Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel punya misi khusus dalam kegiatan peringatan perayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat April 2015. Gobel ingin 'jualan' produk andalan buatan anak negeri seperti pesawat terbang dan helikopter.
Hal ini disampaikan Gobel dalam short briefing persiapan peringatan KAA ke-60 di ruang tengah Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Rabu (11/3/2015).
"Saya mau tunjukkan pesawat dan helikopter yang dibuat oleh PT DI (Dirgantara Indonesia). Mungkin saja pesawat kita ini dijadikan pesawat Asia Afrika. Pada negara-negara inilah produk kita akan ditawarkan," ujarnya.
Ia mengatakan kegatan ini menjadi peluang yang baik untuk menawarkan produk-produk andalan Indonesia. "Ini adalah kesempatan baik kita untuk menawarkan produk," katanya.
Namun belum diungkapkan secara detil seperti apa cara Gobel menunjukkan produk dalam negeri tersebut kepada perwakilan negara-negara KAA yang akan hadir.
Ia pun akan mempromosikan angklung agar alat musik tradisional tersebut bisa dimainkan di acara berskala internasional ini. Namun setelah mendengar angklung dipastikan dipertunjukan dalam rangkaian KAA ke-60, Gobel merasa lega.
"Oh, sudah ada ya angklung. Ya bagus kalau begitu," katanya. (Detik)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Kamis, 12 Maret 2015
Mendag Gobel Ingin 'Jualan' Pesawat dan Helikopter di Peringatan KAA ke-60
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
... mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon ...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Mayor Agus Harimurti Yudhoyono Brigif Linud 17 Kostrad mendapatkan penghormatan, menjadi pasukan AD pertama yang menggunakan Ba...
-
Yahudi dan Israel Merasa Disudutkan Indonesia Kelompok pendukung Israel dan Yahudi menilai, Indonesia kerap menyudutkan mereka. Menurut mere...
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah armada kapal selam untuk mendukung pertahanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), L...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar