Cari Artikel di Blog Ini

Jumat, 16 Oktober 2015

Jelang pilkada serentak, Menko Polhukam yakin TNI-Polri Loyal dan tunduk pada UU

Menko Polhukam, Luhut Panjaitan, mengimbau kepada seluruh partai politik yang menjadi kontestan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 untuk tertib dalam berpolitik. Dengan begitu, pelaksanaan pilkada berjalan lancar.

Jelang pilkada serentak, Menko Polhukam yakin TNI-Polri Loyal dan tunduk pada UU

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam acara 'Silaturahmi Menko Polhukam dengan pimpinan partai politik dalam rangka menyuarakan Pilkada serentak 2015' digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.

"Semua (harus tertib) tidak hanya parpol, sehingga aturan main yang sudah kita sepakati berjalan dengan baik," kata Luhut di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).

Upaya Prajurit TNI Terus Bangun Kanal untuk Tanggulangi Kebakaran Hutan

Para prajurit yang bertugas dalam Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan terus membangun kanal dan embung di lahan-lahan gambut yang terbakar. Saat ini puluhan meter kanal telah dibangun di pusat kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan Lalan di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, dan hutan industri di Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Tim pemadam gabungan mengangkuti peralatan pemadaman seusai berjibaku di tengah asap kebakaran wilayah konsesi hak pemanfaatan hutan PT Putra Duta Indah Wood, Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (14/10). Lebih dari 100 personel dari TNI, kepolisian, Mangga Agni, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah dikerahkan.

Pembangunan kanal dan embung yang masih berlangsung hingga Kamis (15/10) ini dimaksudkan untuk menghadang api di lapisan dalam di lahan gambut supaya tak terus menyebar. Kanal yang dibangun berdimensi lebar dari 3 meter hingga 12 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Selama ini masalah utama pemadaman di lahan gambut adalah api yang masih membara dan terus menyebar di lapisan dalam meski api di permukaan lahan sudah padam. Kondisi ini terjadi karena lahan gambut kering. Adanya kanal yang dalam berisi air diharapkan dapat menghalangi rembetan bara tersebut.

Indonesia Minati Kapal Selam Kelas Amur Rusia

RBTH mencatat, ada sejumlah hal penting yang mencirikan peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, selama 10 tahun terakhir :

Pertahanan:

Pada bulan September 2015, pemerintah Indonesia mengatakan akan membeli satu skuadron Sukhoi Su–35 untuk menggantikan  F–5 Tiger buatan AS yang sudah usang. Jakarta juga berencana untuk membeli 5 kapal selam Rusia.


Indonesia Minati Kapal Selam Kelas Amur Rusia

Awalnya Indonesia mengincar untuk membeli kapal selam diesel electric Kilo class, tetapi kemudian memilih yang lebih canggih yakni kapal selam  Amur class, yang merupakan versi ekspor dari Lada–class.

RI - Rusia Pererat Kerjasama Militer, Personil TNI Bisa Berlatih di Rusia

Rusia tertarik mengembangkan kerja sama lebih lanjut dengan Indonesia di bidang militer dan teknologi. Demikian hal ini dinyatakan Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matvienko dalam pertemuannya dengan Ketua DPD RI Irman Gusman.

RI - Rusia Pererat Kerjasama Militer, Personil TNI Bisa Berlatih di Rusia

Dalam pertemuan tersebut, Matvienko menegaskan bahwa kerja sama teknis militer secara tradisional telah menjadi salah satu bidang yang sangat penting, yang sudah terjalin dalam hubungan antara kedua negara.

“Kami bersedia untuk bekerja sama membangun pusat pelayanan teknis di Indonesia. Kami juga mempertimbangkan kemungkinan memulai produksi barang-barang militer di wilayah Indonesia atas dasar lisensi atau perusahaan bersama,” tutur Matvienko.

Seberapa Pentingkah Program 'Bela Negara'?

"Patut ditolak bila konsepnya belum jelas. Lebih baik modernisasi TNI."

Kementerian Pertahanan mencanangkan program pendidikan dan pelatihan bagi 4.500 warga sipil di 45 kabupaten/kota dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan kader pembina bela negara. Sebanyak 100 juta warga negara ditargetkan akan menjadi kader dalam proyek yang akan dibuka resmi secara serentak pada 19 Oktober 2015 tersebut.



"Ini bukan wajib militer. Pembentukan ini untuk melahirkan warga negara yang siap guna menyongsong Indonesia yang kuat di tengah kompleksitas berbagai bentuk ancaman nyata," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Kantor Kementerian Pertahanan, Senin 12 Oktober 2015.

Gagasan ini pun tak pelak menuai kontroversi. Sejumlah pihak banyak menyamakan bila konsep ini mirip dengan wajib militer dan sebagian lagi menilainya sebagai sebuah kebijakan yang belum patut menjadi prioritas.

Ada Kekhawatiran di Balik Penerapan Program Bela Negara

Program bela negara yang diinisiasi Kementerian Pertahanan dikhawatirkan sebagai upaya untuk mencegah kritik masyarakat terhadap pemerintah. Program ini dinilai memiliki konsep yang luas, tak hanya berkaitan dengan militerisme.

Ada Kekhawatiran di Balik Penerapan Program Bela Negara

Pengamat militer dari Institute for Defense and Peace Studies (IDPS) Mufti Makarim menilai,  program bela negara dengan pelatihan ala militerisme lebih bertujuan untuk mendoktrin warga negara agar siap bertempur menghadapi berbagai ancaman negara. Ia khawatir, pelatihan tersebut justru mengubah cara pandang warga negara.

"Bela negara memiliki konsep sangat luas. Kritisi korupsi, kritik terhadap penyalahgunaan wewenang juga disebut bela negara. Jangan-jangan orang yang kritik pemerintah nantinya malah dianggap melawan negara," ujar Mufti, saat dihubungi, Kamis (15/10/2015).

Penjelasan Kepala BIN Terkait Kericuhan di Aceh Singkil

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menyesalkan terjadinya kericuhan antar kelompok di Aceh Singkil, yang berujung pada pembakaran satu rumah ibadah. Sutiyoso menegaskan, yang terbakar dalam kerusuhan itu hanya satu undung-undung (bangunan gereja yang lebih kecil).

Penjelasan Kepala BIN Terkait Kericuhan di Aceh Singkil

"Bahwa sebenarnya yang dibakar itu hanya 1 undung-undung saja. Karena langsung bereaksi, para petugas dengan cepat sehingga bisa dicegah berikutnya," kata Sutiyoso saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).

Sutiyoso mengatakan, awal permasalahan konflik tersebut didasari karena adanya upaya pembangunan gereja dan beberapa undung-undung. Berdasarkan kesepakatan, akan dibangun satu buah gereja dan undung-undung.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters