Cari Artikel di Blog Ini

Selasa, 08 September 2015

Kopaska Selamatkan Platform Rig Offshore dari Teroris

Platform Rig Offshore Cinta Komplek yang ada di perairan Kepulauan Seribu Jakarta utara, telah dibajak oleh sekelompok teroris. Para teroris menuntut Pemerintah RI agar segera membebaskan rekan-rekannya yang kini meringkuk di tahanan. Mereka mengancam akan meledakan Rig tersebut dan membunuh seluruh pekerja yang ada dengan bahan peledak, bila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Kopaska Selamatkan Platform Rig Offshore dari Teroris
Prajurit Satkopaskaarmabar berhasil menguasai Platform Rig Offshore dari tangan teroris pada Latihan K-3 Chantoka Yudha Kopaska 2015, di Pabelokan, Kepulauan Seribu, Jakarta, baru-baru ini.

Para teroris memaksa pihak SKK Migas dalam hal ini CNOOC di Pulau Pabelokan untuk melakukan penebusan uang sebesar US$ 250 juta. Kelompok teroris itu tidak main-main dengan ancamannya, terbukti dengan ditembaknya beberapa orang pekerja saat akan meloloskan diri. Namun demikian, salah seorang pekerja sempat melaporkan kejadian ini kepada Crisis Center CNOOC yang berada di Pulau Pabelokan dan diteruskan kepada KRI yang sedang melaksanakan patroli di sekitar perairan Kepulauan Seribu. Selanjutnya KRI melaporkan kejadian ini kepada Western Fleet Quick Response-3 (WFQR-3). WFQR-3 melanjutkan laporan ini ke Puskodal Koarmabar.


Selanjutnya, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI A. Taufiq R., memerintahkan Dansatkopaskaarmabar untuk mengirimkan Tim Kopaska guna menguasai dan mengambil alih kembali Platform Rig Offshore Cinta Komplek serta melumpuhkan musuh hidup maupun mati. Sedangkan untuk KRI, diperintahkan membantu penyekatan di area Platform Rig Offshore dengan radius 1 mil.

Dansatkopaskaarmabar segera membentuk 4 Satgas yang terdiri dari Tim selam tempur, Tim VBSS, Tim free fall dan Tim EOD. Secara bersamaan Staf Kopaska juga diperintahkan untuk koordinasi secara ketat dengan pihak CNOOC guna memperoleh informasi yang up to date mengenai keadaan musuh serta situasi dan kondisi yang terjadi di sasaran. Diterjunkannya Tim Kontra Teror dan Tim E.O.D Komando Pasukan Katak, dengan pertimbangan bahwa Tim E.O.D Kopaska merupakan unit yang mempunyai kemampuan dan keahlian dalam penanganan, penjinakkan dan penghancuran bahan peledak sekaligus berkemampuan operasi kontra teror.

Dalam aksi penyerbuannya, tim selam tempur melaksanakan infiltrasi dengan cara menyelam menggunakan kendaraan tempur bawah air rotinor, tim free fall melaksanakan penerjunan dengan menggunakan pesawat cassa U-618, tim VBSS masuk dengan menggunakan sea rider dan tim EOD melaksanakan fast rope dan STABO dengan menggunakan sarana Heli Bell HU-417.

Mendapatkan serbuan mendadak dari Tim Kontra Teror dan Tim E.O.D Komando Pasukan Katak, kelompok teroris tersebut terkejut dan berhamburan menyelamatkan diri, sehingga tidak butuh waktu yang lama, mereka akhirnya berhasil dilumpuhkan serta Platform Rig Offshore Cinta Komplek berhasil dikuasai oleh Tim Kontra Teror dan Tim E.O.D Komando Pasukan Katak. Operasi berjalan dengan lancar dan aman tanpa menimbulkan kerugian baik materiil maupun personel.

Demikian drama skenario Geladi Tugas Tempur Setingkat K-3 dengan sandi Chantoka Yudha dalam rangka latihan bersama Satkopaska Koarmabar dan Satkopaska Koarmatim selama 5 hari di Platform Cinta Komplek dan Pulau Pabelokan kepulauan Seribu,baru-baru ini. Latihan ini melibatkan 195 personel, 1 Helikopter Bell HU-417, 1 Pesawat Cassa 618, 1 KRI Teluk Sabang-544, 1 tim dari Satkopaska Koarmatim, 4 orang tim medis, 2 orang Dispen Koarmabar dan 2 orang Diskomlek Koarmabar.

Menurut Dansatkopaskaarmabar Letkol Laut (E) Monang H. Sitompul yang menjabat sebagai Dansatgas Latihan tersebut, bahwa pengamanan sebuah pangkalan atau obyek vital menjadi tanggung jawab institusi militer itu sendiri termasuk Platform Rig Offshore Cinta Komplek yang didalamnya terdapat fasilitas negara. “Kawasan Rig Offshore itu merupakan aset milik negara yang berada di laut sehingga pengamanannya dikendalikan oleh TNI dalam hal ini TNI AL sekaligus sebagai implementasi UU No 34 tahun 2004 bahwa TNI berperan dalam mengamankan objek vital nasional,’’ tegasnya.

Meskipun latihan ini digelar bukan karena adanya ancaman teror bom secara sesungguhnya, namun menurut Dansatkopaskaarmabar kemampuan Kopaska TNI AL setiap saat harus dibina, dilatih dan diukur terus menerus. “Sebagai Dansatkopaskaarmabar, saya ingin mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimiliki Kopaska TNI AL terlebih Satkopaska Koarmabar dalam penanggulangan teror dan ancaman bom yang terjadi di objek vital yang dibajak para teroris,’’ pungkasnya. (JMOL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters