Kapolda Bengkulu Baru Brigjen Pol Tatang Somantri mengimbau kepada seluruh jajarannya menghindari usaha sampingan. Seluruh jajaran kepolisian di Bengkulu diminta patuh pada aturan dan kode etik yang berlaku di lingkungan Korps Bhayangkara.
"Hindari usaha-usaha yang lain selain dari pada pekerjaan polisi tersebut, apalagi bertugas mengawal tanpa dibekali dengan surat perintah," kata Tatang, Sabtu (21/9/2013).
Selain itu, ia juga meminta petugas kepolisian yang bertugas di lapangan untuk selalu waspada. Mereka juga diminta tidak bertugas sendirian. “Polisi harus selalu waspada dan usahakan jangan bertugas sendirian, wajib untuk waspada dan meningkatkan kemampuan bela diri yang baik,” tambahnya.
Penembakan terhadap polisi marak. Terakhir, sosok tidak dikenal menembak Aipda (anumerta) Sukardi, Selasa (10/9/2013). Hal ini menambah deretan korban penembakan polisi oleh orang tak dikenal dalam dua bulan terakhir. Dengan kematian Sukardi, empat polisi tewas dan satu polisi yang lain terluka.
Selain Sukardi, polisi yang tewas ditembak oleh orang tak dikenal di sekitar Jakarta selama dua bulan ini adalah Aiptu Dwiyatno, Aiptu Kushendratna, dan Bripka Ahmad Maulana. Aiptu Dwiyatno ditembak oleh orang tak dikenal pada 7 Agustus 2013 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Selang sepekan, tepatnya satu hari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, giliran Aiptu Kushendratna dan Bripka Ahmad Maulana tewas ditembak di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Sementara seorang anggota polisi yang selamat, meski juga ditembak, adalah Aipda Patah Saktiyono. Penembakan terjadi pada 27 Juli lalu di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Patah adalah anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Metro Gambir, Jakarta Pusat. Polisi pun telah menyebar foto dua orang yang diduga menjadi pelaku penembakan polisi di Pondok Aren, Ciputat, dan Cirendeu.
Kedua terduga pelaku diketahui bernama Nurul Haq alias Jek dan Hendi Albar. Namun, sampai saat ini kedua pelaku masih belum tertangkap. (Kompas)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
... mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon ...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Mayor Agus Harimurti Yudhoyono Brigif Linud 17 Kostrad mendapatkan penghormatan, menjadi pasukan AD pertama yang menggunakan Ba...
-
Yahudi dan Israel Merasa Disudutkan Indonesia Kelompok pendukung Israel dan Yahudi menilai, Indonesia kerap menyudutkan mereka. Menurut mere...
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah armada kapal selam untuk mendukung pertahanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), L...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
+penembakan+anggota+Provost+Polri+bernama+Bripka+Sukardi.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar