RBTH mencatat, ada sejumlah hal penting yang mencirikan peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, selama 10 tahun terakhir :
Pertahanan:
Pada bulan September 2015, pemerintah Indonesia mengatakan akan membeli satu skuadron Sukhoi Su–35 untuk menggantikan F–5 Tiger buatan AS yang sudah usang. Jakarta juga berencana untuk membeli 5 kapal selam Rusia.
Awalnya Indonesia mengincar untuk membeli kapal selam diesel electric Kilo class, tetapi kemudian memilih yang lebih canggih yakni kapal selam Amur class, yang merupakan versi ekspor dari Lada–class.
Rusia siap meminjamkan Indonesia dana $ 3 miliar untuk pembelian tersebut.
Menurut analis industri, Indonesia juga sedang mencari sistem rudal anti pesawat jarak menengah. Negara ini sudah memiliki sejumlah jet tempur Sukhoi, Helikopter Mi–17 dan Mi–35, kendaraan tempur amfibi BMP–3 , satu BTR–80 APC dan senapan Kalashnikov AK–101 dan AK–102.
Energi Nuklir
Pada bulan Juni 2015, negara Indonesia Rusia menandatangani Nota Kesepahaman tentang pembangunan reaktor nuklir besar dan stasiun tenaga nuklir mengambang.
Dalam sebuah wawancara dengan RBTH Indonesia, Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir bisa membantu memenuhi kebutuhan Indonesia untuk listrik.
Infrastruktur
Russian Railways memiliki 50 persen saham di Perusahaan Kereta Api Kalimantan, yang membangun jalur kereta api sepanjang 300 km untuk menghubungkan provinsi Kalimantan Tengah dan Timur.
Pada 2019, perusahaan berencana untuk menyelesaikan sekitar 190 km jalur kereta api dan membangun terminal pelabuhan di Kalimantan Timur untuk ekspor batubara.
Selama kunjungannya ke Moskow pada bulan September 2015, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan provinsinya juga ingin menggunakan kereta api untuk mengekspor minyak sawit, kayu dan sumber daya lainnya. Layanan penumpang untuk Kereta Api juga sedang dipertimbangkan. (JKGR | RBTH)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Jumat, 16 Oktober 2015
Indonesia Minati Kapal Selam Kelas Amur Rusia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Tanggal 16 April kemaren Komando Pasukan Khusus TNI AD berulang tahun. Banyak cerita menarik seputar operasi militer dan sejarah pasukan eli...
-
Indonesia menegaskan perlunya meratifikasi Traktat Pelarangan Komprehensif Uji Coba Nuklir (Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty / CTBT), d...
-
Eksplorasi antariksa negara-negara maju sudah mencapai Planet Mars dan sedang menjajaki untuk mengeksplorasi asteroid dalam waktu beberapa t...
-
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, mengadakan kunjungan kerja ke Jerman, Perancis dan Spanyol mulai tanggal 17 sampai dengan 24 ...
-
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, dua program nasional di bidang industri pertahanan yaitu program Kapal Selam dan Korvet N...
-
Kementrian Riset dan Teknologi telah selesai melakukan penelitian terkait tapak untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) de...
-
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen pesawat terbang PT Dirgatara Indonesia (PTDI) mengaku sanggup membangun dan memproduksi mulai pesaw...
-
Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-F/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indobatt (Indonesioan Batallion) merai...
-
Seluruh aktivitas produksi pesawat transpor menengah C295 sedang dalam proses dipindahkan oleh Airbus Military dari Sevilla, Spanyol, ke PT ...
-
Kerjasama keamanan Indonesia dan AS menciptakan terobosan baru. Washington menawarkan Jakarta untuk membeli sejumlah unit helikopter tempur ...


dari 24 kapal selam kenapa menyusut jadi lima,
BalasHapusBlum konsisten,mungkin karna faktor ekonomi di indonesia yang blum stabil..
BalasHapus