Cari Artikel di Blog Ini

Kamis, 04 Desember 2014

Koarmatim Tangkap 9 Kapal Ikan Ilegal di Laut Aru dan Sulawesi

Instruksi Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Arie H. Sembiring kepada seluruh satuan operasional Koarmatim agar meningkatkan intensitas operasi keamanan laut, telah membuahkan hasil, kapal perang Koarmatim yang tengah melaksanakan tugas penegakan kedaulatan dan hukum di Laut Aru, Arafuru dan Laut Sulawesi menangkap sembilan kapal ikan yang melakukan tindak pidana di laut.

Koarmatim Tangkap 9 Kapal Ikan Ilegal di Laut Aru dan Sulawesi
KRI Yos Sudarso-353

Sejumlah kapal perang tersebut antara lain KRI Makassar-590 menangkap KM Fak-Fak Jaya Karya di Laut Aru, Arafuru. Kapal ikan yang bertonase 528 ton itu diawaki 12 orang anak buah kapal dan telah menguras ikan campuran secara ilegal kurang lebih 200 ton ikan campuran dan 12 ton ikan hiu. Selain itu, satuan operasional Koarmatim telah menangkap KM Bandar Nelayan-02 dan KM Bandar Nelayan 221.

Sebelumnya, KRI Makassar-590 yang merupakan unsur operasi Guspurlatim juga menangkap kapal ikan raksasa KM Jurong Jaya 02. Kapal yang bertonase 507 GT tersebut diamankan bersama hasil tangkapan yaitu kurang lebih 160 ton ikan tuna dan cakalang. KM Jurong Jaya 02 diawaki oleh 26 orang anak buah kapal (ABK), masing-masing 13 warga negara asing dan 13 orang warga negara Indonesia. Selanjutnya, KM Jurong Jaya 02 dikawal ke Lanal Tual untuk proses hukum selanjutnya.

Reposisi Polri tak selesaikan akar masalah

Pakar hukum tata negara Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah Dr Rahmat Bowo mengatakan bahwa reposisi Polri di bawah kementerian tidak menyelesaikan akar permasalahan.

Reposisi Polri tak selesaikan akar masalah

"Kalau Polri mau direposisi sah-sah saja. Akan tetapi, belum tentu dengan menjadikan Polri di bawah kementerian, konflik yang terjadi antara Polri-TNI tidak muncul lagi," katanya di Semarang, Rabu.

Menurut pengajar Fakultas Hukum Unissula itu, reposisi Polri memang bisa dilakukan menjadi di bawah kementerian dan kementerian yang paling pas dalam konteks ini adalah Kementerian Dalam Negeri.

Namun, ia mengingatkan pemisahan Polri dari bagian Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) terjadi pada zaman reformasi yang mengarahkan Polri sebagai polisi sipil, bukan bagian militer.

Jokowi Kantongi Nama Calon KSAU dan KSAL

Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah menyerahkan nama pengganti Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Ida Bagus Putu Dunia. Terdapat tiga kandidat kepala staf berpangkat bintang tiga untuk masing-masing satuan.

Jokowi Kantongi Nama Calon KSAU dan KSAL
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (tengah) berjalan bersama Kasad baru Letjen TNI Gatot Nurmantyo (kanan) dan mantan Kasad Jenderal TNI Budiman, usai acara serah terima Jabatan, di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, 25 Juli 2014.
TEMPO/Imam Sukamto

"Sudah di Presiden semua. Semua bintang tiga," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno di Istana Negara, Rabu, 3 Desember 2014.

Menurut dia, hingga saat ini Presiden Joko Widodo belum juga menentukan pilihan. Meski demikian, penggantian keduanya akan dilakukan bersamaan yaitu bulan ini. Pensiun Ida Bagus dipercepat dua bulan sehingga bersamaan dengan Marsetio.

Rabu, 03 Desember 2014

BNPT: teroris mulai rekrut perempuan

Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen Petrus Reinhard Golose mensinyalir teroris mulai merekrut perempuan untuk ikut dalam aksi teror di Indonesia.

teroris mulai rekrut perempuan


"Sekarang, perempuan juga direkrut untuk jadi teroris," katanya saat memberi pengarahan apel kesiapsiagaan di Markas Batalyon Marinir 10 Setokok Kota Batam Kepulauan Riau, Selasa.

Para perempuan yang direkrut itu kemudian ditempatkan di posisi strategis dalam perang yang dilakukan oleh organisasi teroris ISIS (Militan Daulah Islam Irak dan Suriah).

Meski enggan memberikan detil peran dalam perang, namun ia meyakini posisi perempuan dalam teror itu relatif penting.

Penembak dua Brimob bawa kabur senjata

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Papua Kombes Polisi Pudjo mengemukakan penembak dua anggota Brimob di Kabupaten Ilaga juga membawa kabur dua senjata milik korban, yaitu jenis AK 47.

Penembak dua Brimob bawa kabur senjata

"Anggota (Brimob) saat itu membantu membawa kursi dalam rangka memperingati Natal, namun dalam perjalanan ditembak oleh kelompok bersenjata," katanya kepada Antara di Jayapura, Rabu.

Ia menjelaskan dua anggota Brimob Polda Papua, yakni Ipda Thomson Siahaan dan Bripda Jeferson ditembak orang tidak dikenal, Rabu sekitar pukul 10.15 WIT.

Enam T-50i Golden Eagle mendarat di Pangkalan TNI AU Balikpapan

Enam unit pesawat tempur T50i Golden Eagle Skuadron Udara 15 TNI AU tiba di Pangkalan Udara TNI AU Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa. Mereka terbang langsung dari home base-nya, Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. 

Penembak dua Brimob bawa kabur senjata

"Mereka akan berpartisipasi pada Latihan Angkasa Yudha 2014, terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia II, di Selat Makassar," kata Komandan Udara TNI AU Balikpapan, Kolonel Penerbang Tri Bowo Budi Santoso, di Balikpapan, Selasa.

"Kontingen" T-50i Golden Eagle itu dipimpin langsung Komandan Skuadron Udara 15, Letnan Kolonel Penerbang Marda Sarjono, didampingi Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahjudi, Kolonel Penerbang Azhar Aditama.

Pendirikan bersama taruna TNI-Kepolisian Indonesia mulai 2015

Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengatakan pendidikan gabungan taruna tingkat satu Akademi TNI-Akademi Kepolisian direncanakan mulai 2015. Dia katakan untuk  dapat membangun kesamaan karakter dan kesamaan persepsi terhadap keamanan dan pertahanan negara.

 Pendirikan bersama taruna TNI-Kepolisian Indonesia mulai 2015

Sebelum masa pendidikan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian Indonesia menjadi tiga tahun pada 1988, para taruna kedua akademi itu menempuh pendidikan empat tahun, dimana tahun pertama adalah masa pendidikan bersama dengan mengambil tempat di Kampus Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Pada masa-masa itu, para alumni kedua akademi itu saling mengenal satu sama lain, walau jumlahnya menjadi lebih banyak -- sekitar 700-800 orang-- sebelum di-"kirim" pada tahun kedua pendidikan ke akademi-akademi tujuan sesuai hasil tes.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters