Cari Artikel di Blog Ini

Selasa, 27 Oktober 2015

Poros Maritim Terkait Erat dengan Bela Negara

Pembangunan poros maritim dunia dengan 5 pilar pembangunan maritimnya sangat berkaitan erat dengan program Bela Negara yang dicetuskan oleh Kementerian Pertahanan. Demikian inti yang disampaikan oleh Pangkolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia bersama Gubernur Lemhanas Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Supandji kepada para wartawan di geladak KRI BAC-593 beberapa hari lalu saat seminar Lemhanas bertajuk poros maritim dunia.

Poros Maritim Terkait Erat dengan Bela Negara
Pangkolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia (kiri) dan Gubernur Lemhanas Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Supandji (kanan) dalam sebuah konferensi pers di gelak KRI BAC-593


“Pangkolinlamil dalam pemaparannya tadi sudah menyampaikan ada lima pilar penting untuk mencapai poros maritim dunia, beliau juga mengajukan rekomendasi untuk berfikir secara kesinambungan yang bukan hanya dikerjakan setahun atau dua tahun tetapi termasuk jangka panjang,” ungkap Gubernur Lemhanas.

Menurutnya, dari lima pilar pembangunan maritim mulai dari budaya maritim, infrastruktur dan konektivitas, pengelolaan sumber daya kelautan, diplomasi maritim, dan pertahanan maritim harus dirumuskan dan dilaksanakan secara kesinambungan agar mampu mendatangkan kesejahteraan buat rakyat Indonesia dan mampu memperkuat ketahanan nasional.

Senin, 26 Oktober 2015

Spesifikasi F-16V Tak Istimewa

Pesawat tempur F-16 Viper atau F-16V, yang ditawarkan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, ternyata tidak bisa dikatakan istimewa.

Pengamat Penerbangan Chappy Hakim menjelaskan, spesifikasi pesawat jenis F-16V tidak memiliki keunggulan khusus selain sebagai varian tipe F-16 yang sudah diproduksi sebelumnya.


F-16 Viper

“Itu varian saja dari F-16 yang sudah ada. Kalau yang baru kan harusnya sudah sampai 26 (F),” ujar Chappy seperti dilansir Sindonews, Sabtu (24/10/2015).

Klaim AS bahwa F-16V sebagai jet tempur tipe baru, nyatanya  F-16 dan variannya sudah banyak dimiliki Indonesia. Meski begitu, Chappy mengakui pesawat ini cocok untuk kawasan Asia Tenggara.

Ada Praktek Busuk di Balik Perompakan di Selat Malaka

Maraknya aksi perompakan di Selat Malaka dinilai sebagai sesuatu yang sengaja diciptakan. Salah satunya untuk mendapatkan keuntungan terkait klaim asuransi.

“Ada grand design (disain besar) perairan ini tidak aman. 90% kejahatan di sana (Selat Malaka) karena by design. Bisa karena persaingan bisnis dan untuk mendapatkan asuransi,” ujar Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI AL, Taufiq R di Mako Armabar, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2015).


Ada Praktek Busuk di Balik Perompakan di Selat Malaka

Taufik menjelaskan, biasanya kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka membuat laporan palsu dengan menyatakan bahwa kapalnya telah mengalami perompakan.

Namun, setelah dilakukan investigasi, ternyata perompakan dilakukan oleh pihak-pihak yang masih erat kaitannya dengan kapal tersebut untuk mendapatkan klaim asuransi.

Trik Kapten Muslihat Pecundangi Tentara Sekutu

Kota Bogor dalam sudut pandang sejarah, tidak dipandang sebagai kota yang bergairah dalam perjuangan nasional. Tidak banyak sejarah perjuangan dari kota ini yang mengemuka dan dibicarakan oleh masyarakat.

Namun, ada satu sosok yang menjadi trademark dan cukup kesohor namanya seantero Bogor dan namanyapun diabadikan menjadi salah satu jalan utama, sepanjang Stasiun Bogor. Ya dia adalah Kapten Muslihat, pejuang asal Pandeglang yang mengabdikan dirinya untuk wilayah Bogor.


Trik Kapten Muslihat Pecundangi Tentara Sekutu

Hal menarik dari sosoknya adalah strategi perang Sang Kapten yang mengadopsi gaya gerilya milik Panglima Besar Sudirman.

"Pernah dalam suatu pertempuran di Panaragan, ketika komandan pleton dari barisan lain memerintahkan untuk pasukannya berperang dengan tiarap, Leptu (pangkat Muslihat sebelum gugur-red) tidak demikian. Ia memerintahkan pasukannya untuk berdiri dan hadapi tentara Inggris secara terbuka," kisah Mahrup, Sejarawan yang juga Koordinator Pemandu Museum Perjuangan Bogor saat berbincang dengan detikcom.

Gajah Bantu Prajurit Kostrad Patroli Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan di Provinsi Riau banyak terjadi di daerah yang sulit dijangkau kendaraan. Salah satu cara yang digunakan untuk menembus lokasi dan memantau wilayah yang terbakar adalah dengan menggunakan gajah.

Hal inilah yang dilakukan prajurit Kostrad yang ditugaskan dalam tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Mereka berpatroli di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dengan naik gajah.


Prajurit Kostrad patroli naik gajah
Prajurit Kostrad patroli naik gajah

Selama bertugas, tim juga melakukan pemadaman api yang membara di tengah kawasan TNTN. Gajah yang digunakan berpatroli adalah gajah jinak yang disebut tim gajah playing squad di bawah koordinasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama WWF Riau.

Dengan satwa bongsor ini, tim Kostrad pun melakukan patroli di atas badan gajah. Mereka berkeliling ke kawasan hutan yang sulit dijangkau dengan kendaraan.

TNI AD rebut juara umum terjun payung di Malaysia

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) meraih gelar juara umum dalam kejuaraan terjun payung di Malaysia. Lomba bertajuk The Terengganu Challege Parachuting Championship and Malaysian Armed Forces Parachuting Championship Closed 2015 ini, tim yang terdiri dari Kostrad dan Kopassus menjuarai empat dari lima nomor yang dipertandingkan.

TNI AD rebut juara umum terjun payung di Malaysia

Berdasarkan siaran pers dari Penerangan Kopassus, Minggu (25/10), TNI AD berhasil 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu dan menyingkirkan 28 tim dari Malaysia maupun swasta. Dalam perlombaan tersebut, TNI AD menerjunkan 22 atlet terjun payung dalam lomba yang digelar sejak 19 September dan ditutup Senin (26/10) besok.

Torehan prestasi ini menambah deretan panjang TNI AD dalam setiap perlombaan yang digelar di luar negeri. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi juara umum dalam lomba menembak di Australia dan menyingkirkan peserta dari Amerika Serikat, Jepang dan lain-lain.

Saab dan Selex Tawarkan Radar Canggih Untuk Pesawat Tempur KFX/IFX

Selama pameran Seoul International Aerospace and Defense Exhibition (ADEX), yang berlangsung dari 20 – 25 Oktober, beberapa perusahaan pembuat radar Eropa berusaha untuk merayu Korea Selatan yang tampaknya kecewa dengan AS.

Saab dan Selex Tawarkan Radar Canggih Untuk Pesawat Tempur KFX-IFX


Setelah perusahaan Saab Swedia menawarkan peengembangkan radar AESA dengan Korea Selatan. Kini giliran perusahaan Selex, bagian dari Finmeccanica mengajukan radar Captor-E yang selama ini menjadi radar andalan pesawat tempur Eurofighter Typhoon.

Perusahaan kedirgantaraan asal Inggris dan Italia itu merekomendasikan Seoul untuk mengadopsi radar dari Selex dan kemudian memproduksinya secara lokal.

“Intinya adalah kita akan mencoba untuk memenuhi keinginan Korea semampu yang kita bisa,” kata seorang pejabat Selex.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters