim. .
![]() |
| Laksdya TNI Ade Supandi (Foto: Dok Pribadi) |
Kasum TNI, Laksdya TNI Ade Supandi kepada JMOL beberapa waktu lalu menyampaikan pentingnya hal tersebut untuk menjaga kesinambungan NKRI.
“Indonesia harus memiliki kesiagaan dan kemampuan untuk dapat mengendalikan lautnya serta memproyeksikan kekuatannya melalui laut dalam rangka memelihara stabilitas dan integritas NKRI” ujar Ade.
Menurutnya, kekuatan laut atau kekuatan maritim itu sangat berkorelasi dengan strategi maritim dalam design kepentingan nasional sesuai dengan undang-undang. Dari penjabaran itu akan menghasilkan suatu output yaitu keamanan maritim. .
Proxy War Negara Adikuasa Terhadap Republik Indonesia Jilid 1
Prediksi beberapa pengamat politik yang pesimis, bahwa Pemilu di Indonesia tahun 2014 akan gagal dan berakhir dengan chaos, desintegrasi NKRI menjadi beberapa negara kecil pada tahun 2015, sampai sekarang tidak terbukti, walau iklim politik di Indonesia masih belum kondusif bagi kelancaran roda pemerintahan Jokowi-JK yang menang Pemilu 2014.
Walau Koalisi Indonesia Hebat pendukung Jokowi-JK sudah berdamai dengan Koalisi Merah Putih penduklung Prabowo-Hatta Rajasa di DPR RI, tapi iklim konfrontasi di DPRD Provinsi masih belum selesai. Demikian juga Presiden Jokowi lewat Sekab Andy Wijayanto telah mengeluarkan perintah kepada para menteri dan pejabat setingkat menteri, agar menunda rapat kerja dengan pihak DPR RI sampai kondisi DPR RI solid dan kondusif.
Demikian juga pihak DPR RI sudah melakukan upaya awal untuk mengajukan interpelasi pada pemerintahan Jokowi- JK atas penaikan BBM, yang banyak didemo masyarakat luas, juga dikritik secara keras dan tajam oleh Kwik Kian Gie, tokoh Senior PDIP yang juga tidak setuju kebijakan penaikan harga BBM sekarang ini…, membuat iklim politik menjadi memanas lagi…
Walau Koalisi Indonesia Hebat pendukung Jokowi-JK sudah berdamai dengan Koalisi Merah Putih penduklung Prabowo-Hatta Rajasa di DPR RI, tapi iklim konfrontasi di DPRD Provinsi masih belum selesai. Demikian juga Presiden Jokowi lewat Sekab Andy Wijayanto telah mengeluarkan perintah kepada para menteri dan pejabat setingkat menteri, agar menunda rapat kerja dengan pihak DPR RI sampai kondisi DPR RI solid dan kondusif.
Demikian juga pihak DPR RI sudah melakukan upaya awal untuk mengajukan interpelasi pada pemerintahan Jokowi- JK atas penaikan BBM, yang banyak didemo masyarakat luas, juga dikritik secara keras dan tajam oleh Kwik Kian Gie, tokoh Senior PDIP yang juga tidak setuju kebijakan penaikan harga BBM sekarang ini…, membuat iklim politik menjadi memanas lagi…
Label:
Internasional,
Isu Politik,
Kedaulatan Bangsa
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...


%2BRikwanto.jpg)




