Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Indonesia Maritime Institute (IMI) menandatangai kesepakatan bersama (MoU) pengembangan "Flying Boat" demi tercapainya pertahanan yang kuat.
"MoU tentang penelitian dan pengembangan "Flying Boat GEVER-OS" type khusus untuk kepentingan pertahanan aadalah sebuah inovasi baru agar bisa memberikan kontribusi bagi kepentingan pertahanan Indonesia," kata Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan, dalam peluncuran Flying Boat bertepatan HUT ke-3 IMI di Jakarta, Senin.
Paonganan mengatakan model "Flying Boat Gever-OS" yang merupakan semi prototype kendaraan alternatif yang diharapkan bisa bermanfaat bagi sebuah negara kepulauan.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Selasa, 15 Oktober 2013
Senin, 14 Oktober 2013
Propam akan periksa polisi salah tangkap
Kepolisian akan memeriksa enam anggota tim Buru Sergap Polsek Metro Tanjung Duren yang melakukan salah tangkap hingga melukai seorang pemuda di Jakarta Barat, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto.
Peristiwa salah tangkap itu terjadi pada hari Sabtu (12/10) di kawasan Koja, Jakarta Utara, dan menimpa Robin Napitupulu, 25.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Rikwanto melalui pesan singkat telepon kepada BBC Indonesia, tim Buser awalnya menangkap seorang anggota sindikat pencurian mobil bernama Zainal Arifin.
Zainal mengatakan kepada polisi, bahwa masih ada temannya sesama anggota sindikat yang menggunakan mobil jenis Terios warna hitam.
![]() |
| Kompolnas meminta Propam memeriksa anggotanya yang melakukan salah tangkap |
Peristiwa salah tangkap itu terjadi pada hari Sabtu (12/10) di kawasan Koja, Jakarta Utara, dan menimpa Robin Napitupulu, 25.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Rikwanto melalui pesan singkat telepon kepada BBC Indonesia, tim Buser awalnya menangkap seorang anggota sindikat pencurian mobil bernama Zainal Arifin.
Zainal mengatakan kepada polisi, bahwa masih ada temannya sesama anggota sindikat yang menggunakan mobil jenis Terios warna hitam.
Wawancara Dengan NRC Handelsblad Mengenai Modernisasi Alutsista TNI
Berikut adalah beberapa pertanyaan dari koresponden kami (Melle Garschagen) dari NRC Handelsblad kepada Bapak Jagarin Pane yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia :
Mengapa pemerintah Indonesia dan TNI merasa penting untuk mengeluarkan dana untuk memperkuat dan memper-modern kekuatan militer?
Pemerintah Indonesia bersama DPR memandang sangat perlu untuk memodernisasi TNI sebagai antisipasi dinamika kawasan khususnya Laut Cina Selatan. Tahun 2008 yang lalu berdasarkan kajian intelijen dan Hankam RI menganalisis bahwa pusat konflik masa depan adalah Laut Cina Selatan. Meski Indonesia tidak terlibat klaim teritori dengan negara lain di kawasan itu, Pemerintah memandang sangat perlu untuk memperkuat tentaranya. Klaim Malaysia terhadap Ambalat juga merupakan salah satu pemicu untuk memperkuat TNI. Karena ternyata negeri itu lebih dahulu melakukan manuver kapal perang di kawasan itu tahun 2005 sehingga Presiden SBY merasa tersinggung dan langsung mendatangi lokasi di Karang Unarang untuk menegaskan bahwa Ambalat adalah teritori NKRI.
Label:
Kedaulatan Bangsa,
Kekuatan Militer
Agus Yudhoyono Terima Penghargaan dari Singapura
KEPALA Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengatakan salah satu perwira muda TNI, Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono, memperoleh penghargaan "Nanyang Outstanding Young Alumni Award 2013" (Penghargaan Alumni Muda Nanyang) dari Nanyang Technological University di Singapura.
“Informasi ini didapatkan setelah NTU mengirim surat kepada Panglima TNI perihal permohonan pemberian award,” kata Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul melalui siaran pers diterima Jurnal Nasional, Minggu (13/10).
Menurut Iskandar, pemberian penghargaan berlangsung, Sabtu, 12 Oktober 2013, pukul 19.00 Waktu Singapura, di gedung Auditorium NTU oleh Lawrence Wong, Menteri Kebudayaan, Komunikasi dan Pemuda dan Presiden NTU.
“Informasi ini didapatkan setelah NTU mengirim surat kepada Panglima TNI perihal permohonan pemberian award,” kata Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul melalui siaran pers diterima Jurnal Nasional, Minggu (13/10).
Menurut Iskandar, pemberian penghargaan berlangsung, Sabtu, 12 Oktober 2013, pukul 19.00 Waktu Singapura, di gedung Auditorium NTU oleh Lawrence Wong, Menteri Kebudayaan, Komunikasi dan Pemuda dan Presiden NTU.
Minggu, 13 Oktober 2013
Panglima TNI resmikan 1.169 rumah miskin Kutai Timur
Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, meresmikan pembangunan 1.169 rumah miskin layak huni, di Kabupaten Kutai Timur Kaltim, yang secara simbolis dipusatkan di RT038 Gang Nita, Jalan APT Pranoto Gang Nita, Desa Sangatta Utara, Kalimantan Timur, Sabtu.
Moeldoko memang sangat peduli dengan kesejahteraan anggota TNI sebagaimana masyarakat umum lain. TNI AD berperan aktif dalam pembangunan ribuan rumah murah layak huni itu.
Moeldoko, dalam peresmian itu, juga didampingi Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, dan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, dan sejumlah pimpinan Markas Besar TNI AD. Masyarakat setempat juga menyambut, di antaranya ratusan siswa sekolah yang menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Moeldoko memang sangat peduli dengan kesejahteraan anggota TNI sebagaimana masyarakat umum lain. TNI AD berperan aktif dalam pembangunan ribuan rumah murah layak huni itu.
Moeldoko, dalam peresmian itu, juga didampingi Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, dan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, dan sejumlah pimpinan Markas Besar TNI AD. Masyarakat setempat juga menyambut, di antaranya ratusan siswa sekolah yang menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Label:
Kegiatan Sosial,
Propesionalisme TNI
Alutsista TNI Akan Lebih Berotot pada Tahun 2014
Alutsista
Indonesia pada tahun 2014, akan terlihat lebih berotot dengan
datangnya, antara lain: Pesawat tempur F-16, Helikopter Serang Fennec
serta Apache AH-64E Guardian.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan pada tahun 2014, TNI akan mendatangkan 14 unit pesawat tempur jenis F-16 serta satu skuadron Fennec dari Perancis. “Tinggal realisasi datangnya peralatan tempur tersebut,” ungkap Moeldoko.
Selain peralatan tempur untuk angkatan udara, TNI juga terus menambah kekuatan tempur untuk sektor darat dengan menghadirkan Tank Leopard. “Penambahan kekuatan juga dilakukan pada sektor darat yakni dengan menghadirkan tank Leopard. Semuanya dibeli dan bukan dalam bentuk hibah,” ujar Panglima TNI.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan pada tahun 2014, TNI akan mendatangkan 14 unit pesawat tempur jenis F-16 serta satu skuadron Fennec dari Perancis. “Tinggal realisasi datangnya peralatan tempur tersebut,” ungkap Moeldoko.
Selain peralatan tempur untuk angkatan udara, TNI juga terus menambah kekuatan tempur untuk sektor darat dengan menghadirkan Tank Leopard. “Penambahan kekuatan juga dilakukan pada sektor darat yakni dengan menghadirkan tank Leopard. Semuanya dibeli dan bukan dalam bentuk hibah,” ujar Panglima TNI.
Label:
Helikopter,
Kekuatan Militer,
Pesawat Tempur
Radar Firefinder TNI AD Pelacak Lokasi Artileri Lawan
Pameran Alutsista TNI AD di Monas pekan lalu banyak menampilkan peralatan tempur baru bagi TNI AD. Satu hal yang menarik perhatian adalah Radar Firefinder untuk satuan Artileri Medan. Dibandingkan peralatan lainnya, pada stan radar ini relatif sepi dari pengunjung, padahal fungsi peralatan radar ini sangat vital bagi satuan artileri modern.
Radar firefinder/weapon locating radar adalah radar yang digunakan untuk mendeteksi dan menemukan lokasi artileri lawan yang dipakai untuk menembak dengan pelacakan yang diperoleh dari lintasan proyektil. Lintasan proyektil dari artileri medan biasanya berbentuk parabola, dengan menemukan masing-masing satu titik saja pada lintasan naik dan turun parabola maka lokasi asal-usul proyektil dapat ditemukan.
| Radar firefinder TNI AD yang dipamerkan di Monas (all photos : Defense Studies) |
Radar firefinder/weapon locating radar adalah radar yang digunakan untuk mendeteksi dan menemukan lokasi artileri lawan yang dipakai untuk menembak dengan pelacakan yang diperoleh dari lintasan proyektil. Lintasan proyektil dari artileri medan biasanya berbentuk parabola, dengan menemukan masing-masing satu titik saja pada lintasan naik dan turun parabola maka lokasi asal-usul proyektil dapat ditemukan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
... mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon ...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Mayor Agus Harimurti Yudhoyono Brigif Linud 17 Kostrad mendapatkan penghormatan, menjadi pasukan AD pertama yang menggunakan Ba...
-
Yahudi dan Israel Merasa Disudutkan Indonesia Kelompok pendukung Israel dan Yahudi menilai, Indonesia kerap menyudutkan mereka. Menurut mere...
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah armada kapal selam untuk mendukung pertahanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), L...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...





