Cari Artikel di Blog Ini

Rabu, 26 Juni 2013

TNI Gelar Pasukannya Untuk Padamkan Kebakaran Hutan di Riau

Untuk mendukung dalam mengatasi bencana kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau dan Riau Kepulauan, TNI Angkatan Udara menyiapkan sembilan pesawat. Terdiri dari empat pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma dan tiga C-130 Hercules Skadron Udara 32 Lanud Abduracman Saleh Malang, satu CN-295 dan satu CN-235 serta 630 personel Paskhas yang akan diterjunkan untuk penanggulangan tersebut.

TNI Gelar Pasukannya Untuk Padamkan Kebakaran Hutan di Riau
Satgas pemadam kebakaran Riau. (Foto : Merdeka.com)

Personel TNI AU akan bergabung dengan 2.600 personel TNI, Polri, BNPB serta SMART (Satuan Manggala Agni Reaksi Taktis) yang akan melaksanakan tugas untuk mengatasi, memadamkan kebakaran di Propinsi Riau.

Selasa (25/6) empat pesawat C 130 Hercules diberangkat menuju daerah bencana kebakaran masing-masing A-1317 yang diawaki Mayor Pnb Beny, Kapten Pnb Candra dan Lettu Pnb Gusthana mengangkut 120 personel Kostrad.

8 Produk Pertahanan Berteknologi Canggih Buatan Nasional Dalam Harteknas ke-18

Putra-putri Indonesia ternyata mampu menghasilkan berbagai peralatan canggih. Mulai bidang telekomunikasi, pertahanan hingga kedirgantaraan.

Combat Management System (CMS)  Untuk Kapal Perang karya LEN
Combat Management System (CMS)  Untuk Kapal Perang karya LEN

Pada perayaan Hari Kebangkitan Teknoligi Nasional (Harteknas) ke-18, ditampilkan peralatan canggih buatan Indonesia seperti Panser Komodo, Roket Rx-450, Pesawat Udara Nir Awal (PUNA) hingga satelit. Mau tahu, produk-produk canggih made in RI tersebut? berikut ulasannya.

Selasa, 25 Juni 2013

Kepedulian Satgas Kizi TNI Untuk Penduduk Haiti

DI BULAN Juni 2013, Haiti terjadi perubahan musim dari musim kemarau menjadi musim hujan di sertai angin kencang yang hampir merata terjadi di seluruh kawasan Haiti.

Sarana dan prasana serta drainase yang buruk mengakibatkan daerah Gonaives sering mengalami kebanjiran karena kesadaran masyarakat untuk menjaga, memelihara dan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar masih sangat minim.



Tampak tumpukan sampah dipinggir jalan, selokan dan aliran sungai yang tersumbat mengakibatkan banjir dan bau busuk dari sampah-sampah yang sudah menjadi pemandangan umum sehari-hari, hal ini akan berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Bom Asap Untuk Singapura

 “Serangan udara” berupa asap dari sejumlah tempat di Riau membuat negeri kecil nan makmur di sebelah Batam, Singapura meradang dan mengomel. Namun omelannya kali ini dibalas telak oleh pemilik asli negeri jamrud khatulistiwa, Indonesia. Betapa tidak, seperti yang diungkap Menko Kesejahteraan Agung Laksono, Singapura seperti anak kecil, gampang merengek hanya soal asap, padahal untuk area yang lebih luas Riau juga diselimuti asap termasuk Batam.  Juga Malaysia, namun negeri melayu itu “tabah” menghadapi serangan asap dari tetangganya Sumatera.
 
Bom Asap Untuk Singapura

Bahkan secara lugas Menlu Marty menyatakan Indonesia tak akan meminta maaf secara formal kepada Singapura soal asap. Pernyataan diplomatik ini menegaskan kepada kita bahwa RI tidak ingin (lagi) berada dalam posisi defensif dalam soal pecundang kesalahan. Harus jelas dulu duduk perkaranya baru lontarkan pernyataan karena sesungguhnya perusahaan yang terlibat pembakaran hutan di Singapura justru bermarkas di negeri singa itu. Kan lebih baik menyerukan kerjasama untuk mengatasi pembakaran hutan daripada mengeluh, mengomel lalu melontarkan kecaman.

Menhan perkenalkan roket RHAN 1210

Sebagai wilayah yang memiliki belasan ribu pulau dan terpencar di seluruh Indonesia, maka negara ini membutuhkan pertahanan yang sangat kuat untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menhan perkenalkan roket RHAN 1210
Ilustrasi
 
Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro mengatakan, salah satu cara untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, yaitu dengan cara menjaga setiap tapal batas negara.

"Untuk itu kita bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), TNI AL, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Penerbangan dan Antariksa Nasional)," kata Purnomo di acara Launching Harteknas 18 dengan tema 'Inovasi Untuk Kemajuan Bangsa' di BPPT, di MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013)

LAPAN Rancang Roket Pembawa Satelit Bisa Terbang Tinggi 260 Km

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sedang merancang varian roket untuk keperluan penelitian dan angkutan satelit. Salah satu roketnya bisa menjangkau hingga ketinggian 260 km dari permukaan bumi.

LAPAN Rancang Roket Pembawa Satelit Bisa Terbang Tinggi 260 Km

Roket angkutan satelit yang diberi nama RX550 ini mampu membawa satelit berukuran kecil atau mikro satelit. Hal ini disampaikan oleh Peneliti Bidang Motor Roket LAPAN Sofyan kepada detikFinance di sela pameran Harteknas di aula Kantor BPPT, Jln MH Thamrin Jakarta, Senin (24/6/2013).

"Kalau riket RX550 itu jangkauan 300 km. Bisa untuk pengorbit statelit. Itu ada 4 staging atau 4 tingkat. Itu sedang dikembangkan," ucap Sofyan.

LAPAN Siapkan Satelit Mata-Mata Untuk Kebutuhan Militer RI

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan meluncurkan satelit berkuran kecil atau mikro satelit varian kedua (A2). Varian satelit A2 akan diluncurkan pada awal 2014.

Purwarupa Satelit LAPAN A2 (Foto: Feby/detikFinance)


"Misinya surveillance (pengawasan), sensor maritim, komunikasi data orari," ucap Enjiner Ground Session LAPAN Unggul Satrio kepada detikFinance, di sela Pameran Harteknas di Aula BPPT Jakarta, Senin (24/6/2013).

Satelet ini nantinya diluncurkan dengan menggandeng India. India berperan memasok roket pembawa satelit A2 buatan LAPAN. Hal ini juga dilakukan saat membawa satelit pendahulunya, A1.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters