Cari Artikel di Blog Ini

Rabu, 27 April 2016

Drone Wulung Produksi PT. DI Baru untuk Kepentingan Militer dan Pemerintah

Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Wulung itu hasil pengembangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

PTTA Wulung ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya menggali data intelejen, pengawasan, dan pengintaian.

Kepala Pusat Kelaiakan Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Pertama M Sofyan, mengatakan, PTTA Wulung tak hanya digunakan untuk kepentingan militer saja.


Drone Wulung Produksi PT. DI Baru untuk Kepentingan Militer dan Pemerintah

Ia menilai jika kemampuan PTTA Wulung bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sipil.

"Seperti Kementrian Kelautan dan Perikanan, misalnya yang memanfaatkan fungsi PTTA di wilayah perbatasan," ujar Sofyan kepada wartawan di kantor PT DI, Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (26/4/2016).


Sofyan pun meyakini jika pesawat tersebut tetap efektif meski tidak digunakan untuk kepentingan perang dan militer Ia pun yakin jika banyak lembaga pemerintah yang akan membutuhkan drone made in Bandung tersebut mengingat Indonesia memiliki garis perbatasan yang cukup luas.

"Kita tahu panjang perbatasan di Kalimantan dari Timur ke Barat itu mencapai 2 ribu kilometer. Perintah Presiden jelas jika itu harus termonitor 24 jam. itu baru kalimantan belum Papua dan perbatasan laut," ujar Sofyan.

Lantas berapa kebutuhan untuk pemerintah terhadap drone tersebut?

"Kalau kebutuhan bisa dihitung. Misalnya garis perbatasan Kalimantan itu 2 ribu kilometer, sementara range pesawat itu bisa mencapai 120 kilometer. Bisa dihitung berapa kebutuhannya."

"Belum lagi untuk lembaga lain yang ingin memanfaatkan drone untuk tujuan lain," ujar Sofyan.

Terkait dengan harga jual PTTA itu, Direktur Teknologi PT DI, Andi Alisjahbana, memastikan tidak akan lebih dari biaya pengembangan yang telah dilakukan.

"Saya jujur belum tahu nilai investasinya. Tapi tidak terlalu besar nilainya. Yang penting bukan itu, melainkan bagaimana ini bisa digunakan badan pemerintah yang lain," ujar Andi.

Dikatakan Andi, pembuatan PTTA Wulung menghabiskan waktu sekitar enam minggu.

Menurutnya, tiga minggu untuk produksi struktur, satu minggu untuk integrasi, dan dua minggu untuk testing seperti ground tes, kalibrasi, dan pengujian lainnya. Adapun PTTA Wulung itu akan doproduksi secara massal mulai awal Mei 2016.

"Sementara ini kami sudah ada tiga unit PTTA Wulung yang merupaka pesanan Kementrian Pertahanan."

"PTTA saat ini kualitasnya sudah baik an sesuai dengan spesifikasi yang diminta TNI AU," kata Andi. (TribunNews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters