Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin yang sedang sandar di pelabuhan Kota Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, untuk mengikuti latihan maritim multilateral menjadi tontonan warga setempat.
Warga Qingdao sejak Selasa pagi mengantre di pintu masuk dermaga dua dan tiga Pelabuhan Qingdao untuk melihat KRI Banjarmasin dan enam kapal perang lain yang lego jangkar di sana.
Usai menunjukkan tiket gratis dan identitas diri kepada petugas di pos pengecekan, mereka bergegas menuju kapal-kapal perang yang sandar, termasuk di antaranya KRI Banjarmasin.
Anak-anak dan orang dewasa mengantre di depan tangga kapal sebelum petugas Angkatan Laut setempat mempersilakan mereka masuk ke kapal.
Beberapa warga berfoto di depan helikopter Bell-412 di geladak KRI Banjarmasin, yang kemudian ditutup untuk pengunjung.
"Kapalmu sangat besar dan indah," kata Wu Shing (50) usai mengelilingi kapal buatan PT PAL tersebut.
Selain berkeliling, para pengunjung juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan beberapa kru kapal dan taruna Akademi Angkatan Laut yang sedang mengikuti Kartika Jala Krida 2014.
Mereka juga meminta tanda tangan kru, awak dan taruna yang mereka temui, dan meminta tanda mata, apapun itu.
Selain mengikuti latihan maritim multilateral, KRI Banjarmasin juga menlakukan kegiatan Kartika Jala Krida (KJK) 2014 yang diikuti taruna tingkat II Angkatan 61 yang berjumlah 89 orang.
Lazimnya muhibah ke beberapa negara, para taruna Akademi Angkatan Laut yang mengikuti kegiatan itu mempromosikan budaya Indonesia dan memainkan drumband di dermaga 2.
KRI Banjarmasin diawaki 132 personel serta 10 personel pengasuh taruna Akademi Angkatan Laut.
KRI Banjarmasin merupakan salah satu kapal yang dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat berikut kendaraan tempur beserta kelengkapannya.
Kapal tersebut juga mampu mengangkut lima helikopter (tiga unit di geladak heli, dua unit di hanggar).
Selain sebagai kapal tempur, kapal berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk mendukung operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.
KRI Banjarmasin akan tampil dalam parade kapal perang di Qingdao bersama puluhan kapal perang dari sekitar 20 negara. (Antara)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Rabu, 23 April 2014
KRI Banjarmasin jadi tontonan warga Qingdao, Tiongkok
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Dalam pidato perdananya sebagai Presiden, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi berulang kali menegaskan visi pemerintahannya lima tahun ke d...
-
Ketua Payuguban Pelaku Pertempuran Lima Hari di Semarang Soedijono (90) mengaku kecewa pada banyaknya kasus korupsi di negeri ini. ...
-
Hacker Indonesia berhasil mematikan situs http://asis.gov.au hingga status 404 Not Found. Sasaran berikutnya adalah situs http://asio.gov.au...
-
Pengamat militer dari Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperrsi), Rizal Darma Putra, mengatakan Jenderal TNI Moeldok...
-
Di awal tahun, mari kita buka dengan kabar mengenai PKR10514. Seperti kita ketahui, poyek PKR ini merupakan salah satu proyek prestisius PT....
-
“‘Apa mungkin orang Indonesia bisa bikin pesawat terbang?’ Orang Indonesia memang gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri,” kata Bac...
-
Kapal berteknologi tercanggih TNI AL saat ini, KRI Klewang-625, terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur. Hingga berita i...
-
Tercium bau tak sedap dari rencana pemerintah untuk mengakuisisi delapan unit helikopter serang AH-64 Apache dari Amerika Serikat (AS). Pas...
-
PT Batan Teknologi (Persero) berencana membangun pabrik yang memproduksi isotop nuklir di Amerika Serikat (AS). Pengadaan isotop tersebut, ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...


poto nya cumah kri banjarmasin aja berbeda di jiangsun tv china dengan masyarakat luas
BalasHapusya sok kalau mau banyak tinggal beli sendiri kapalnya, foto, jebret, beres.
Hapus