Guna mencegah masuknya warga negara Indonesia ke Irak dan Suriah untuk menjadi anggota ISIS, pemerintah diminta memperkuat penjagaan perbatasan.
Menurut Pimpinan Jemaah Islamiyah Australia Abdul Rahman Ayyub penyebaran jaringan terorisme akan lebih mudah dan subur apabila wilayah-wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan negara-negara tetangga sangat longgar.
Disamping itu, pemerintah, bisa memanfaatkan mantan-mantan teroris yang sudah kooperatif hasil dari program deradikalisasi (penyadaran) BNPT untuk melakukan pemetaan.
"Kalau zaman perang Afghanistan dulu, kita bisa kerjasama dengan Pakistan. Tapi kalau sekarang untuk mencegah masuknya orang-orang kita ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS, harus ada kerjasama pengawasan perbatasan dengan Turki dan Yordania," ujar Abdul Rahman dalam pernyataannya, Selasa(22/9/2015).
Abdul Rahman menjelaskan dari perjalanan hidupnya yang pernah 19 tahun terlibat dalam jaringan terorisme mulai NII Aceh hingga menjadi pemimpin JI di Australia, ia melihat ada beberapa kontra strategi yang harus dikedepankan dalam mencegah aksi terorisme di Indonesia.
Pertama ia menyarankan agar dilakukan kerjasama dengan negara-negara yang berbatasan dengan negara konflik.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah Indonesia harus memperkuat penjagaan perbatasan.
Abdul Rahman Ayyub juga meminta agar pemerintah, tidak hanya BNPT, tetapi seluruh lembaga terkait, agar memiliki kepedulian terhadap mantan-mantan teroris yang sudah sadar.
Dalam kacamatanya, solidaritas para mantan ini masih sangat kuat dan memiliki ikatan emosional tinggi serta kenangan saat masih mengikuti pelatihan militer maupun di medan perang.
Untuk itu mereka perlu dirangkul dan diberikan penyadaran untuk kembali setia dan mengabdi kepada NKRI.
Lebih penting lagi, lanjut Ayyub, harus ada upaya pencegahan paham terorisme sejak dini.
Caranya dengan menerbitkan buku-buku pembanding di sekolah-sekolah seperti SD, SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi juga di tengah masyarakat.
Dalam hal ini, perlu kerjasama nyata dari BNPT dan lembaga-lembaga terkait seperti Dirjen Dikti Kemenristek, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta lembaga terkait lainnya.
Disamping itu, Ayyub juga menggarisbawahi pentingnya media massa, baik konvensional maupun media sosial.
"Faktanya saat ini media massa dan media sosial menjadi wahana penyebaran utama kelompok kekerasan dan terorisme. Intinya kita tidak boleh lengah sedikit pun dalam mengantisipasi gerakan terorisme. Semua harus dilakukan secara masif dan terus menerus. Sejauh ini saya melihat apa yang dilakukan BNPT sangat efektif dalam menanggulangai bahaya terorisme di Indonesia," pungkas Abdul Rahman Ayyub. (Tribun)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Rabu, 23 September 2015
Kerjasama Pengawasan Perbatasan Untuk Cegah WNI Jadi ISIS
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
Seperti kata pepatah “tidak kenal maka tidak sayang”, setelah jilid 1 dan jilid 2 saya menceritakan beberapa kisah-kisah yang pernah terjadi...
-
NKRI sudah dikepung rapat oleh neokolim yang hampir sekarat ini: Darwin Australia, Cocos Island, Diego Garcia, Guam, Filipina sampai Singapu...
-
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...
-
Sekolah Penerbang Lanud Adisucipto tengah menunggu 18 pesawat baru G-120 TP Grob dari Jerman. Kehadiran pesawat ini diharapkan dapat meningk...
-
Beberapa negara sudah memulai proyek penelitian untuk memungkinkan umat manusia menghuni planet tersebut. Selasa sore kemarin, India sudah m...
-
Indonesia Membutuhkan radar canggih, penempatan persenjataan jarak menengah dan jauh serta profesionlisme prjurit yang handal Anggota Kom...
-
Kisah ini sengaja saya tulis berdasarkan catatan-catatan tertulis yang saya punya dan juga cerita-cerita dari para “Silent Warrior” pinisepu...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar