Anggota Komisi I DPR, Mardani Ali Sera menilai konsep komponen cadangan harus dimatangkan, mulai dari subjek komponen cadangan, kualifikasinya, hubungannya dengan organ TNI seperti apa dan jangka waktunya.
"Ini penting agar mereka tidak menjadi kekuatan yang terpisah dan tidak terkontrol yang akhirnya malah menimbulkan masalah dikemudian hari," kata Mardani saat dihubungi, Rabu (29/5).
Selain itu menurut Mardani, perlu diperhatikan bagaimana utilisasinya. Jika berasal dari anggaran negara dan tiap tahun harus ada pos anggaran untuk biaya perawatan, maka hal itu pasti akan membebani keuangan negara. "Mesti ada output terukurnya," ucapnya.
Kemudian Mardani menilai perlu ada diskusi yang melibatkan publik terkait dengan komponen cadangan. Sebab menurutnya, masih ada pandangan yang pro dan kontra terkait hal itu.
"Dengan musyawarah kepada seluruh elemen bangsa maka akan mencapai titik kompromi terbaik bagi bangsa ini," terang Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.
Sebelumnya, Pegawai Negeri Sipil (PNS) diwajibkan untuk memiliki kemampuan dasar militer, misalnya keahlian menembak dan beladiri. PNS dan karyawan swasta akan menjadi prioritas perekrutan komponen cadangan. Mereka akan dilatih secara khusus oleh instruktur dari TNI
Mardani menilai perlu ada pengawasan terhadap PNS dan karyawan swasta yang direkrut menjadi komponen cadangan. Sebab jika tidak terkontrol, kemampuan mereka seperti menembak akan mendatangkan bahaya.
"Konsep pengawasan yang rigid memang jadi prasyarat. Walau saya yakin mereka jika tidak bertugas tidak diperkenankan membawa senjata api," ujar Mardani. (JPPN)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 30 Mei 2013
Konsep Komponen Cadangan Harus Dimatangkan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
Seperti kata pepatah “tidak kenal maka tidak sayang”, setelah jilid 1 dan jilid 2 saya menceritakan beberapa kisah-kisah yang pernah terjadi...
-
NKRI sudah dikepung rapat oleh neokolim yang hampir sekarat ini: Darwin Australia, Cocos Island, Diego Garcia, Guam, Filipina sampai Singapu...
-
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...
-
Sekolah Penerbang Lanud Adisucipto tengah menunggu 18 pesawat baru G-120 TP Grob dari Jerman. Kehadiran pesawat ini diharapkan dapat meningk...
-
Beberapa negara sudah memulai proyek penelitian untuk memungkinkan umat manusia menghuni planet tersebut. Selasa sore kemarin, India sudah m...
-
Indonesia Membutuhkan radar canggih, penempatan persenjataan jarak menengah dan jauh serta profesionlisme prjurit yang handal Anggota Kom...
-
Kisah ini sengaja saya tulis berdasarkan catatan-catatan tertulis yang saya punya dan juga cerita-cerita dari para “Silent Warrior” pinisepu...
-
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John F...


PNS dan karyawan swasta yang direkrut menjadi komponen cadangan..diwajibkan untuk memiliki kemampuan dasar militer, misalnya keahlian menembak dan beladiri. INDONESIA AKAN MENJADI LEBIH BARBAR [TAWURAN ANTAR WARGA SALING TEMBAK & MENEBAK ), (TAWURAN ANTAR ETNIS SALING TEMBAK & MENEBAK ), (KONFLIK AGAMA SALING TEMBAK & MENEBAK ), (BUKAN HANYA TNI-POLRI SAJA YG BERSETERU, BAKALAN ADA TNI-WARGA, POLRI-WARGA SALING TEMBAK & MENEBAK), senjata api saja banyak warga biasa yg punya, apalagi senjata rakitan banyak, ditambah bom rakitan...presiden & jendral, TNI & POLRI tiap hari bakalan pake baju anti peluru. (BAKALAN KIAMAT INDONESIA).
BalasHapusHakikat wajib militer adalah menyatukan simpul2 4 pilar kebangsaan. Kita jgn lgsg terkonotasi kata "MILITER". Namun sebenarnya lebih besar dari makna "wajib militer" itu sendiri >>> pembentukan karakter bangsa <<<. Ancaman konvensional dr luar negeri sangat kecil kemungkinan itu terjadi, namun ancaman non konvensional tiap saat mengintai kita, bahkan sudah menyerang kita. Alat pertahanan negara saat ini dan kedepannya meski kebutuhan maksimal TNI terpenuhi tdk dpt membendungnya, Namun yang bisa membendung semua itu adalah senjata "Rakyat" dengan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air Yang Membara Didada.
BalasHapus