Komandan Korem 174 Merauke Brigjen TNI Supartodi mengatakan, kegiatan
pelintas batas di bagian selatan RI-Papua Nugini (PNG) mengalami
penurunan akibat ketatnya penjagaan.
Penurunan itu disebabkan
ketatnya pengawasan di ruas-ruas jalan pintas yang selama ini menjadi
lokasi perlintasan kedua warga yang masih memiliki hubungan pertalian
darah, kata Dandrem 174 Merauke Brigjen TNI Supartodi kepada Antara, di
Jayapura.
Dikatakan, kini TNI menambah pos, seperti di Busstop, Kabupaten Boven Digul.
"Pelintas batas baik warga RI maupun PNG yang melintas kini hanya
sekitar empat orang setiap hari, itupun kunjungan keluarga," aku Brigjen
TNI Supartodi seraya menambahkaan, sebelumnya yang melintas batas
mencapai 20-an orang.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Sabtu, 26 September 2015
Penambahan Anggaran Kemhan Belum Cukup Untuk Penuhi Kekuatan Minimun TNI
Anggota Komisi I DPR, Sukamta menilai penambahan anggaran Kementerian Pertahanan/TNI senilai Rp37 triliun pada 2016, masih jauh dari kebutuhan institusi itu untuk memenuhi Minimun Essential Forces (kekuatan minimun).
"Berbagai faktor membutuhkan anggaran yang cukup, kenaikan Rp37 triliun masih jauh dari kebutuhan memenuhi MEF," katanya di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan saat ini ada perubahan lingkungan strategis regional dan kawasan, misalnya di wilayah Laut China Selatan. Menurut dia, intensitas dan eskalasi di wilayah itu membuat negara-negara yang terlibat, menganggarkan belanja alat utama sistem senjata (Alutsista) cukup besar.
"Misalnya Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Tiongkok, yang akhirnya juga mendorong Jepang nengubah doktrin keamanan dan bela diri," ujarnya.
"Berbagai faktor membutuhkan anggaran yang cukup, kenaikan Rp37 triliun masih jauh dari kebutuhan memenuhi MEF," katanya di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan saat ini ada perubahan lingkungan strategis regional dan kawasan, misalnya di wilayah Laut China Selatan. Menurut dia, intensitas dan eskalasi di wilayah itu membuat negara-negara yang terlibat, menganggarkan belanja alat utama sistem senjata (Alutsista) cukup besar.
"Misalnya Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Tiongkok, yang akhirnya juga mendorong Jepang nengubah doktrin keamanan dan bela diri," ujarnya.
Label:
Isu Politik,
Kekuatan Militer,
Parlemen,
Produk Nasional
Duka Selimuti Prajurit Pengamanan Perbatasan RI - Malaysia
Prajurit Pengamanan Perbatasan 521/Dadaha Yudha itu Tak Terselamatkan
KABAR duka datang dari Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) 521/Dadaha Yudha. Seorang prajurit yang bertugas di Nunukan untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia sejak Juni lalu meningal dunia. Dia adalah kopral dua (kopda) Frenky. Berdasarkan informasi yang didapat prokal.co (JPNN Group), Frenky meninggal dunia karena menggalami kecelakaan tunggal di Desa Sekaduyun Taka, Kecamatan Seimanggaris.
Komandan Satgas Pamtas 521/DY Mayor Inf Slamet Winarto menjelaska, sebelum meninggal almarhum keluar dari Pos Penjagaan Indonesia-Malaysia menuju pusat desa untuk membeli keperluan harian.
Saat perjalanan menuju desa, motor yang dikendarai korban tergelincir di salah satu turunan jalan utama menuju desa tersebut.
KABAR duka datang dari Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) 521/Dadaha Yudha. Seorang prajurit yang bertugas di Nunukan untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia sejak Juni lalu meningal dunia. Dia adalah kopral dua (kopda) Frenky. Berdasarkan informasi yang didapat prokal.co (JPNN Group), Frenky meninggal dunia karena menggalami kecelakaan tunggal di Desa Sekaduyun Taka, Kecamatan Seimanggaris.
Komandan Satgas Pamtas 521/DY Mayor Inf Slamet Winarto menjelaska, sebelum meninggal almarhum keluar dari Pos Penjagaan Indonesia-Malaysia menuju pusat desa untuk membeli keperluan harian.
Saat perjalanan menuju desa, motor yang dikendarai korban tergelincir di salah satu turunan jalan utama menuju desa tersebut.
Label:
Perbatasan NKRI,
Propesionalisme TNI,
Tragedi
KRI Dewaruci Usia Boleh 62 Tahun, Tapi Daya Tempurnya Tetap Prima
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci saat ini sudah berusia 62 tahun. KRI yang berbasis di Surabaya ini merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Nama kapal ini diambil dari nama dewa dalam kisah pewayangan Jawa yaitu Dewa Ruci.
Dewaruci dibuat pada tahun 1952 oleh H. C. Stülcken & Sohn Hamburg, Jerman Barat. Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi.
Dari sumber Wikipedia menyebutkan, bahwa pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II, galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tanggal 24 Januari 1953.
Selanjutnya, pada bulan Juli 1953, dilayarkan ke Indonesia oleh taruna AL dan kadet ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia, red).
Dewaruci dibuat pada tahun 1952 oleh H. C. Stülcken & Sohn Hamburg, Jerman Barat. Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi.
![]() |
| KRI Dewaruci Sail Tomini 2015 | gambar : kompas.com |
Dari sumber Wikipedia menyebutkan, bahwa pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II, galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tanggal 24 Januari 1953.
Selanjutnya, pada bulan Juli 1953, dilayarkan ke Indonesia oleh taruna AL dan kadet ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia, red).
Prajurit TNI AL Potong Hewan Qurban di Atas Kapal Perang KRI Surabaya-590
Lebih dari 350 Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang terlibat dalam Sail Tomini 2015 bersama Anak Buah Kapal (ABK) KRI Surabaya-590, yang beragama Islam melaksanakan sholat Idul Adha di atas geladak KRI Surabaya-590 dalam perjalanannya kembali ke Pangkalan Surabaya, Kamis (24/9). Bertindak selaku imam dan khotib, Mayor Laut (KH) Syarifuddin, S.Ag.
Usai sholat Idul Adha, dilaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak lima ekor sapi sebagai wujud ungkapan rasa syukur atas keberhasilan, kelancaran, dan kesuksesan pelaksanaan Sail Tomini 2015.
Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Danguspurlatim) selaku Komandan Gugus Tugas Sail Tomini 2015, Laksamana Pertama TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1436H kepada seluruh prajurit yang onboard di KRI Surabaya-591.
Usai sholat Idul Adha, dilaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak lima ekor sapi sebagai wujud ungkapan rasa syukur atas keberhasilan, kelancaran, dan kesuksesan pelaksanaan Sail Tomini 2015.
Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Danguspurlatim) selaku Komandan Gugus Tugas Sail Tomini 2015, Laksamana Pertama TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1436H kepada seluruh prajurit yang onboard di KRI Surabaya-591.
Indonesia Belum Perlu Militerisasi Warga Perbatasan
Para anggota DPRD NTT yang berbatasan dengan negara Timor Timur menyatakan pelatihan militer bagi warga di sepanjang garis perbatasan negara itu belum mendesak.
"Untuk NTT saat ini lebih dibutuhkan pemberdayaan ekonomi untuk kesejahteraan dan masalah sosial lainnya," kata Kasimirus Kolo, anggota DPRD NTT, di Kupang, Jumat. NTT termasuk provinsi yang paling miskin di Indonesia dan ini menjadi pangkal soal banyak hal di sana.
Anggota Fraksi Partai Nadem DPRD NTT itu mengemukakan pandangannya tersebut berkaitan dengan gagasan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu, menggelar pelatihan militer bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan di seluruh Indonesia.
Semasa aktif sebagai militer, Ryacudu sering mendapat penugasan operasi tempur militer dan Timor Timur bukan lahan yang asing untuk dia. Dia banyak menghabiskan karir militernya di pasukan tempur.
"Untuk NTT saat ini lebih dibutuhkan pemberdayaan ekonomi untuk kesejahteraan dan masalah sosial lainnya," kata Kasimirus Kolo, anggota DPRD NTT, di Kupang, Jumat. NTT termasuk provinsi yang paling miskin di Indonesia dan ini menjadi pangkal soal banyak hal di sana.
Anggota Fraksi Partai Nadem DPRD NTT itu mengemukakan pandangannya tersebut berkaitan dengan gagasan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu, menggelar pelatihan militer bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan di seluruh Indonesia.
Semasa aktif sebagai militer, Ryacudu sering mendapat penugasan operasi tempur militer dan Timor Timur bukan lahan yang asing untuk dia. Dia banyak menghabiskan karir militernya di pasukan tempur.
Label:
Nasionalisme,
Patriotisme,
Perbatasan NKRI
Komisi I DPR RI Setujui Penambahan Anggaran Kementrian Pertahanan
Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq menegaskan Komisi I setuju penambahan anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI tahun 2016 senilai Rp37 triliun.
"Komisi I DPR pada prinsipnya mendukung (penambahan anggaran Kemhan dan TNI tahun 2016 senilai Rp37 triliun," katanya kepada Antara di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan, setelah Komisi I DPR menyetujui maka akan diajukan ke Badan Anggaran DPR untuk dibahas lebih lanjut.
Menurut dia, dana tambahan itu akan digunakan untuk kebutuhan kesejahteraan pegawai dan pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).
"Komisi I DPR pada prinsipnya mendukung (penambahan anggaran Kemhan dan TNI tahun 2016 senilai Rp37 triliun," katanya kepada Antara di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan, setelah Komisi I DPR menyetujui maka akan diajukan ke Badan Anggaran DPR untuk dibahas lebih lanjut.
Menurut dia, dana tambahan itu akan digunakan untuk kebutuhan kesejahteraan pegawai dan pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...







