Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya mengingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan tindakan militer sepihak terhadap Suriah.
"SBY seharusnya mengingatkan AS bahwa serangan ke Suriah melecehkan mekanisme Dewan Keamanan PBB," kata Nusron Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.
Nusron mengingatkan, tudingan yang dilontarkan AS mengenai penggunaan senjata kimia yang ditujukan kepada pemerintah Suriah sejauh ini belum dibuktikan oleh Dewan Keamanan PBB.
Ia juga menegaskan, bila Amerika Serikat tetap melaksanakan aksi militer sebelum pembuktian oleh Dewan Keamanan PBB, maka tindakan tersebut merupakan tindakan melawan hukuman yang dilakukan secara sepihak.
"Sejauh ini tudingan AS belum diverifikasi oleh PBB. Perlu dibuktikan pihak mana yang menggunakan senjata kimia tersebut," katanya.
Nusron mengingatkan bahwa senjata kimia yang telah membunuh warga Suriah itu ada kemungkinan bisa saja digunakan oleh kedua belah pihak.
Selain itu, katanya, Golkar juga meminta agar Presiden Yudhoyono dapat membuka komunikasi dengan Amerika atas kebijakan "Quantitive Easing" (kelonggaran moneter) mereka yang mengakibatkan rupiah terus melemah secara signifikan dalam waktu kurang dari sebulan.
"Ekonomi Indonesia yang mulai setara dengan negara-negara ekonomi sangat berkembang seperti Brazil, Rusia, India dan China (BRIC) saat ini memiliki posisi tawar yang tinggi di mata dunia," katanya.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia terus berupaya memberikan sumbangannya terhadap penyelesaian masalah Suriah sehingga opsi intervensi militer yang mungkin terjadi bisa dicegah.
"Sungguh demikian secara moral kita wajib berikhtiar mencegah tragedi kemanusiaan, ini yang kita mainkan, kalau urusan dalam negeri Suriah kita tidak campuri tapi lebih dua tahun, sementara armada Rusia dan Amerika Serikat sudah mendekat, kalau tidak dicegah saya khawatir, ini tentu membahayakan keamanan internasional," kata Presiden sesaat setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu.
Kepala Negara mengatakan Indonesia terus menempuh upaya-upaya diplomasi untuk menyampaikan alternatif penyelesaian masalah konflik di Suriah tanpa adanya penggunaan militer. (Antara)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Senin, 09 September 2013
Parlemen : SBY seharusnya ingatkan AS soal Suriah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Ekspedisi Belanda tiba di Nusantara pada 1596. Kapal-kapal Belanda menyusul, hingga terbentuk The Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). ...
-
by:yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 13 May 2014 Mengintai Jendela Tetangga: LAGA RAFALE TNI AU vs RAFALE TUDM Sejatinya, hari ini adalah...
-
Muhammad Toha (Bandung, 1927 - idem, 24 Maret 1946) adalah pahlawan dalam peristiwa Bandung Lautan Api di Kota Bandung, Indonesia. Pada saat...
-
“‘Apa mungkin orang Indonesia bisa bikin pesawat terbang?’ Orang Indonesia memang gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri,” kata Bac...
-
Masih ingat dengan drone combatan yang tengah dirancang Indonesia? Ya siapalagi kalo bukan Drone Medium Altitude Long Endurance Black Eagle....
-
Sistem pertahanan Indonesia diciptakan agar menjamin tegaknya NKRI, dengan konsep Strategi Pertahanan Berlapis. SISTEM Pertahanan Indonesi...
-
"Selaku pimpinan TNI, saya memiliki keinginan untuk menciptakan wanita prajurit TNI sebagai woman fighter pilot atau bisa menduduki jab...
-
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) akan melekat mengamankan tamu sangat-sangat penting (very very important person/VVIP) yang menjadi ...
-
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, ...
-
Proses evakuasi penumpang pesawat AirAsia yang jatuh di Selat Karimata melibatkan empat grup atau satuan elite. Mereka terdiri dari Detaseme...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar