Pemerintahan Joko Widodo yang telah diumumkan dituntut memiliki angkatan laut yang lebih outward looking dan meningkatkan peran diplomasi. Hal itu diungkapkan pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie.
“(Terjadi) Perubahan paradigma Presiden Jokowi dengan Ocean Leadership-nya. Dengan paradigma Poros Maritim Dunia, TNI yang tadinya lebih inward looking, otomatis akan menjadi TNI yang lebih outward looking,” ujar Connie.
Maksud dari outward looking ialah TNI secara sederhana memiliki postur, deployment, dan kesiapan Alutsista serta personel TNI yang tidak lagi akan terkonsentrasi semata dari 200 NM zona ekonomi eksklusif ke perairan dalam, tetapi melampaui jauh ke luar zona tersebut. Hal itu ditambah dengan adanya ASEAN Political Security Community 2015 nanti.
“Sekarang, di hadapan mata kita ada ASEAN Political Security Community 2015, di mana jika program ini berjalan maka TNI AL segera harus bergabung di ASEAN Navy untuk ikut mewujudkan keamanan kawasan,” ucapnya.
Selain itu, menurutnya, hal tersebut terkait dengan tugas TNI AL berdasarkan asas Trinitas, yaitu peran militer, peran polisionil, dan peran diplomasi.
“Peran militernya dalam rangka menjaga kedaulatan wilayah NKRI, khususnya pulau-pulau terluar yang hilang secara kepemilikan dan secara pengawasan. Dalam pelaksanaanya, menggerakkan unsur-unsur KRI, KAL, Pesawat Udara, dan sarana pangkalan-pangkalan TNI AL secara terus-menerus selama 270 hari dengan membentuk operasi siaga tempur laut,” jelasnya.
Dalam peran polisionil AL, sambungnya, terkait penegakan hukum di laut, tugas TNI AL adalah melindungi sumberdaya dan memelihara ketertiban di laut yang dilakukan baik dengan patroli keamanan di laut.
Connie menambahkannya dengan meningkatkan intensitas kehadiran KRI dalam kegiatan patroli rutin serta pameran bendera (Show of Flag) untuk mendekati masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar, sekaligus menggugah semangat kebanggaan dan cinta Tanah Air.
Dalam hal diplomasi, Wakil Ketua ILUNI UI tersebut menuturkan, perlu menggandeng ASEAN Navy saat Indonesia kesulitan menjaga stabilitas kawasan.
“Peran ini sangat penting di mana TNI AL melakukan kegiatannya dalam bentuk kerja sama karena wilayah perbatasan yang jauh dari pengawasan sering dimanfaatkan pihak-pihak tertentu sebagai gerbang kegiatan ilegal, di antaranya perompakan, penyelundupan, penggeseran patok-patok perbatasan, illegal fishing dan illegal logging serta pelintas batas,” ungkap Connie.
TNI AL, lanjut Connie, harus melaksanakan strategy partner dengan negara-negara tetangga.
“Dan ke sinilah saya kira bentuk ASEAN Navy akan mengarah dan anggaran pertahanan kita pasti harus mengikuti arah tren ini,” tutupnya. (JMOL)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Senin, 27 Oktober 2014
Connnie: TNI AL Negara Poros Maritim Harus Outward Looking dan Tingkatkan Diplomasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
Seperti kata pepatah “tidak kenal maka tidak sayang”, setelah jilid 1 dan jilid 2 saya menceritakan beberapa kisah-kisah yang pernah terjadi...
-
NKRI sudah dikepung rapat oleh neokolim yang hampir sekarat ini: Darwin Australia, Cocos Island, Diego Garcia, Guam, Filipina sampai Singapu...
-
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...
-
Sekolah Penerbang Lanud Adisucipto tengah menunggu 18 pesawat baru G-120 TP Grob dari Jerman. Kehadiran pesawat ini diharapkan dapat meningk...
-
Beberapa negara sudah memulai proyek penelitian untuk memungkinkan umat manusia menghuni planet tersebut. Selasa sore kemarin, India sudah m...
-
Indonesia Membutuhkan radar canggih, penempatan persenjataan jarak menengah dan jauh serta profesionlisme prjurit yang handal Anggota Kom...
-
Kisah ini sengaja saya tulis berdasarkan catatan-catatan tertulis yang saya punya dan juga cerita-cerita dari para “Silent Warrior” pinisepu...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...


Sayang sekali, ibu connie tdk jadi pertimbangan Presiden Jokowi utk mengisi Kementrian Luar negeri atopun kementrian pertahanan. Pdhl dari ilmu dan wawasan kebangsaan beliau sangat baik dan bisa mengabdikan diri lebih ke negara ini.
BalasHapus