Cari Artikel di Blog Ini

Kamis, 07 Juni 2012

Pesawat Hercules Berhasil Mengangkut Pesawat Cassa-212 Dari Malang

JAKARTA - Hercules TNI AU Minggu (3/6) lalu sukses membopong badan pesawat Cassa-212 dari Malang ke Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara di Bandung. Hercules yang membawa bagian-bagian pesawat Cassa itu di muat kedalam badan hercules melalui pintu rampa belakang.
Tujuan Hercules mengangkut pesawat Cassa-212 Aviocar itu ke Bandung adalah untuk dijadikan Monumen. Persisnya berlokasi di samping kiri Markas Komando Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara. Pesawat ini sebelumnya berada di bawah perawatan Skadron Teknik 022, Malang.

Kendaraan Amphibi Kreasi Anak Negeri

Kendaraan Amphibi Kreasi Anak Negeri
APC Amphibi buatan PT. Wirajayadi Bahari (Foto : Wirajayadi Bahari)


Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2012 yang berlangsung di Markas Besar (Mabes) TNI kemarin diwarnai acara gelar Static Show Alat Perlengkapan Pertahanan (Alpahan) Produksi Industri Dalam Negeri.

Turut dipamerkan berbagai kendaraan tempur serta alat berat militer. Salah satunya adalah APC Amphibi yang merupakan kendaraan tempur untuk mengangkut pasukan pendarat marinir produksi TNI Angkatan Laut (AL) bersama PT Wirajayadi Bahari.

Rabu, 06 Juni 2012

Kemhan RI Tandatangani Kontrak Pengadaan 1 Unit Kapal PKR

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) melalui Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) secara resmi menandatangani kontrak pengadaan 1 unit Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda.


 
Kontrak ditandatangani oleh Kepala Baranahan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo yang mewakili Kemhan RI dengan Director Naval Sale of DSNS Evert van den Broek yang mewakili pihak DSNS, Selasa (5/6) di kantor Kemhan, Jakarta. Hadir dan menyaksikan acara penandatangan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI dan Mabes TNI AL. Hadir pula Dubes Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan dan Direktur Utama PT.PAL Indonesia (Persero) Ir M Firmansyah Arfin.
 
Kabaranahan Kemhan RI mengatakan, dalam pembangunan Kapal PKR 10514 ini, Damen Schelde Naval Shipbuilding melakukan joint production (kerjasama produksi) dengan PT. PAL Indonesia (Persero) selaku industri pertahanan dalam negeri. Damen Schelde Naval Shipbuilding telah memutuskan untuk memberikan Transfer of Technology (ToT) dalam konstruksi desain dan pembangunan Kapal PKR 10514 kepada PT. PAL Indonesia (Persero).

Selasa, 05 Juni 2012

KCR Ketiga Palindo Batam Segera Seleai


Pemerintah Indonesia menargetkan pembuatan 24 unit kapal cepat berpeluru kendali hingga 2024.

Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Sumartono di Batam, Rabu mengatakan kedua puluh empat unit Kapal Cepat Rudal (KCR) itu akan disebar ke wilayah Barat Indonesia dan Sulawesi Utara.




Saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, ia menambahkan,"Kapal Cepat Rudal sangat diperlukan untuk wilayah perairan yang memiliki ombak rendah atau kepulauan,".

Seragam Baru TNI

Mayor Agus Harimurti Yudhoyono



Brigif Linud 17 Kostrad mendapatkan penghormatan, menjadi pasukan AD pertama yang menggunakan Battle Dress Uniform (BDU) terbaru, untuk pasukan TNI. Warna hijau dari Pakaian Dinas Lapangan (PDL) ini lebih menyatu dengan alam, sehingga memaksimalkan kamuflase pasukan. Motif bercak lorengnya pun lebih halus karena menggunakan pixel/ digital effect. Code dress dan atribut diperbaiki penampilannya mendekati model US Army.
 
seragam linud 2 Seragam Baru TNI  
seragam linud 11 Seragam Baru TNI
 

PDL yang baru ini terlihat lebih trendy dan modis. Jika pasukan Indonesia berbaris atau defile memang tidak terlihat ada yang aneh dengan mereka. Namun jika pasukan TNI digabungkan dengan pasukan negara lain, terutama pasukan negara maju, maka loreng/PDL pasukan TNI terlihat sedikit “jadul”, alias jaman dulu.

Perancis Tawarkan Rudal Exocet MM40 Block 3 Ke Indonesia

Perancis menawarkan Rudal Exocet MM40 Block 3 Ke Indonesia 
 
Hubungan Indonesia dengan Perancis, semakin mesra saja pasca pembelian Meriam 155 mm Caesar dan kendaraan taktis Sherpa. Rusia telah menjual rudal yakhont ke Indonesia. Amerika Serikat menawarkan AIM-120 AMRAAM utk melengkapi hibah 24 F-16 Block 32++. Tidak mau ketinggalan, Perancis juga menawarkan salah satu senjata andalan mereka, yakni rudal anti-kapal Exocet MM-40 Block III.



Indonesia boleh saja telah bekerjasama dengan China untuk membuat rudal C-705. Bisa jadi, rudal C-705 akan diproduksi masal oleh Indonesia. Akan tetapi Indonesia tetap melbutuhkan peluru kendali yang mumpuni secara kualitas, sebagai deteren terhadap negara lain. Kemampuan deteren itu, dimiliki oleh rudal Exocet MM-40 Block 3.

 

Senin, 04 Juni 2012

SBY: Nipah Dirancang dan Dibangun untuk Gugus Depan Pertahanan


Presiden SBY meninjau dan menyapa petugas di Pulau Nipah, Sabtu (2/6) sore. (foto: anung/presiden sby.info) Pulau Nipah, Kepri: KRI Diponegoro-365 yang membawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Hj Ani Bambang Yudhoyono merapat di dermaga Pulau Nipah, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (2/6) pukul 16.00 WIB. Setibanya di Pulau Nipah, SBY dan Ibu Ani disambut Korps Marinir TNI AL dan Satuan Tugas Pengamanan Pulau Nipah, setelah itu melaksanakan peninjauan pulau dan barak Satgas Pulau Terluar Nipah.



Usai peninjauan, Presiden SBY memberikan keterangan pers kepada wartawan. "Dalam pelayaran tadi, saya mendapatkan
briefing dari Menteri Pertahanan dan dilanjutkan Menteri Kelautan dan Perikanan," kata SBY. "Menhan melaporkan kepada saya apa saja yang telah dikembangkan di pos depan kita ini, satuan Marinir dan satuan Angkatan Darat, dengan komposisi kurang lebih dua pertiga Marinir dan sepertiga Angkatan Darat, yang tentu melaksanakan tugas-tugas pos depan tempur bagi pertahanan negara kita," jelas SBY.

Kendaraan Taktis Militer Indonesia

Banyaknya kendaraan taktis desain anak bangsa, ternyata mempunyai klasifikasi yang berbeda maupun kegunaannya. Sampai  saat ini TNI mengunakan beberapa tipe kendaraan taktis import dari luar. Setelah merasakan pahitnya embargo alutsista berserta suku cadangnya dari negeri barat yang terlalu menghubungkan HAM daripada keamanan negara terhadap alutsista TNI, maka Dephan mengedepankan produk nasional yang mandiri untuk keperluan pertahanannya. Selain membuat bangsa menjadi mandiri, banyak ilmu yang didapat dari perkembangan alutsista dan sangat berguna untuk kedepannya.

Untuk Militer dibutuhkan kendaraan dengan kemampuan 4-Wheels Drive (4WD atau 4 x 4) yaitu kendaraan taktis yang memiliki tenaga penggerak pada keempat rodanya, dengan tujuan mampu digunakan dalam segala kondisi jalan. Cara kerja dari kendaraan 4 x 4 adalah mesin dihubungkan dengan differensial tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan penggerak 4 roda, penggunaan energi lebih tinggi. Biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja, dengan mengaktifkan melalui tombol atau tuas tertentu.

Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl Minulyo Suprapto mengatakan, kendaraan taktis yang dimiliki oleh TNI saat ini belum standar, yakni terdiri dari beberapa produk seperti CJ-7 (USA), Beijing BJ2020 (China), Isuzu Oz (Jepang), KIA KM-420 (Korea), Landrover (Inggris), UAZ (Rusia) dan Overland (Inggris) buatan tahun 1979 -1981. Konsekuensi dari keanekaragaman tersebut berdampak pengoperasionalan dan pemeliharaan termasuk suku cadang sehingga berpengaruh terhadap biaya pemeliharaan satuan.

Kendaraan Taktis Militer meskipun bentuknya hampir sama namun klasifikasinya berbeda. Klasisikasi yang berbeda ini akan menentukan penggunannya. Dari prototipe kendaraan yang telah dibuat tersebut tidak ada yang satu kelas.

Berikut klasifikasi menurut kelas (mungkin kelas-nya kurang tepat, karena kurang informasi yang resmi mengenai kendaraan tersebut) beserta kendaraannya :
 
 Kelas 1/4 ton :
 Jip KIA KM 420 Marinir

KIA KM 420 Marinir (foto formil kaskus)
Jip militer produksi KIA, Korea Selatan ini digunakan Marinir. Melihat bentuknya kendaraan KIA KM 420 ini mirip Suzuki jimny, yang terkenal lincah di jamannya.

Menurut Jane's Magazine di tahun 2003, Indonesia mengimpor 140 unit jip KIA KM 420 untuk keperluan militer. Kendaraan ini termasuk kelas 1/4 ton.

Spesifikasi KIA KM 420 :
 Panjang :  4,000 mm
 Lebar :  1,745 mm
 Tinggi :  1,915 mm
 Berat Kosong :  1,570 kg
 Mesin : FE DOHC 2.0, Turbo Charger Intercooler 1998 cc, 4 silinder 
 Kecepatan Maksimum :  130 km/jam
 Transmisi : Synchromesh, dengan 5 kecepatan
 Kapasitas Tangki :  53 Liter, Gasoline
 Kapasitas : 2 + 4
 Kelas 1/2 ton :

 P2 Komando

P2 Komando (foto SSE)
Bermula dari permintaan TNi AD untuk membuat kendaraan taktis, maka PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE), Tanggerang berhasil memproduksi rantis P2 Komando. Beberapa unit langsung digunakan pasukan kavaleri TNI AD dan beberapa unit juga digunakan satuan Kopaska TNI AL.

P2 Komando adalah kendaraan taktis khusus untuk komando, dibuat atas permintaan TNI atas kebutuhan kendaraan yang layak dan lincah untuk digunakan untuk menjalani tugas pengamanan.

Sabtu, 02 Juni 2012

Wapres: semangat Pancasila penyelamat bangsa

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono mengatakan semangat Pancasila merupakan penyelamat bangsa dari setiap ancaman konflik perpecahan bangsa.



"Ketahanan bangsa dapat terus terjaga berkat semangat Pancasila," kata Wakil Presiden Boediono dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara, MPR, Jakarta, Jumat.

Kodam IX/Udayana berhemat listrik

Denpasar (ANTARA News) - Semua pihak kini diminta berhemat energi dan listrik, termasuk jajaran Komando Daerah Militer IX/Udayana. Maklum, belanja negara di bidang ini sangat besar saban tahun.



"Saya perintahkan menghemat listrik kepada jajaran di Kodam IX/Udayana. Kalau sudah selesai bekerja, komputer, AC, lampu-lampu, dan alat-alat listrik lain dimatikan. Sebetulnya sudah lama ada aturan itu pada kami," kata Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Leonard, di Denpasar, Sabtu.

Jumat, 01 Juni 2012

ToT Rudal Dari China Langkah Menuju Kemandirian Rudal Indonesia

JAKARTA-(IDB) : Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali (guided missiles/rudal) C-705.

Dengan kesepakatan itu, Indonesia mendapat kewenangan untuk memproduksi rudal yang mempunyai jangkauan lintas cakrawala (over the horizon). Sekilas, ini merupakan kabar biasa.Tapi, bagi kepentingan pertahanan bangsa ini, langkah ini merupakan milestone bagi pembangunan kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista) sekaligus menguatkan derajat kapabilitas pertahanan Indonesia. Bangsa ini pun patut berbangga karena tidak banyak negara yang mampu menguasai teknologi rudal atau berkesempatan mendapat alih teknologi senjata strategis tersebut. Pentingnya penguasaan teknologi rudal disadari betul bangsa ini.

Mandiri dengan R-Han 122, Rudal Masa depan RI

Roket Pertahanan
 
Memiliki wilayah luas dengan belasan ribu pulau yang terpencar, Indonesia mengembangkan sistem pertahanan yang strategis untuk mengamankannya. Salah satu sarananya adalah roket. Kemandirian di bidang peroketan mulai dibangun dengan merintis pembuatan roket pertahanan R-Han 122.

Rancang bangun dan rekayasa roket pertahanan merupakan upaya Indonesia membangun kemandirian dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan. Rintisan dimulai lewat prototipe roket pertahanan sistem balistik berdiameter 122 milimeter disebut R-Han 122.

Roket pertahanan ini merupakan derivasi roket eksperimen rancangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), D230 tipe Rx 1210.


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters