Markas Besar TNI memperkuat akses informasi bagi prajurit yang berada di perbatasan. Informasi merupakan aset strategis bagi setiap organisasi, termasuk TNI. Ketidakmampuan dalam mendapatkan atau menggali informasi yang tepat dapat berakibat pada kesalahan dalam mengambil keputusan.
"Kemampuan menyediakan informasi potensial merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan pertahanan suatu negara, terutama di perbatasan," kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, seusai menandatangani nota kesepakatan antara TNI dan sebuah perusahaan penyedia informasi, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (27/8).
Tak akuratnya data informasi, kata Panglima, bisa menyebabkan pemerintahan ataupun badan tertentu menghabiskan jutaan bahkan miliaran dollar untuk mendapatkan informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan ancaman potensial bagi keamanan. Dalam doktrin militer, informasi adalah bagian integral dari komando dan kendali yang merupakan kunci setiap pelaksanaan operasi.
Dalam nota kesepakatan dengan pihak swasta itu, TNI menerima pemasangan perangkat penyedia program siaran dan kanal yang dapat digunakan prajurit selama bertugas, terutama bagi mereka yang sedang bertugas di pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dan Pulau Terluar (KJ)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Rabu, 28 Agustus 2013
TNI Perkuat Akses Informasi di Perbatasan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Indonesia tidak akan lagi membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia, fokus kedepan hanya untuk F-16 dari AS, Marsekal Eris Herryanto mengatakan k...
-
... mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon ...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Mayor Agus Harimurti Yudhoyono Brigif Linud 17 Kostrad mendapatkan penghormatan, menjadi pasukan AD pertama yang menggunakan Ba...
-
Yahudi dan Israel Merasa Disudutkan Indonesia Kelompok pendukung Israel dan Yahudi menilai, Indonesia kerap menyudutkan mereka. Menurut mere...
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah armada kapal selam untuk mendukung pertahanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), L...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar