Industri pertahanan Indonesia saat ini belum mampu memproduksi kendaraan tempur lapis baja (armored vehicle) untuk kelas tank. Alhasil, TNI masih sangat tergantung terhadap pasokan tank impor. Hal ini sangat rawan bila sewaktu-waktu terkena 'embargo' dari negara produsen senjata.
Melihat fenomena ini, Kementerian Pertahanan RI menugaskan PT Pindad (Persero) mengembangkan dan membangun tank kelas medium atau medium tank secara mandiri sejak 2012. Tank rancangan Pindad kini memasuki tahap desain tank.
Dari model yang ditampilkan pada acara Armored Vehicle Asia (AVA) Conference 2015, canon atau turret dari medium tank karya Pindad tampak menyerupai Tank Leopard yang telah dibeli oleh TNI AD. Tank tersebut dikonsep memakai senjata canon kaliber 105 mili meter (mm).
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Minggu, 03 Mei 2015
Penampakan Desain 'Tank Leopard' Buatan PT Pindad
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Produk Nasional,
Tank
Gembong OPM kelompok Yambi tewas ditembak TNI
Gembong
Organisasi Papua Merdeka (OPM) akhirnya meregang nyawa dalam aksi baku
tembak di pintu angin Kabupaten Mulia (bukan Ilaga), Provinsi Papua,
merupakan bagian dari kelompok Yambi.
Aksi baku tembak itu terjadi Jumat (1/5) pagi itu, selain menewaskan satu anak buah Tenggang Mati, aparat keamanan juga mendapat satu pucuk senjata api jenis pistol.
Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Teguh Pudji kepada Antara, mengakui, dari laporan yang diterima terungkap aksi baku tembak itu terjadi saat anggota OPM hendak menuju kota Mulia.
Aksi baku tembak itu terjadi Jumat (1/5) pagi itu, selain menewaskan satu anak buah Tenggang Mati, aparat keamanan juga mendapat satu pucuk senjata api jenis pistol.
Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Teguh Pudji kepada Antara, mengakui, dari laporan yang diterima terungkap aksi baku tembak itu terjadi saat anggota OPM hendak menuju kota Mulia.
Label:
Kedaulatan Bangsa,
Perbatasan NKRI
Selasa, 28 April 2015
Komisi I janji naikkan anggaran alutsista TNI hingga Rp 200 T
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mencanangkan target untuk meningkatkan anggaran pengadaan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) TNI sebesar Rp 200 triliun. Janji tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi I DPR Ahmad Hanafi Rais.
"Ini komitmen kami dan sudah direncanakan dalam rapat dengan anggota DPR-RI, maksudnya tidak lain untuk mendukung TNI menjadi lebih baik, profesional dan kuat, terutama dari segi kelengkapan peralatan alutsistanya," kata Ahmad Hanafi Rais di Mataram, Senin (28/4), seperti dilansir Antara.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Hanafi dalam pertemuan yang digelar di Markas Komando Resor Militer (Makorem) 162/Wira Bhakti, turut hadir Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal TNI Torri Djohar Banguntoro.
"Ini komitmen kami dan sudah direncanakan dalam rapat dengan anggota DPR-RI, maksudnya tidak lain untuk mendukung TNI menjadi lebih baik, profesional dan kuat, terutama dari segi kelengkapan peralatan alutsistanya," kata Ahmad Hanafi Rais di Mataram, Senin (28/4), seperti dilansir Antara.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Hanafi dalam pertemuan yang digelar di Markas Komando Resor Militer (Makorem) 162/Wira Bhakti, turut hadir Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal TNI Torri Djohar Banguntoro.
Ada indikasi NIIS/ISIS masuk Kulon Progo
"Ada indikasi jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS) memasuki wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Komandan Komando Distrik Militer 0731/Kulon Progo, Letnan Kolonel CZI Cornelles Rompas.
"Indikasi itu selebaran-selebaran yang provokatif di tengah-tengah masyarakat," kata Rompas, di Kulon Progo, Senin.
Di antara selebaran itu, tercetak kalimat: kriteria radikalisme menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melemahkan akidah umat Islam. Juga: Intel Poso menggila sebelum operasi Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) digelar di Poso, atau: Yayasan milik Ustad Helmi Alimudin menggelar bhakti sosial".
"Indikasi itu selebaran-selebaran yang provokatif di tengah-tengah masyarakat," kata Rompas, di Kulon Progo, Senin.
Di antara selebaran itu, tercetak kalimat: kriteria radikalisme menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melemahkan akidah umat Islam. Juga: Intel Poso menggila sebelum operasi Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) digelar di Poso, atau: Yayasan milik Ustad Helmi Alimudin menggelar bhakti sosial".
Selasa, 21 April 2015
Indonesia Tawarkan Senjata dan Seragam Militer ke Kamboja
Usai berbicara di pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi Pengusaha Asia Afrika (AABS) 2015, Presiden Joko Widodo sudah dikejar dengan jadwal pertemuan bilateral. Usai bertemu Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah, mantan Gubernur DKI Jakarta kemudian bertemu dengan PM Kamboja, Hun Sen.
Ditemui di gedung Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Selatan pada Selasa, 21 April 2015, Jokowi menyampaikan PM Hun Sen berterima kasih kepada Indonesia. Sebab, Indonesia telah melatih hampir 6.000 tentara Angkatan Udara dan pasukan pengamanan tamu VVIP di Phnom Penh tahun 2009 lalu.
"Total hampir 6.000 orang yang kami latih. Ke depan, saya tindak lanjut dengan menawarkan seragam dan senjata militer ke Kamboja. PM Kamboja menyatakan tawaran itu akan ditindaklanjuti," kata Jokowi.
Ditemui di gedung Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Selatan pada Selasa, 21 April 2015, Jokowi menyampaikan PM Hun Sen berterima kasih kepada Indonesia. Sebab, Indonesia telah melatih hampir 6.000 tentara Angkatan Udara dan pasukan pengamanan tamu VVIP di Phnom Penh tahun 2009 lalu.
"Total hampir 6.000 orang yang kami latih. Ke depan, saya tindak lanjut dengan menawarkan seragam dan senjata militer ke Kamboja. PM Kamboja menyatakan tawaran itu akan ditindaklanjuti," kata Jokowi.
Ribuan prajurit Marwiltim lepas Mayjen Faridz Washington
Ribuan prajurit Korps Marinir Wilayah Timur (Marwiltim) melepas Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington yang akan menyerahkan jabatan Komandan Korps Marinir kepada Brigadir Jenderal TNI (Mar) Buyung Lalana.
Didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Mediastuti Faridz Washington, orang nomer satu pada Korps Marwiltim itu memimpin apel khusus prajurit Korps Marwiltim di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa.
Dalam apel khusus yang berbeda dengan apel-apel sebelumnya itu, ia berpamitan kepada seluruh prajurit Korps Marinir di wilayah timur, karena dalam waktu yang tidak lama lagi akan menyerahkan jabatan Dankormar.
Di depan ribuan prajurit Korps baret ungu, Komandan Korps Marinir mengaku sangat bangga terhadap prajurit Korps Marinir wilayah timur yang telah memberi warna tersendiri bagi kejayaan Korps Marinir.
Didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Mediastuti Faridz Washington, orang nomer satu pada Korps Marwiltim itu memimpin apel khusus prajurit Korps Marwiltim di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa.
Dalam apel khusus yang berbeda dengan apel-apel sebelumnya itu, ia berpamitan kepada seluruh prajurit Korps Marinir di wilayah timur, karena dalam waktu yang tidak lama lagi akan menyerahkan jabatan Dankormar.
Di depan ribuan prajurit Korps baret ungu, Komandan Korps Marinir mengaku sangat bangga terhadap prajurit Korps Marinir wilayah timur yang telah memberi warna tersendiri bagi kejayaan Korps Marinir.
Kisah Persahabatan Bung Karno dan Che Guevara Usai KAA 1955
Sebagai penggagas Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 1955 silam, Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dalam percaturan Internasional. Indonesia menunjukan kemandirian terutama saat dunia terbelah dalam perang dingin antara Blok Timur dan Barat.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Senin (20/4/2015), Indonesia secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan bagi negara-negara di Asia dan Afrika serta menolak penjajahan.
Jauh di belahan Amerika Latin, tepatnya di Kuba, tokoh revolusi Che Guevara yang baru saja menumbangkan rezim diktator Batista merasa terpanggil untuk menjalin persahabatan dan bertemu pemimpin negara-negara penandatangan Dasasila Bandung, terutama Indonesia.
Che Guevara pun memimpin delegasi dan terbang menuju berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Jepang, Thailand, hingga akhirnya ke Indonesia. Selama rentang Juli hingga Agustus 1959, Che berada di Indonesia dan bertemu Presiden Sukarno.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Senin (20/4/2015), Indonesia secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan bagi negara-negara di Asia dan Afrika serta menolak penjajahan.
Jauh di belahan Amerika Latin, tepatnya di Kuba, tokoh revolusi Che Guevara yang baru saja menumbangkan rezim diktator Batista merasa terpanggil untuk menjalin persahabatan dan bertemu pemimpin negara-negara penandatangan Dasasila Bandung, terutama Indonesia.
Che Guevara pun memimpin delegasi dan terbang menuju berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Jepang, Thailand, hingga akhirnya ke Indonesia. Selama rentang Juli hingga Agustus 1959, Che berada di Indonesia dan bertemu Presiden Sukarno.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...







