Dulu ada kisah menarik bagaimana Presiden Soekarno marah saat berkunjung ke Amerika Serikat. Soekarno merasa harga dirinya diinjak-injak oleh protokoler Presiden AS. Peristiwa itu terjadi tahun 1950an. Soekarno dijadwalkan menemui Presiden Eisenhower tepat pukul 10.00 pagi.
Cerita itu dituturkan ajudan Soekarno, Bambang Widjanarko dalam buku 'Sewindu Dekat Bung Karno' terbitan Kepustakaan Populer Gramedia.
Pukul 09.58 Soekarno sudah tiba di tempat pertemuan. Pukul 10.00, Soekarno tersenyum lebar menunggu Eisenhower.
Pukul 10.10 Soekarno masih tenang. Pukul 10.25, Eisenhower belum datang, Soekarno mulai tegang dan tak mau bicara. Pukul 10.30 meledaklah amarahnya. Protokoler Presiden AS dimarahi.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Rabu, 28 Oktober 2015
Semangat Sumpah Pemuda Luntur Keutuhan Bangsa Terancam Hancur
Tepat 28 Oktober ini, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Peringatan itu menjadi cerminan generasi muda zaman sekarang untuk memajukan tanah air. Namun, sebenarnya masih banyak pelbagai hal perlu diperbaiki.
Wakil ketua MPR Oesman Sapta menegaskan, kebangkitan sumpah pemuda perlu dibangkitkan kembali. Sehingga semangat pemuda di masa perjuangan merebut kemerdekaan itu masih relevan hingga kini.
"Kalau semangat itu hilang, lunturlah bangsa ini," kata Oesman di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10).
Oesman meminta Pancasila, Undang-undang dasarm NKRI dan Bhineka Tunggal Ika terus diutamakan sebagai dasar kebangkitan Sumpah Pemuda. "Empat komitmen sumpah pemuda pada tahun 1928. Jadi harus dibangkitkan kembali," ujarnya.
Wakil ketua MPR Oesman Sapta menegaskan, kebangkitan sumpah pemuda perlu dibangkitkan kembali. Sehingga semangat pemuda di masa perjuangan merebut kemerdekaan itu masih relevan hingga kini.
"Kalau semangat itu hilang, lunturlah bangsa ini," kata Oesman di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10).
Oesman meminta Pancasila, Undang-undang dasarm NKRI dan Bhineka Tunggal Ika terus diutamakan sebagai dasar kebangkitan Sumpah Pemuda. "Empat komitmen sumpah pemuda pada tahun 1928. Jadi harus dibangkitkan kembali," ujarnya.
Label:
Kedaulatan Bangsa,
Nasionalisme,
Patriotisme
"Washington Post" Sebut Menhan Ryamizard sebagai Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyelesaikan kunjungan kerja pertamanya ke Amerika Serikat pada hari ini, Selasa (27/10/2015).
Namun, cerita kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu ke Negeri Paman Sam masih menjadi perbincangan.
Kali ini, bukan hasil pertemuan antara Jokowi dan Presiden AS Barack Obama yang jadi perbincangan, melainkan keterangan foto di surat kabar Washington Post.
Koran itu menyebut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebagai Presiden Joko Widodo.
Dalam edisi Selasa (27/10/2015), Washington Post menurunkan tulisan soal kunjungan kenegaraan Jokowi bertemu Obama di Gedung Putih.
Namun, cerita kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu ke Negeri Paman Sam masih menjadi perbincangan.
Kali ini, bukan hasil pertemuan antara Jokowi dan Presiden AS Barack Obama yang jadi perbincangan, melainkan keterangan foto di surat kabar Washington Post.
Koran itu menyebut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebagai Presiden Joko Widodo.
Dalam edisi Selasa (27/10/2015), Washington Post menurunkan tulisan soal kunjungan kenegaraan Jokowi bertemu Obama di Gedung Putih.
TNI AD dan Bank BRI Kerjasama Rehabilitasi Taman Perbatasan
Wilayah perbatasan suatu negara merupakan salah satu manifestasi dari kedaulatan suatu negara. Melintasi wilayah perbatasan tanpa izin bisa dianggap telah melanggar kedaulatan negara bersangkutan, bahkan bisa memicu konflik yang tidak diharapkan.
Sejatinya, perbatasan dapat dipahami sebagai garis imajiner di atas peta yang memisahkan wilayah suatu negara dengan negara lainnya di atas permukaan Bumi. Untuk menegaskannya secara fisik, biasanya tiap negara memiliki tetenger atau tanda yang digunakan sebagai pembatas, misalnya berupa tugu, kawat berduri, dinding beton, atau border sign post.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau yang berjumlah lebih dari 17.504 pulau dengan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta kilometer persegi dan panjang garis pantai 81.900 kilometer persegi, memiliki perbatasan laut dengan 10 negara, yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, India, Thailand, Vietnam, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini.
Sejatinya, perbatasan dapat dipahami sebagai garis imajiner di atas peta yang memisahkan wilayah suatu negara dengan negara lainnya di atas permukaan Bumi. Untuk menegaskannya secara fisik, biasanya tiap negara memiliki tetenger atau tanda yang digunakan sebagai pembatas, misalnya berupa tugu, kawat berduri, dinding beton, atau border sign post.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau yang berjumlah lebih dari 17.504 pulau dengan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta kilometer persegi dan panjang garis pantai 81.900 kilometer persegi, memiliki perbatasan laut dengan 10 negara, yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, India, Thailand, Vietnam, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini.
Selasa, 27 Oktober 2015
Kisah Peterjun ‘Gila’ dari KKO
Sekitar bulan Mei dan Juni 1966, Korps Komando Operasi (KKO) yang kini berganti nama menjadi Korps Marinir TNI AL telah mengirim beberapa calon Free Fall Jumper ke SPKAD Batujajar guna mengikuti pendidikan terjun bebas. Tetapi di sana tidak cukup tersedia fasilitas bagi calon peterjun bebas dari KKO AL sehingga terpaksa mereka kembali ke Surabaya sambil menunggu kesempatan-kesempatan berikutnya.
Pada saat menunggu itulah, 2 orang calon peterjun bebas yakni Kopral KKO Eddies dan Prako Soebekti mengambil inisiatif sendiri merintis penerjunan bebas tanpa guru .
Dengan ketekunan dan keyakinan yang penuh dan resiko, mereka belajar dari pengalaman atau lebih tepatnya belajar dari nalurinya sendiri sehingga akhirnya mereka berhasil terjun bebas dari ketinggian 3000 kaki dengan hanya memakai Payung tipe D1 buatan USSR (saat ini Rusia).
Pada saat menunggu itulah, 2 orang calon peterjun bebas yakni Kopral KKO Eddies dan Prako Soebekti mengambil inisiatif sendiri merintis penerjunan bebas tanpa guru .
Dengan ketekunan dan keyakinan yang penuh dan resiko, mereka belajar dari pengalaman atau lebih tepatnya belajar dari nalurinya sendiri sehingga akhirnya mereka berhasil terjun bebas dari ketinggian 3000 kaki dengan hanya memakai Payung tipe D1 buatan USSR (saat ini Rusia).
Mengenal NASDEC (National Ship Design and Engineering Center)
NASDEC (National Ship Design and Engineering Center) merupakan lembaga pusat desain dan rekayasa kapal nasional yang berdiri sejak 2006 berdasarkan kerja sama antara ITS dan Departemen Perindustrian. Berdirinya Nasdec diharapkan mampu menjadi simpul desain kapal dan rancang bangun perkapalan untuk mendukung pembangunan maritim nasional.
Dalam pembangunan poros maritim dunia tentunya NASDEC memiliki peran penting sebagai pusat studi teknologi kemaritiman. Hal tersebut tentunya sangat diperlukan sebagai salah satu elemen pendukung Indonesia untuk mewujudkan tol laut sebagai pendukung poros maritim dunia.
Dalam hal ini sekjen Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI), Ahlan Zulfakhri menyampaikan kepada Jurnal Maritim bahwa NASDEC merupakan sebuah lembaga yang sangat penting dalam mendukung pembangunan tol laut menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia. Namun sayangnya fungsi NASDEC selama ini belum mampu berjalan secara optimal untuk memberikan dukungan bagi pembangunan maritim Indonesia.
![]() |
| MV. Salila 3D Rendering (Anndi Iswa http://salila-indonesia.com ) |
Dalam pembangunan poros maritim dunia tentunya NASDEC memiliki peran penting sebagai pusat studi teknologi kemaritiman. Hal tersebut tentunya sangat diperlukan sebagai salah satu elemen pendukung Indonesia untuk mewujudkan tol laut sebagai pendukung poros maritim dunia.
Dalam hal ini sekjen Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI), Ahlan Zulfakhri menyampaikan kepada Jurnal Maritim bahwa NASDEC merupakan sebuah lembaga yang sangat penting dalam mendukung pembangunan tol laut menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia. Namun sayangnya fungsi NASDEC selama ini belum mampu berjalan secara optimal untuk memberikan dukungan bagi pembangunan maritim Indonesia.
3 KRI Bantu Evakuasi Korban Asap di Kalimantan
Tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) milik TNI AL yakni KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Jakarta-541, dan KRI dr Suharso-990, hari ini merapat di dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Senin (26/10/15). Hal itu dilakukan dalam rangka evakuasi korban asap sekaligus membawa barang-barang kebutuhan seperti makanan dan obat-obatan.
Sesuai instruksi presiden melalui Mabes TNI, selanjutnya Mabes TNI AL langsung bertindak cepat untuk mengerahkan 3 KRI-nya yang langsung bergerak menuju Banjarmasin. Rencananya, ada beberapa kapal lagi yang dikerahkan ke Sumatera dalam misi yang sama.
Berdasarkan keterangan yang diterima Jurnal Maritim dari Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) diperoleh keterangan bahwa kegiatan dengan misi sosial ini akan melibatkan Lanal dan Pemda setempat.
“Kita akan menunggu dan terus berkoordinasi dengan Pemda dan Lanal setempat dalam prosesi evakuasi korban asap di Banjarmasin ini. Kemungkinan 3 KRI itu selama beberapa hari berada di sana,” ungkap Kadispenal Laksma TNI M. Zainudin saat dihubungi Jurnal Maritim beberapa saat lalu.
![]() |
| KRI dr Suharso menjadi salah satu KRI yang diutus untuk membantu evakuasi korban asap di Banjarmasin |
Sesuai instruksi presiden melalui Mabes TNI, selanjutnya Mabes TNI AL langsung bertindak cepat untuk mengerahkan 3 KRI-nya yang langsung bergerak menuju Banjarmasin. Rencananya, ada beberapa kapal lagi yang dikerahkan ke Sumatera dalam misi yang sama.
Berdasarkan keterangan yang diterima Jurnal Maritim dari Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) diperoleh keterangan bahwa kegiatan dengan misi sosial ini akan melibatkan Lanal dan Pemda setempat.
“Kita akan menunggu dan terus berkoordinasi dengan Pemda dan Lanal setempat dalam prosesi evakuasi korban asap di Banjarmasin ini. Kemungkinan 3 KRI itu selama beberapa hari berada di sana,” ungkap Kadispenal Laksma TNI M. Zainudin saat dihubungi Jurnal Maritim beberapa saat lalu.
Label:
Kapal Perang,
Kegiatan Sosial,
Maritim,
TNI AL
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...







